Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

LITMUS: Pendeteksi Cairan Ketuban

MY STORY  |  PREGNANCY  |  23 Nov '19


Air ketuban merupakan cairan yang melindungi janin di dalam rahim selama kehamilan. Air ketuban berwarna bening dan tidak berbau. Air ketuban menjadi media bagi janin untuk bernapas, menelan, dan bergerak dalam rahim. Air ketuban berfungsi melindungi janin dari benturan, infeksi, mendukung perkembangan paru-paru dan sistem pencernaan. Air ketuban awalnya berasal dari cairan tubuh ibu, lama-lama berisi air seni dari janin. Volume air ketuban semakin meningkat seiring bertambah usia kandungan, namun pada usia 36 minggu mengalami penurunan seiring semakin dekatnya dengan persalinan.

Di usia kehamilan trimester tiga kita harus lebih waspada terhadap penurunan volume air ketuban. Itulah mengapa kita disarankan memeriksakan kehamilan seminggu sekali menjelang persalinan salah satunya untuk mengontrol volume air ketuban. Kehamilan pada trimester tiga ini mewajibkan kita untuk waspada terhadap berbagai cairan yang keluar dari jalan lahir kita ya Moms. Banyak sekali kejadian Moms yang tidak paham apakah itu cairan ketuban atau hanya keputihan atau mungkin cairan yang lain. Padahal jika air ketuban merembes perlahan, lama-lama akan habis dan jika tidak segera mendapat penanganan medis, hal ini tentu akan membahayakan janin ya Moms. Untuk mendeteksi air ketuban secara fisik sangatlah sulit karena banyak perbedaan pendapat mengenai ciri-ciri fisik air ketuban.

Nah Moms, sekarang tidak perlu khawatir karena Moms bisa mengetahui dengan mudah cairan yang keluar dengan menggunakan kertas litmus. Apa itu kertas litmus? Kertas litmus merupakan kertas yang diberi suatu senyawa kimia, yang mampu berubah warna jika dimasukkan pada larutan yang bersifat basa. Seperti yang kita tahu bahwa cairan ketuban bersifat basa. Lalu bagaimana cara mengecek cairan ketuban dengan kertas litmus? Kertas litmus ada yang berwarna merah muda dan biru. Jika Moms merasa ada cairan yang keluar, tempelkan saja 1 lembar kertas litmus, jika Moms menggunakan kertas litmus warna merah muda dan warna berubah jadi biru, berarti itulah air ketuban. Jika Moms menggunakan kertas litmus warna biru dan tidak ada perubahan warna, berarti itulah air ketuban.

Sangat mudah ya Moms caranya. Mengingat pentingnya kertas litmus, jangan lupa Moms selalu sedia saat kehamilan sudah memasuki trimester tiga ya. Moms bisa mendapatkan di toko alat kesehatan terdekat. Selamat mencoba ya Moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

216 Meidisya Isnaini

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Positive Thinking, Modal Utamaku Atasi Bayi Sungsang Menjelang Persalinan

Trimester ketiga merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil.

Tips Memilih Klinik atau Rumah Sakit untuk Bersalin

Melahirkan menjadi momen yang ditunggu sekaligus momen yang bikin deg-degan bagi Moms.

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan USG 4D

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat kedokteran pun kian canggih. Termasuk juga alat untuk USG si Kecil

Bagaimana Rasanya Melahirkan Normal? (Part 1)

Dengan cara apa pun seorang Ibu melahirkan, semua Ibu hebat dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Suamiku Mengambil Keputusan Operasi Caesar Ketika Melihatku Sangat Lemas

Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayinya lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.

Cerita Kehamilanku

Masing-masing wanita mempunyai cerita kehamilan yang berbeda. Begitu pun dengan Saya.

Benarkah Mandi Kembang 7 Bulan dapat Melancarkan Proses Persalinan?

Di daerah saya tradisi mandi kembang di usia 7 bulan kehamilan masih sering dilakukan masyarakat sekitar.

Cerita Persalinan Pertamaku, Hampir Caesar di Menit Terakhir

Moms yang sudah mendekati HPL pasti sudah mulai resah, antara bahagia dan khawatir.

Pengalaman Saya Menggunakan BPJS Kesehatan selama Masa Kehamilan

Di awal pernikahan kami, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan BPJS Kesehatan.

Birthball untuk Ibu Hamil!

Minggu lalu, suami saya menawarkan untuk membeli birthball. Mungkin karna ukuran perut sudah semakin besar

Pengalaman Melahirkan Anak Pertamaku

Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi para pasangan suami istri. Ada yang cepat ada pula yang tidak.

Birthing Support: Hal yang Harus Dilakukan Para Birth Partner

Birth partner adalah seseorang yang akan menemani Moms selama proses persalinan nanti.

Berniat USG 4D? Perhatikan Tiga Hal Berikut!

Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang niat saya untuk USG 4D saat hamil.

Proses Lahiran yang Terbaik Buat Aku

Di sini aku akan berbagi cerita-cerita tentang proses lahirnya Caelan 3 bulan lalu. Simak yuk Moms!

Hospital Bag Checklist

Berhubung banyak temenku yang akan lahiran soon, jadi ingat zaman hamil Zo bingung banget mau packing apa.

Pengalamanku Alami Plasenta Previa di Kehamilan ke 3

Sore hari saat mau mandi sore, saya dibuat kaget karena mendapati air kencing saya berwarna merah segar.

Punya Baby Brain Tetap Bisa Lulus S2

Hai Moms, saya mau share tentang baby brain yang saya alami saat hamil si Kecil khususnya pada trimester ketiga.

Arlin's Birth Story

Hi Moms! Kali ini saya ingin berbagi ceritaku nih selama proses melahirkan. Semoga bisa menambah wawasan.

Senam atau Yoga Hamil?

Di antara Moms mungkin ada yang memilih senam atau yoga. Banyak juga yang bingung mana yang lebih baik.

Preggo Story: Trimester 3, Sebentar Lagi Kita Bertemu

Masuk trimester ketiga saya buat birthplan dan konsultasikan sama dokter kandungan. Kalau Moms bagaimana?