Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

5 Tanda Bahaya Persalinan

PREGNANCY  |  03 Mar '18


Saat persalinan tiba, Ibu hamil perlu siaga dalam menjaga dan memperhatikan kandungannya. Suami dan keluarga terdekat harus rutin memantau perkembangan Ibu, mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga kegiatan sehari-harinya. Hal ini dikarenakan masalah seringkali muncul saat proses persalinan berjalan. Maka dari itu, diperlukan pengetahuan khusus mengetahui tanda bahaya persalinan. Macam-macam tanda bahaya persalinan terbagi kedalam 5 kondisi, yaitu:

  1. Ibu hamil mengalami kejang dan tidak kuat mengejan 
    Jika Ibu hamil tidak kuat mengejan dan mengalami kejang, ia akan mengalami pendarahan. Penyebab utamanya adalah regangan uterus yang berlebih, partus lama, dan multiparitas. Untuk menanganinya, Ibu hamil harus di infus 20 IU dalam 500 Ml NS/RL 40 tetes guyur, oksitosin 10 IU IM, dan kompres bimanual interna. Namun jika kontraksi belum terjadi dan pendaharan masih saja belum berhenti, lakukanlah kompresi bimanual eksternal.

  2. Air ketuban berbau dan keruh 
    Ciri tanda bahaya persalinan yang lain adalah air keruban yang keruh dan berbau. Hal ini dapat dilihat dari gejala dan tandanya, yaitu nyeri tekanan pada uterus, cairan amnion berbau busuk, demam maternal, takikardi janin, dan sel darah putih meningkat.

  3. Bayi tidak lahir dalam 12 jam 
    Bayi yang tidak kunjung lahir dalam 12 jam merupakan tanda bahaya persalinan. Penyebab utamanya adalah kelainan panggul, kelainan letak janin, kelainan kekuatan mengejan dan his, sefalopelvik yang tidak seimbang, dan pimpinan persalinan yang salah.

  4. Tangan bayi atau tali pusat keluar dari jalan lahir 
    Jika tali pusat lebih rendah dari bagian depan atau teraba disamping, maka dapat dikatakan bahwa tali pusat menumbung. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan asfiksia ketika tali pusat janin tertekan antara bagian depan bayi dan dinding panggul.

  5. Ari-ari tidak keluar setelah bayi lahir 
    Dalam melakukan pengeluaran plasenta, khususnya secara manual, dokter dan perawat yang bertugas harus mengeluarkan plasenta secara hati-hati. Plasenta harus dikeluarkan karena jika tidak akan terjadi pendarahan pada Ibu hamil, polip plasenta, plasenta inkarserata, dan degenerasi ganas kario.

Semoga bermanfaat.

 

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4772 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Yang Perlu Diminum Setelah Melahirkan Agar Badan Sehat

Setiap budaya memiliki resepnya tersendiri supaya ibu yang setelah melahirkan segera pulih. Berikut adalah minuman kesehatan ala Tionghoa.

Tes Sekret dan Kultur Swab Vagina untuk Masalah Keputihan

Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan, tiba-tiba Saya mengalami keputihan yang cukup banyak, namun tidak berwarna, berbau, ataupun gatal. Lalu [...]

Hal yang Wajib Anda Ketahui Pada Usia Kehamilan 32 Minggu

Apa yang terjadi saat usia kehamilan memasuki 32 minggu?

Mengenal Perkembangan Janin 30 Minggu

Apa saja yang terjadi pada janin berusia 3 minggu? Dan apa saja kekhawatiran calon ibu?

Tes Skrining saat Hamil Trimester Ketiga

Antenatal care didefinisikan sebagai pemeriksaan kesehatan kehamilan oleh dokter terhadap ibu hamil.

Melahirkan Normal dengan Mata Minus

Apakah pernah dengar kalau memiliki mata minus tidak boleh melahirkan normal?

Tas Melahirkan hanya Perlu 3 Kategori Ini saja

Setelah memasuki trisemester ketiga, sebaiknya Bumil sudah perlu mempersiapkan tas melahirkan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Gentle Birth

Siapa sih di sini yang tidak mau melahirkan dengan normal dengan mudah dan menyenangkan?

Perubahan yang Terjadi Pada Kehamilan di Minggu ke-41

Perlu diketahui, beberapa ibu mungkin akan melahirkan setelah melewati minggu ke-40 kehamilan.

4 Hal yang Perlu Moms Perhatikan pada Perkembangan Kehamilan Minggu ke-40

Memasuki usia kehamilan ke-40 minggu, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan.

3 Keluhan Memasuki Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-39

Pada usia 39 minggu kehamilan, posisi janin tidak banyak mengalami perubahan.

Moms, Inilah Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-38

 Memasuki usia kehamilan di minggu ke-38, janin akan mengalami proses penyempurnaan.

Ini Bahaya Hamil 42 Minggu Namun Belum Melahirkan

Perlu diketahui, jika Moms belum melahirkan padahal sudah waktunya, Moms bisa mengalami komplikasi kehamilan.

Tips Anti Panik Menjelang Persalinan

Mom Nimas punya tips bagi Moms yang mudah panik dan galau menjelang persalinan. Yuk ikuti tipsnya!

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?

Morning sickness & perubahan berat badan sudah dialami saat trimester 1-2. Lalu apa yang terjadi di trimester 3?

Tips Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ga mau kan Moms si Kecil lahir prematur? Yuk cari tahu cara mencegah agar bayi tidak lahir prematur!

Suasana Hati Mulai Sensitif, Berikut Perkembangan Kehamilan di Minggu 30

Memasuki kehamilan minggu ke-30, perubahan suasana hati akan semakin sering terasa. Apakah mempengaruhi janin?

Persiapan Persalinan Normal

Sebelum menjalani proses persalinan, ada baiknya Moms mempelajari terlebih dahulu tips-tips berikut ya.

Perkembangan Kehamilan di Minggu 36 yang Penting untuk Moms Ketahui

Memasuki usia kehamilan timester yang ketiga, apa saja perubahan yang dialami janin?

Kehamilan Usia 29 Minggu: Janin Sudah Bisa Memukul-mukul Perut Moms

Di usia kehamilan 29 minggu, perkembangan janin akan semakin terasa, salah satunya menjadi semakin aktif.