Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Lebih Dekat Dengan Penyakit Dan Vaksin Polio

HEALTH TIPS  |  30 Mar '18

Tahukah anda, bahwa  Indonesia merupakan salah satu negara yang telah dinyatakan oleh WHO sebagai negara bebas polio sejak tahun 2014? Lantas perlukah melakukan vaksin polio? Tentu saja. Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus PV. Penyakit ini sangat rentan menular terutama pada bagian sistem saraf. Akibat dari tertular penyakit ini adalah kesulitan bernafas, kelumpuhan hingga kematian. Kebanyakan penderita penyakit polio tidak menyadari bahwa ia menderita penyakit polio. Kenapa demikian?

Ternyata penyakit polio memiliki 3 tingkatan, yaitu :

  • Polio Non-Paralisis : Penyakit polio jenis ini tidak menyebabkan adanya indikasi kelumpuhan karena gejalanya masih tergolong ringan dan terjadi kurang dari 10 hari. Adapun gejala
    yang dialami seperti muntah, demam, kaku otot,  sakit kepala dan tenggorokan. Bagi anda yang ingin merencanakan berangkat umrah atau luar negeri dianjurkan untuk melakukan vaksin meningitis karena penyakit meningitis termasuk dalam gejala polio non-paralisis.
  • Polio Paralisis : Penyakit polio jenis ini merupakan kebalikan dari polio non-paralisis karena dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderita. Adapun penyakit polio tingkat ini menjangkit tubuh bagian batang otak dan saraf tulang belakang. Penderita polio paralisis umumnya akan mengalami gejala polio non-paralisis terlebih dahulu, selanjutnya akan menyerang bagian otot yang lebih serius sehingga dapat menghilangkan refleks tubuh. Terkadang kelumpuhan yang terjadi hanya pada bagian salah satu sisi tubuh dan menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan.
  • Sindrom Pasca-Polio : Sindrom ini biasanya menimpa penderita di rentan usia 30-40 tahun yang mana sebelumnya pernah menderita penyakit ini. Adapun gejala yang mucul adalah penderita mengalami kesulitan untuk bernafas ataupun menelan sesuatu, gangguan tidur,  mudah lelah karena persendian otot semakin lemah.

Bagaimana cara mencegah dan mengatasi agar terhindari dari virus penyakit polio ini?  Membudayakan diri untuk hidup sehat, menjaga pola makan, dan juga memperhatikan lingkungan sekitar adalah beberapa hal yang data anda lakukan. Selain itu anda dapat melakukan vaksin. Vaksin polio tidak hanya dikhususkan untuk bayi, balita ataupun anak-anak namun juga bisa untuk
orang dewasa terutama pasangan suami istri yang berencana ingin memiliki momongan.

Ada 2 macam imunisasi polio yang dapat dilakukan :

  • OPV ( OPV (  Oral Polio Vaccine ) : Adalah poliovirus yang sudah dilemahkan dan sudah dapat diberikan pada anak sebanyak 4 kali pada saat Si Kecil berusia 2 bulan, 4 bulan, dan usia 6 hingga 18 bulan. Dosis booster akan diberikan pada usia 4-6 tahun. Vaksin OPV berfungsi untuk membasmi virus polio pada pencernaan.
  • IPV (INACTIVED POLIO VACCINE) : Merupakan poliovirus yang sudah dimatikan dan kemudian diberikan melalui suntikan. Vaksin IPV berfungsi untuk membasmi virus polio yang berada dalam darah. Vaksin ini diberikan pada bayi hanya sebanyak satu kali seumur hidup, bersamaan dengan pemberian vaksin polio oral yang ke-4.

Siapa saja yang beresiko rentan mengalami penyakit polio ini? 
Umumnya anak-anak, wanita hamil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah sangat rentan terkena virus polio. Lantas bagaimana dengan orang dewasa? Untuk pemberian vaksin atau imunisasi dewasa dapat dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis barulah anda akan diarahkan untuk melakukan vaksin.

Semoga bermanfaat.
By: M.A

BACA JUGA: Cara Terbaik Mengatasi Infeksi Rubella

185 M A Send Message to Writer

Related Stories