Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kontraksi Pasca Induksi

PREGNANCY  |  07 Feb '19


Yang paling menakutkan bagi banyak ibu hamil tentu adalah rasa sakit kontraksi ya, Moms. Dan memang rasanya menyakitkan, namun I’d say Tuhan somehow tidak membuat rasa sakit itu traumatis kok. Jujur, saya malah lebih trauma dengan gejala-gejala hamil yang “menyakitkan” daripada rasa kontraksi itu sendiri. Padahal kalau berbicara sakit, lebih sakit rasa kontraksi ya. Jadi, untuk Moms yang menanti persalinan normal, jangan khawatir, Moms. Semua akan terlewati dengan baik.

Hari ini saya mau cerita seputar bedanya kontraksi alami dan kontraksi pasca induksi ya. Induksi sendiri biasa dilakukan untuk mempercepat proses persalinan. Dan ada beberapa kasus persalinan yang memang mengharuskan tindakan induksi dilakukan agar baik ibu maupun janin selamat. Induksi biasa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya minum cairan yang disiapkan ataupun dengan cara diinfus.

Pada kontraksi alami, biasanya rasa sakit berkembang dari skala sakit 01 hingga 10 dalam beberapa jam. Misalnya, Pembukaan 1-2 biasanya Moms belum merasakan rasa sakit. Mencapai pembukaan 4, rasa sakit mulai dengan skala misalnya 4 hingga akhirnya semakin sakit. Selain itu, selalu ada selang waktu beristirahat. Jadi rasa sakit kontraksi normal ini tidak non-stop terasa. Rasa sakit biasa bertahan 1-2 menit diikuti dengan selang waktu istirahat yang semakin lama akan semakin pendek. Selang yang semakin pendek ini biasa menandakan pembukaan yang semakin lebar. Selang istirahat ini dapat Moms gunakan untuk bersiap-siap ke rumah bersalin.

Contoh,

  • Pembukaan 4 – kontraksi 1 menit – selang istirahat 20 menit
  • Pembukaan 5 – kontraksi 1 menit – selang istirahat 15 menit
  • Pembukaan 8 – kontraksi 1 menit – selang istirahat 2 menit, dan seterusnya

Beda dengan kontraksi induksi. Pada kontraksi yang diinduksi, rasa sakit biasanya langsung dimulai dengan skala tinggi dengan selang waktu yang lebih pendek. Hal ini memang karena tujuan induksi sendiri adalah mempercepat proses kelahiran. Negatifnya tentu ibu akan merasa lebih kesakitan karena tidak adanya selang istirahat, positifnya adalah proses persalinan dapat berjalan lebih cepat. Pada kontraksi normal, proses persalinan sendiri bisa berjalan paling lama sampai 1-2 hari, sedangkan pada kontraksi induksi biasanya dalam 24 jam.

Semoga bermanfaat.

By: Marlisa Tenggara

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

581 Marlisa Tenggara

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Yang Perlu Diminum Setelah Melahirkan Agar Badan Sehat

Setiap budaya memiliki resepnya tersendiri supaya ibu yang setelah melahirkan segera pulih. Berikut adalah minuman kesehatan ala Tionghoa.

Tes Sekret dan Kultur Swab Vagina untuk Masalah Keputihan

Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan, tiba-tiba Saya mengalami keputihan yang cukup banyak, namun tidak berwarna, berbau, ataupun gatal. Lalu [...]

Hal yang Wajib Anda Ketahui Pada Usia Kehamilan 32 Minggu

Apa yang terjadi saat usia kehamilan memasuki 32 minggu?

Mengenal Perkembangan Janin 30 Minggu

Apa saja yang terjadi pada janin berusia 3 minggu? Dan apa saja kekhawatiran calon ibu?

Tes Skrining saat Hamil Trimester Ketiga

Antenatal care didefinisikan sebagai pemeriksaan kesehatan kehamilan oleh dokter terhadap ibu hamil.

Melahirkan Normal dengan Mata Minus

Apakah pernah dengar kalau memiliki mata minus tidak boleh melahirkan normal?

Tas Melahirkan hanya Perlu 3 Kategori Ini saja

Setelah memasuki trisemester ketiga, sebaiknya Bumil sudah perlu mempersiapkan tas melahirkan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Gentle Birth

Siapa sih di sini yang tidak mau melahirkan dengan normal dengan mudah dan menyenangkan?

Perubahan yang Terjadi Pada Kehamilan di Minggu ke-41

Perlu diketahui, beberapa ibu mungkin akan melahirkan setelah melewati minggu ke-40 kehamilan.

4 Hal yang Perlu Moms Perhatikan pada Perkembangan Kehamilan Minggu ke-40

Memasuki usia kehamilan ke-40 minggu, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan.

3 Keluhan Memasuki Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-39

Pada usia 39 minggu kehamilan, posisi janin tidak banyak mengalami perubahan.

Moms, Inilah Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-38

 Memasuki usia kehamilan di minggu ke-38, janin akan mengalami proses penyempurnaan.

Ini Bahaya Hamil 42 Minggu Namun Belum Melahirkan

Perlu diketahui, jika Moms belum melahirkan padahal sudah waktunya, Moms bisa mengalami komplikasi kehamilan.

Tips Anti Panik Menjelang Persalinan

Mom Nimas punya tips bagi Moms yang mudah panik dan galau menjelang persalinan. Yuk ikuti tipsnya!

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?

Morning sickness & perubahan berat badan sudah dialami saat trimester 1-2. Lalu apa yang terjadi di trimester 3?

Tips Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ga mau kan Moms si Kecil lahir prematur? Yuk cari tahu cara mencegah agar bayi tidak lahir prematur!

Suasana Hati Mulai Sensitif, Berikut Perkembangan Kehamilan di Minggu 30

Memasuki kehamilan minggu ke-30, perubahan suasana hati akan semakin sering terasa. Apakah mempengaruhi janin?

Persiapan Persalinan Normal

Sebelum menjalani proses persalinan, ada baiknya Moms mempelajari terlebih dahulu tips-tips berikut ya.

Perkembangan Kehamilan di Minggu 36 yang Penting untuk Moms Ketahui

Memasuki usia kehamilan timester yang ketiga, apa saja perubahan yang dialami janin?

Kehamilan Usia 29 Minggu: Janin Sudah Bisa Memukul-mukul Perut Moms

Di usia kehamilan 29 minggu, perkembangan janin akan semakin terasa, salah satunya menjadi semakin aktif.