Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kompres Demam yang Tepat untuk Anak

HEALTH TIPS  |  05 Jun '18


Sebagian orang menganggap bahwa demam pada anak merupakan bukti atau tanda yang diberikan bahwa anak sedang tumbuh dan berkembang. Memang ada demam yang biasa saja dan tidak membahayakan, tetapi tetap saja orang tua pasti panik bila anak menderita sakit demam.

Cara yang paling praktis untuk menangani demam adalah mengompres. Namun, ternyata masih banyak Mom yang belum mengetahui cara mengompres anak yang sedang menderita demam.

Kompres Demam Untuk Anak

1. Jauhi Kompres dengan menggunakan es atau air dingin

Pengompresan dengan menggunakan air dingin merupakan langkah salah. Kenapa? Karena air dingin tidak akan bisa menurunkan suhu tubuh. Langkah ini dapat mengganggu Hipotalamus. Hipotalamus adalah penyeimbang suhu dalam tubuh. Bila anak sedang demam lalu dikompres dengan air dingin, maka yang ada suhu tubuhnya makin meningkat. Bukan hanya demam yang semakin parah, namun dapat pembuluh darah juga menyempit, sehingga membuat aliran darah tersumbat.

2. Gunakan Pengompresan dengan Air hangat

Air hangat juga dapat memudahkan kinerja hipotalamus untuk menentukan suhu tubuh mana yang harus ditingkatkan, panas ataukan dingin. Hingga tidak akan bertabrakan dan memberikan penurunan suhu lebih cepat. Selain itu juga air hangat membuat anak merasa nyaman saat sedang dalam perawatan, anak tidak akan menggigil karena kedinginan, tidak seperti dikompres menggunakan air dingin.

Air hangat yang dikompreskan akan membuka pori-pori bagian tubuh yang dikompres sehingga dapat menguapkan rasa hangat. Lakukan kompresan ini sekitar 15 menit, lalu periksa lagi. Bila kompresan itu sudah mulai menjadi dingin, ulangi lagi kompresan tersebut dengan air hangat hingga kondisi suhu tubuh anak kembali normal.

3. Hindari Mengompres di atas Dahi

Pasti banyak orang yang sudah melakukan hal ini saat mengompres anak yang sedang menderita demam. Tapi sebaiknya jangan dilakukan, karena mengompres pada bagian dahi itu kurang efektif dan hasilnya pun tidak optimal. Tujuan mengompres adalah membuka pori-pori agar suhu panas dari dalam tubuh keluar. Tapi, dahi yang memiliki tulang tengkorak akan menghambat terbukanya pori-pori, sehingga suhu tubuh tidak akan mudah untuk kembali stabil.

4. Kompres pada Lipatan Tubuh

Bila memang bukan dahi tempat untuk mengompres anak, lalu bagian mana yang menjadi tempat paling tepat? Pilihlah bagian lipatan tubuh, di antaranya ketiak dan juga pada lipatan paha. Pada bagian tersebut, pembuluh darah besar dapat mempercepat penurunan suhu tubuh. Agar dapat mengompres bagian lipatan dengan mudah dan menghindari Si Kecil menjadi rewel, kompreslah ketika ia tertidur.

5. Boleh Menggunakan Kompres Instan

Pada masa modern ini, pengompresan tidak sulit dilakukan. Tidak harus selalu dengan menggunakan air hangat, sekarang sudah tersedia pengompresan instan. Dalam kompresan ini terkandung Hydrogel yang dapat membantu menyerap suhu panas yang ada pada tubuh anak.

6. Jauhi penggunaan alkohol

Memang benar alkohol memiliki wujud yang dingin dan bersifat antiseptik. Namun alkohol tidak disarankan untuk digunakan dalam proses pengompresan. Kompres menggunakan ini sama halnya dengan menggunakan air dingin atupun air es, yang hanya akan menghambat aliran darah dalam tubuh pada anak Anda. Selain itu juga, alkohol sangat bahaya bagi anak karena bisa menyebabkan keracunan, apalagi bila sampai terserap ke dalam tubuh.

7. Menggunakan Bawang Merah

Orangtua zaman dulu sering menggunakan bawang merah untuk menurunkan suhu tubuh, dengan cara menumbuk halus, lalu membalurkannya ke seluruh tubuh (dan mendiamkannya hingga mengering). Bila suhu tubuh masih belum stabil, maka ulangi lagi. Bawang merah memiliki kandungan anti bakteri dan anti inflamasi yang berguna untuk menurunkan suhu tubuh anak yang mungkin terjadi adanya peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh infeksi.

Namun, bila kondisi Si Kecil tidak kunjung membaik, maka Mom sebaiknya membawanya ke dokter.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1237 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.