DAILY FEED

Review Dr. Brown's Wide-Neck Options Bottle Review Dr. Brown's Wide-Neck Options Bottle
16 Feb '19

Apa Itu Metode Mindful Parenting? Apa Itu Metode Mindful Parenting?
16 Feb '19

Pompa ASI Portable Manual: Penyelamat di Saat Mati Lampu & Lupa Charge Pompa ASI Portable Manual: Penyelamat di Saat Mati Lampu & Lupa Charge
16 Feb '19

Menggunting Kuku Newborn? Siapa Takut Menggunting Kuku Newborn? Siapa Takut
16 Feb '19

Buah dengan Gizi Terbaik untuk Balita Buah dengan Gizi Terbaik untuk Balita
16 Feb '19

Resep Dadar Gulung Kentang, Tofu, dan Keju Mom Rika Resep Dadar Gulung Kentang, Tofu, dan Keju Mom Rika
15 Feb '19

Traveling Asyik Membawa Bayi ala Mom Devina Traveling Asyik Membawa Bayi ala Mom Devina
15 Feb '19

Menidurkan Anak Tanpa Gendong Ala Mom Yunni Intan Menidurkan Anak Tanpa Gendong Ala Mom Yunni Intan
15 Feb '19

Review Bantal Anti Peyang ClevaMama by Mom Prianka Iradati Review Bantal Anti Peyang ClevaMama by Mom Prianka Iradati
15 Feb '19

Review NaÏf Care Ala Mom Editha Aldillasari Review NaÏf Care Ala Mom Editha Aldillasari
15 Feb '19

Apa yang Perlu Disiapkan Ketika Memakai Hospital Grade Breastpump Di RS? Apa yang Perlu Disiapkan Ketika Memakai Hospital Grade Breastpump Di RS?
15 Feb '19

Tips Segera Hamil Setelah Menikah Tips Segera Hamil Setelah Menikah
15 Feb '19

Perbedaan Spectra S2 Plus (Hospital Grade) dan Spectra 9+ (Portable Grade) Perbedaan Spectra S2 Plus (Hospital Grade) dan Spectra 9+ (Portable Grade)
15 Feb '19

Apa Saja Tanda-Tanda Awal Kehamilan? Apa Saja Tanda-Tanda Awal Kehamilan?
15 Feb '19

Babyo Review: Naif Baby Cleansing Wash Gel & Baby Nourishing Shampoo Babyo Review: Naif Baby Cleansing Wash Gel & Baby Nourishing Shampoo
15 Feb '19

Spaghetti Puding Biskuit Spaghetti Puding Biskuit
15 Feb '19

Seberapa Penting Pompa ASI untuk Full Time Mom? Seberapa Penting Pompa ASI untuk Full Time Mom?
15 Feb '19

Babyo Review Nutribaby+, Cara Cegah Gestational Diabetes Babyo Review Nutribaby+, Cara Cegah Gestational Diabetes
15 Feb '19

Penyebab Sembelit pada Bayi Penyebab Sembelit pada Bayi
15 Feb '19

Persamaan dan Perbedaan Pompa ASI Portable Spectra Berbagai Tipe Persamaan dan Perbedaan Pompa ASI Portable Spectra Berbagai Tipe
15 Feb '19

Susu Kedelai Dapat Memperlancar ASI Lho Susu Kedelai Dapat Memperlancar ASI Lho
15 Feb '19

Keracunan, Flu Atau Hamil? Keracunan, Flu Atau Hamil?
15 Feb '19

Ikan Gurame Kuah Kuning (14 M+) Ikan Gurame Kuah Kuning (14 M+)
15 Feb '19

Babyo Review Malish Aire Wide Neck Feeding Bottle & Nipple Babyo Review Malish Aire Wide Neck Feeding Bottle & Nipple
15 Feb '19

Perbedaan Pompa ASI Hospital Grade & Portable Perbedaan Pompa ASI Hospital Grade & Portable
15 Feb '19

Amankah Mengonsumsi Pil KB Saat Menyusui? Amankah Mengonsumsi Pil KB Saat Menyusui?
15 Feb '19

Working Mom: Pakai Hospital Grade Breastpump atau Portable Breastpump? Working Mom: Pakai Hospital Grade Breastpump atau Portable Breastpump?
15 Feb '19

Buds Organic Calming Rub Teman si Kecil Dikala Kembung dan Susah BAB Buds Organic Calming Rub Teman si Kecil Dikala Kembung dan Susah BAB
15 Feb '19

Pumping Efektif dengan Medela Portable Pump Pumping Efektif dengan Medela Portable Pump
15 Feb '19

Review Stroller Greentom by Mom Editha Review Stroller Greentom by Mom Editha
15 Feb '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kok Bisa Hamil Setelah 2 Kali Operasi Kista?

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  PREGNANCY  |  24 Jan '19

Selama 6 tahun, saya menjadi pelanggan setia UGD dan mendatanginya hampir setiap bulan. Ya, 6 tahun, terhitung sejak saya masuk SMA hingga kuliah. Awal saya menstruasi, semua layaknya anak perempuan, sekedar lemas dan mulas yang masih bisa ditahan. Sampai suatu hari, hari pertama datang bulan menjadi hari yang menyeramkan bagi saya. Perut terasa sangat melilit, berdiri tegak butuh perjuangan dan yang menjadikan saya harus ke UGD adalah karena sakit perut itu diiringi dengan muntah-muntah yang tidak dapat saya kendalikan.

Saking langganannya, saya dan staff UGD pun sudah hafal harus diberi treatment apa saja. Pertama-tama tentu diperiksa oleh dokter jaga, lalu saya akan diinfus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena muntah (beberapa kali sampai dehidrasi parah sehingga harus menggunakan jarum infus khusus anak kecil karena kulit dan tubuh sudah kering). Setelah itu baru saya disuntikkan obat bernama rantin untuk mengatasi mual muntahnya. Semuanya menjadi rutinitas bulanan sampai-sampai merasa stres setiap kali sudah memasuki tanggal datang bulan.

Beruntungnya, jadwal menstruasi saya selalu tepat, hanya maju atau mundur satu sampai tiga hari saja. Jadi ketika masa itu datang, saya tidak akan berani pergi keluar rumah kecuali sekolah. Pihak sekolahpun sudah ‘kenal’ dengan ritual bulanan saya tersebut.

Langkah pertama yang diambil oleh orangtua saya yaitu memeriksakan saya ke dokter spesialis kandungan. Dokter pertama mencoba untuk melakukan terapi hormon, jadi saya disuntikkan hormon (tidak tahu pasti apa namanya) dalam beberapa kali pertemuan. Sayangnya tidak membuahkan hasil.

Usaha kedua, mencoba pengobatan tradisional di Sukabumi. Terapinya seperti didoakan dan dipijit pada titik-titik tertentu, tidak ada obat yang harus dikonsumsi. Sudah sampai lebih dari 3 kali namun tidak juga ada perubahan positif yang dirasa. Usaha ketiga, mencoba herbal. Karena tidak hanya satu atau dua orang yang menyarankan meminum air godokan sirih, maka sayapun mencoba merutinkannya. Masih sama, pada bulan berikutnya tetap sakit luar biasa.

Usaha keempat, berkonsultasi ke salah satu dokter spesialis kandungan senior di Jakarta. Beliau memberikan obat KB khusus, saat itu sekitar tahun 2011 harganya hampir 500.000 untuk satu strip yaitu untuk 1 bulan. Diminum setiap hari, tidak boleh bolong. Menurut penjelasan dokternya, obat tersebut mengandung hormon yang mampu menstabilkan masalah hormon imbalance saya. Bersyukur, sebulan setelah mengonsumsi obat tersebut, benar saja hari pertama saya datang bulan tidak merasa mual muntah sama sekali, rasanya senang bukan main.

Lalu pada kontrol selanjutnya, dokter menjelaskan bahwa keefektifan obat KB yang saya konsumsi tersebut secara tidak langsung memberitahu bahwa masalah utamanya adalah hormon dan endometriosis. Di sisi lain, penggunaan obat KB tidak dianjurkan untuk dilanjutkan karena dikhawatirkan mengganggu kesuburan saya. Dalam hal ini, karena saya masih gadis, saya dan orangtua memutuskan untuk tidak melanjutkan penggunaan obat tersebut.

Akhirnya saya kembali lagi menghadapi rutinitas bulanan, berusaha menerima walau perasaan iri terhadap teman yang ‘normal’ tidak dapat dipungkiri. Bulan demi bulan terlewati. Beberapa UGD sudah saya cicipi. Sendiri, ditemani orangtua, ditemani teman. Pagi, siang, maupun jam 2 pagi, cukup banyak pengalaman saya.

Sampai suatu ketika terasa lebih parah dari biasanya dan hasil pemeriksaan USG menyatakan ada kista. Saat itu perasaan campur aduk antara takut menghadapi proses operasi untuk pertama kalinya dan senang akhirnya harapan sembuh pun muncul karena diketahuinya penyebab sakit bulanan itu.

Sayangnya, harapan sembuh dan terbebas dari jarum infus hanya bertahan 6 bulan saja. Kista kecil kembali muncul di lokasi yang berbeda. Sebenarnya tidak urgent untuk diambil, namun orangtua khawatir jika dibiarkan akan membesar. Menjalani proses persiapan hingga pemulihan pasca operasi, sungguh membuat stres tanpa saya sadari. Melelahkan fisik dan psikis saya. Saat itu, saya belum pernah mendengar ada anak seumuran saya mengalami hal yang sama, jadi mungkin ada rasa frustasi dan kecewa pada keadaan saat itu.

Rutinitas infus dan suntik terus berjalan hingga 1 minggu menjelang hari pernikahan saya. Yang saya ingat, sudah beberapa dokter mengatakan bahwa penyakit kista ini akan sembuh dengan menikah, hamil dan melahirkan. Ketiga proses tersebut melibatkan hormon yang berdampak baik pada tubuh, serta dengan melahirkan, diharapkan akan membuka jalan menstruasi dan secara otomatis mengikis penebalan dinding rahim. Namun, berdasarkan data, kecil kemungkinan untuk bisa hamil. Ketika memutuskan menikah saya dan suami sudah pasrah tentang hal ini.

Sebagai manusia, saya tetap memiliki harapan. Harapan agar dapat melewati momen pernikahan dengan sehat dan juga memiliki keturunan. Karena itu saya mencoba mengikuti 2 katering sekaligus menjelang hari pernikahan saya.

Berdasarkan sumber terpercaya, saya mempelajari bahwa masalah hormon ini erat kaitannya dengan apa yang masuk ke tubuh kita seperti lewat makanan, minuman, sampai kosmetik yang bahan-bahannya diserap kulit kita. Maka saya putuskan untuk fokus hanya makan dari katering dan mengganti sabun yang berlabel natural. Saat itu yang saya pilih adalah katering eat clean dan vegan untuk memperbanyak asupan sayur, mendetoks tubuh dan meningkatkan sistem imun.

Usaha dan doa menemui takdirnya, anugerah dari Yang Maha Kuasa, saya positif hamil sekitar dua minggu setelah menikah dan kini sedang mengandung anak kedua. Untuk saudara saya yang sedang menanti, yang sedang berjuang, jangan jadikan perjuanganmu sebagai beban, karena itu hanya cara Tuhan memperlakukan kita dengan spesial.

Semoga bermanfaat.

By: Niela Himmatina

Copyright by Babyologist

343 Niela Himmatina Send Message to Writer

Related Stories