Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kisahku Melawan Abses

MY STORY  |  24 Mar '19


Menjadi seorang ibu yang akan memiliki anak pertama adalah pengalaman yang paling menakjubkan. Kita ingin menjadi ibu yang sempurna dalam berbagai macam hal seperti melengkapi kebutuhan si Kecil, parenting, feeding dan lain sebagainya. Akan tetapi terkadang kita lupa untuk mempersiapkan diri kita untuk menghadapi masa-masa setelah melahirkan. Kita disibukkan dengan persiapan untuk anak dan melupakan kebutuhan kita. Hal ini perlu diperhatikan oleh seluruh Moms yang akan menjadi orangtua. Fase yang paling penting kita siapkan adalah "menyusui".

Saya memiliki seorang putri yang berusia 9 bulan yang bernama Lubna. Sekarang ia sudah makan dan tetap ASI eksklusif dengan saya. Lubna belum saya berikan susu formula karena ASI saya masih dapat mencukupi kebutuhan tubuhnya. Perjalanan saya untuk menyusui Lubna sangat luar biasa seperti roller coaster.

Saya mengalami mastitis yang berlanjut menjadi abses payudara dan berakhir dengan insisi (pembedahan untuk membersihkan nanah). ASI saya termasuk banyak dan saya sangat bersyukur setelah melalui pergulatan dengan bendungan di payudara ASI saya tetap lancar dan banyak hingga sekarang.

Awal mula saya mengetahui ilmu mengenai perASIan dari kelas persiapan kelahiran yang saya ikuti di RS Hermina. Bidan Laktasi membantu saya dan mengoreksi payudara untuk persiapan melahirkan. Saya baru mengetahui bahwa ASI saya sudah keluar sejak usia kehamilan 36 weeks. Saya termasuk terlambat untuk belajar mengenai perASIan. Ternyata banyak sekali hal yang harus saya pelajari agar fase menyusui menjadi lancar. Tidak terbesit sedikit pun bahwa mengASIhi sangat membutuhkan perjuangan. 

Awal mula terjadi bendungan ASI

Saya ingat betul saat itu Lubna berusia 2 bulan dan tepat saat idul fitri saya mengalami demam tinggi. Saya khawatir jika mengalami demam berdarah atau tipus. Saya tidak menduga bahwa ternyata demam yang menghampiri saya berasal dari adanya bendungan di payudara kiri. Saya tidak merasakan apa-apa hanya sedikit nyeri saja, hal ini sudah pernah saya rasakan di minggu pertama menyusui dan sensasi itu hilang sendiri saat saya menyusui.

Sehingga saya anggap wajar, tetapi setelah saya rasakan ternyata nyeri tersebut sudah bersarang sekitar 3 hari dengan bendungan yang makin mengeras. Saya sangat khawatir dan saya betul-betul tidak tau masalah "bendungan ASI". Setelah saya googling barulah saya tau kondisi itu disebut "milk duct atau bendungan susu". Saya pun mengikuti berbagai langkah yang tertulis dari berbagai literatur untuk meredakan sakitnya bendungan tersebut, tetapi sakitnya terus berlanjut.

Ciri-ciri dari bendungan ASI

  • Payudara bengkak
  • Sakit jika tersenggol atau mengenai bra
  • ASI tersumbat
  • Mengalami demam tinggi

Beberapa literatur yang saya temukan tertulis bahwa saya harus rajin menyusui anak saya menggunakan payudara yang sakit dan dikompres lalu dipijat. Semua langkah sudah saya tempuh namun tetap tidak berhasil. Saya akhirnya datang ke dokter dan mereka mengatakan hal yang sama dengan yang ada di google.

Saya masih merasakan sakit yang luar biasa, demam tinggi, dan menangis setiap malam karena tidak kuasa menahan sakit. Paracetamol satu-satunya obat yang dapat membuat saya sedikit tenang karena membuat rasa sakit berkutang. Setelah 8 hari ternyata bendungan tersebut sudah berubah menjadi mastitis dengan ciri-ciri payudara menjadi bengkak kemerahan.

Saya coba datang lagi ke dokter dan hanya merekomendasikan kepada saya untuk mengompres dengan "kubis yang didinginkan". Sudah saya lakukan hingga memberanikan diri untuk pijat laktasi terus dan tetap pumping. Hal ini juga tidak berhasil.

Saya akhirnya pergi ke dokter lain di rumah sakit lain, setelah di USG ternyata payudara saya sudah bernanah yang berarti sudah abses. Dokter meresepkan antibiotik dengan dosis tinggi untuk membantu melunakkan bendungan dan membantu pengeluaran nanah. Saya harus tetap memompa untuk mengeluarkan nanah dan payudara kiri sudah tidak boleh diberikan kepada bayi.

Ada perubahan cukup signifikan pada payudara kiri saya, rasa sakit sudah berangsur hilang dan sudah tidak sebengkak sebelumnya. Akan tetapi muncul benjolan seperti bisul di payudara saya dan ternyata itu adalah nanah. Dokter pernah mengatakan bahwa nanah itu akan mencari jalan keluarnya sendiri dan itulah yang terjadi pada saya.

Hari sebelum saya kontrol si bisul pecah dan mengeluarkan banyak nanah beserta ASI yang tercampur. Warnanya kekuningan dan terkadang tercampur darah. Hal ini benar-benar membuat saya tidak nyaman. Saya tetap pumping untuk membantu mempercepat pengeluaran nanah.

Sore harinya saya konsultasi kembali dengan SPOG namun dokter yang lain dan saya langsung dirujuk ke dokter bedah umum. Alhasil saya pun harus melakukan insisi. Luar biasa campur aduk rasanya tetapi saya bertekad ingin sembuh. Satu hal yang saya khawatirkan, apakah saya tetap dapat menyusui anak saya? Dokter mengatakan ya, tetap bisa tetapi prosesnya seperti di awal saat mulai menyusui. Jawaban tersebut membuat saya berani untuk melakukan pembedahan.

Hari pembedahan

Malam sebelum saya dioperasi, saya harus berpuasa 7 jam karena esoknya akan dibius total selama operasi berlangsung. Lubna ikut tidur di rumah sakit karena dia hanya bisa lacth on. Lubna pulang ke rumah esok harinya dengan kakak saya tepat 10 menit saya masuk ruang operasi di keesokan paginya. Sungguh saya menangis saat itu. Rasanya campur aduk dan ingin tetap bersama anak saya.

Setelah itu tepat pukul 07.30 WIB operasi dimulai dan pukul 11.00 WIB saya bangun di ruang pemulihan dengan kondisi PD kiri saya dibebat sangat tebal. Suami saya menceritakan bahwa dokter telah menunjukkan ASI bercampur nanah yang dikeluarkan dari PD kiri dengan jumlah yang sangat banyak. Syukurlah operasi berjalan dengan lancar.

Perjuangan belum usai karena proses pemulihan juga tidak mudah. Saya harus rajin ganti perban dan tampon karena nanah yang bersisa harus dikeluarkan sampai habis. Saya melakukan home care kurang lebih 2 bulan sampai pada akhirnya luka saya menutup. Saat perawatan pasca operasi kurang lebih 2 minggu pertama, saya betul-betul belum berani mengganti perban sendiri karena luka operasi menganga.

Tidak ada proses menjahit, luka robekan dibiarkan menganga dan diisi tampon untuk menyerap sisa nanah. Luka akan sendirinya menutup dengan tumbuhnya jaringan baru. Setelah luka saya menutup 80% saya melakukan perawatan sendiri dengan melakukan pijat laktasi setiap hari. Saat ini PD kiri saya sudah 100% sembuh namun ASI yang diproduksi sangat jauh menurun. Tetapi saya tetap bersyukur bahwa semua proses tersebut sudah saya lalui dan walaupun produksi ASI dari PD kiri sedikit, PD kanan saya dapat memenuhi kebutuhan Lubna. 

Para Moms yang akan menjadi orangtua, segeralah untuk mempelajari berbagai macam hal terkait perASIan. MengASIhi ternyata tidak mudah, perlu perjuangan dan kesabaran. Jangan sampai mengalami hal seperti saya karena betul-betul dapat mengganggu banyak aktivitas terutama kepada anak.

Rajinlah menyusui anak dan mengosongkan payudara, jika terasa nyeri pijat payudara Moms sesuai dengan saran dari bidan laktasi Moms. Persiapkan juga bra menyusui yang nyaman, karena salah satu penyebab dari saya mengalami bendungan ASI saat itu adalah salah dalam memilih bra. Jangan segan untuk meminta bantuan suami untuk membantu Moms dalam proses mengASIhi. Proses menyusui ini adalah proses yang akan Moms rindukan kelak. Selamat mengASIhi.

Semoga bermanfaat.

By: Syavira Martha

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

765 Syavira Martha

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Persiapan Libur Panjang, Yuk Intip Aktivitas Seru untuk si Kecil

Persiapan Libur Panjang, Yuk Intip Aktivitas Seru untuk si Kecil. Meski

Rekomendasi ASI Booster versi Babyo

Agar Moms bisa menimbang kebutuhan ASI booster yang sesuai, berikut adalah rekomendasi ASI booster untuk ibu menyusui versi Babyo. Bagaimana [...]

Mom, Keluargaku Menentang Kehamilanku

SELASA CURHAT: Keluarga sama sekali ga membantu aku. Malah bilang, "Rasain tuh suruh siapa hamil". Padahal aku dan suamipun ga merencanakan. [...]

Mom, Apa Semua Harus Jadi Salahku?

SELASA CURHAT: Akhir-akhir ini aku ngerasa hambar dengan pernikahan ini. Aku harus gimana ya moms?

Mom, Apakah Ngidamku Ini Salah?

SELASA CURHAT: Aku ingin curhat seputar ngidam pada kehamilan, ada yang bilang ngidam itu wajar dan ada juga yang bilang itu cuma [...]

Kesempatan Kedua Setelah Kehilangan

APA KATA MOMS? Bagaimana sih menurut Moms tentang kesempatan kedua setelah kehilangan (keguguran)?

Mom, Aku Tidak Didukung Menyapih

SELASA CURHAT: Aku merasa tidak mendapat support darimana-mana. Di rumah sendiri aku kewalahan, di rumah orangtua aku dikomentarin.

Mau Me Time, Tapi Kepikiran Anak

APA KATA MOMS? Bagaimana sih cara Moms menjalani me time tanpa rasa bersalah dan jadi kepikiran soal anak?

Moms, Apakah Hubunganku dengan Suami Sehat?

SELASA CURHAT: Aku seringkali berdebat sama suami soal banyak hal termasuk cara mendidik anak. Apa memang semua rumah tangga awalnya begini ya [...]

Salah Banget Ya, Gunakan MPASI Instan?

APA KATA MOMS? Tentunya Moms punya pertimbangan sendiri memilih MPASI Instan, yang notabene juga bisa memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Moms, Anakku Susah Diatur

SELASA CURHAT: Anakku belakangan ini dia mudah sekali ngambek kalo kehendaknya gak di turutin, mulai agak jail sama teman-temannya, dan kalo aku [...]

Komentar Nyebelin untuk Ibu Hamil

APA KATA MOMS? Bagaimana Moms menghadapi orang yang suka berkomentar 'nyebelin' untuk ibu hamil?

Anti Panik Menjaga Kesehatan Gigi Anak 0-3 Tahun

Hallo parents, pernah tidak merasa kesulitan menjaga kesehatan gigi anak?

Membuat Anak Mencintai Negara Indonesia

Sudahkah kita sebagai warga negara Indonesia memiliki rasa cinta kepada tanah air kita?

Moms, Aturan Anakku Dilanggar Kakek Neneknya

SELASA CURHAT: Aku selama dirumah jarang banget kasih anakku jajanan MSG atau cokelat yang ga bagus untuk giginya. Eh giliran di rumah kakek [...]

Serba Salah Menjadi Orang Tua

APA KATA MOMS? Bagaimana Moms menghadapi kondisi serba salah menjadi orang tua?

Mom, Pandemi Ini Membuatku Goyah

SELASA CURHAT: Ekonomi yang lagi surut karna pekerjaan suami terkena dampak, ditambah kondisi anak yang memerlukan perhatian penuh.

Asisten Rumah Tangga, Perlu atau Tidak?

APA KATA MOMS? Sayangnya, kadang anak malah jadi lebih dekat pada asisten rumah tangga atau pengasuhnya daripada bersama dengan Moms. Bagaimana [...]

Mom, Aku Lelah!

Setiap Selasa, Babyo ingin memberikan kesempatan Moms untuk curhat seputar kehamilan dan parenting. Akan ada curhat Moms yang akan Babyo post [...]

Suka Duka Bersama Mertua

APA KATA MOMS? Berhubung harus di rumah aja, minggu ini Babyo ingin mendengar pendapat Moms tentang tinggal bersama dengan mertua, nih.