DAILY FEED

Dadar Gulung Bayam Dadar Gulung Bayam
26 Apr '19

SCOORA Bine, Kasur Bayi yang Multifungsi SCOORA Bine, Kasur Bayi yang Multifungsi
22 Apr '19

Baby Blues akibat Jauh dari Orangtua dan Anak yang BBLR Baby Blues akibat Jauh dari Orangtua dan Anak yang BBLR
26 Apr '19

Telon Doodle: Minyak Telon Kekinian Telon Doodle: Minyak Telon Kekinian
26 Apr '19

Sejak Kapan Sebaiknya Mengajak si Kecil Berkomunikasi? Sejak Kapan Sebaiknya Mengajak si Kecil Berkomunikasi?
26 Apr '19

Smart Shopping for Kids Clothings Smart Shopping for Kids Clothings
22 Apr '19

Memilih Bak Mandi yang Baik untuk si Kecil Memilih Bak Mandi yang Baik untuk si Kecil
26 Apr '19

Pembuatan Paspor Anak Pembuatan Paspor Anak
26 Apr '19

Keju untuk MPASI si Kecil Keju untuk MPASI si Kecil
26 Apr '19

Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga
16 Apr '19

Manfaat Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari Manfaat Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari
26 Apr '19

Ini Sebab Kulit Moms Lebih Gelap Saat Hamil Ini Sebab Kulit Moms Lebih Gelap Saat Hamil
25 Apr '19

MPASI Home Made vs Instan, Mana yang Lebih Bagus? MPASI Home Made vs Instan, Mana yang Lebih Bagus?
25 Apr '19

Bekal Praktis dengan OmieBox Bekal Praktis dengan OmieBox
13 Apr '19

Yakin Anak Moms Sedang GTM? Yakin Anak Moms Sedang GTM?
25 Apr '19

Hilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Kulit si Kecil Dengan Lucas Papaw Hilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Kulit si Kecil Dengan Lucas Papaw
25 Apr '19

Cottonseed Oil, Apa Manfaatnya? Cottonseed Oil, Apa Manfaatnya?
25 Apr '19

Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum
09 Apr '19

Perkedel Daging ala Mom Kartika Perkedel Daging ala Mom Kartika
25 Apr '19

Asam Folat Dan Vitamin E Caraku Agar Cepat Hamil Asam Folat Dan Vitamin E Caraku Agar Cepat Hamil
25 Apr '19

Air Purifier Bisa Membasmi Penyebab Flu? Air Purifier Bisa Membasmi Penyebab Flu?
25 Apr '19

Cara Mengatur Anak Agar Tidur Malam Tepat Waktu Cara Mengatur Anak Agar Tidur Malam Tepat Waktu
25 Apr '19

Penyebab Benjolan di Kulit Ibu Hamil Penyebab Benjolan di Kulit Ibu Hamil
25 Apr '19

Masker Rambut Dari Cottonseed Oil Masker Rambut Dari Cottonseed Oil
25 Apr '19

Bahaya Madu untuk Bayi Berusia Di Bawah 1 Tahun Bahaya Madu untuk Bayi Berusia Di Bawah 1 Tahun
25 Apr '19

Khasiat Cottonseed Oil Sebagai Bahan Dasar Produk Naif Khasiat Cottonseed Oil Sebagai Bahan Dasar Produk Naif
25 Apr '19

Bagaimana Cara Mom Melissa Melakukan Sleep Training pada si Kecil? Bagaimana Cara Mom Melissa Melakukan Sleep Training pada si Kecil?
25 Apr '19

Bouncer Sugar Baby 10 in 1, Penolong Ibu Ketika Repot Bouncer Sugar Baby 10 in 1, Penolong Ibu Ketika Repot
25 Apr '19

Gunting Rambut Saat Hamil Kenapa Nggak? Gunting Rambut Saat Hamil Kenapa Nggak?
25 Apr '19

Jangan Lakukan Ini Agar Liburan Berakhir Menyenangkan Jangan Lakukan Ini Agar Liburan Berakhir Menyenangkan
25 Apr '19

Babyo Story with Mom Tania Putri: Cara Atasi Hyperemesis dan Siap ASI Babyo Story with Mom Tania Putri: Cara Atasi Hyperemesis dan Siap ASI
25 Apr '19

Review: Baby Huki Liquid Cleanser by Mom Intan Review: Baby Huki Liquid Cleanser by Mom Intan
25 Apr '19

Praktis Memasak Menu MPASI Praktis dengan Slowcooker Babysafe Praktis Memasak Menu MPASI Praktis dengan Slowcooker Babysafe
25 Apr '19

Pendarahan Saat Hamil Muda? Yuk Segera Cek Ke Dokter Kandungan Pendarahan Saat Hamil Muda? Yuk Segera Cek Ke Dokter Kandungan
25 Apr '19

Butter Fried Crab ala Mom Sherly Butter Fried Crab ala Mom Sherly
25 Apr '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kisahku Melawan Abses

MY STORY  |  24 Mar '19

Menjadi seorang ibu yang akan memiliki anak pertama adalah pengalaman yang paling menakjubkan. Kita ingin menjadi ibu yang sempurna dalam berbagai macam hal seperti melengkapi kebutuhan si Kecil, parenting, feeding dan lain sebagainya. Akan tetapi terkadang kita lupa untuk mempersiapkan diri kita untuk menghadapi masa-masa setelah melahirkan. Kita disibukkan dengan persiapan untuk anak dan melupakan kebutuhan kita. Hal ini perlu diperhatikan oleh seluruh Moms yang akan menjadi orangtua. Fase yang paling penting kita siapkan adalah "menyusui".

Saya memiliki seorang putri yang berusia 9 bulan yang bernama Lubna. Sekarang ia sudah makan dan tetap ASI eksklusif dengan saya. Lubna belum saya berikan susu formula karena ASI saya masih dapat mencukupi kebutuhan tubuhnya. Perjalanan saya untuk menyusui Lubna sangat luar biasa seperti roller coaster.

Saya mengalami mastitis yang berlanjut menjadi abses payudara dan berakhir dengan insisi (pembedahan untuk membersihkan nanah). ASI saya termasuk banyak dan saya sangat bersyukur setelah melalui pergulatan dengan bendungan di payudara ASI saya tetap lancar dan banyak hingga sekarang.

Awal mula saya mengetahui ilmu mengenai perASIan dari kelas persiapan kelahiran yang saya ikuti di RS Hermina. Bidan Laktasi membantu saya dan mengoreksi payudara untuk persiapan melahirkan. Saya baru mengetahui bahwa ASI saya sudah keluar sejak usia kehamilan 36 weeks. Saya termasuk terlambat untuk belajar mengenai perASIan. Ternyata banyak sekali hal yang harus saya pelajari agar fase menyusui menjadi lancar. Tidak terbesit sedikit pun bahwa mengASIhi sangat membutuhkan perjuangan. 

Awal mula terjadi bendungan ASI

Saya ingat betul saat itu Lubna berusia 2 bulan dan tepat saat idul fitri saya mengalami demam tinggi. Saya khawatir jika mengalami demam berdarah atau tipus. Saya tidak menduga bahwa ternyata demam yang menghampiri saya berasal dari adanya bendungan di payudara kiri. Saya tidak merasakan apa-apa hanya sedikit nyeri saja, hal ini sudah pernah saya rasakan di minggu pertama menyusui dan sensasi itu hilang sendiri saat saya menyusui.

Sehingga saya anggap wajar, tetapi setelah saya rasakan ternyata nyeri tersebut sudah bersarang sekitar 3 hari dengan bendungan yang makin mengeras. Saya sangat khawatir dan saya betul-betul tidak tau masalah "bendungan ASI". Setelah saya googling barulah saya tau kondisi itu disebut "milk duct atau bendungan susu". Saya pun mengikuti berbagai langkah yang tertulis dari berbagai literatur untuk meredakan sakitnya bendungan tersebut, tetapi sakitnya terus berlanjut.

Ciri-ciri dari bendungan ASI

  • Payudara bengkak
  • Sakit jika tersenggol atau mengenai bra
  • ASI tersumbat
  • Mengalami demam tinggi

Beberapa literatur yang saya temukan tertulis bahwa saya harus rajin menyusui anak saya menggunakan payudara yang sakit dan dikompres lalu dipijat. Semua langkah sudah saya tempuh namun tetap tidak berhasil. Saya akhirnya datang ke dokter dan mereka mengatakan hal yang sama dengan yang ada di google.

Saya masih merasakan sakit yang luar biasa, demam tinggi, dan menangis setiap malam karena tidak kuasa menahan sakit. Paracetamol satu-satunya obat yang dapat membuat saya sedikit tenang karena membuat rasa sakit berkutang. Setelah 8 hari ternyata bendungan tersebut sudah berubah menjadi mastitis dengan ciri-ciri payudara menjadi bengkak kemerahan.

Saya coba datang lagi ke dokter dan hanya merekomendasikan kepada saya untuk mengompres dengan "kubis yang didinginkan". Sudah saya lakukan hingga memberanikan diri untuk pijat laktasi terus dan tetap pumping. Hal ini juga tidak berhasil.

Saya akhirnya pergi ke dokter lain di rumah sakit lain, setelah di USG ternyata payudara saya sudah bernanah yang berarti sudah abses. Dokter meresepkan antibiotik dengan dosis tinggi untuk membantu melunakkan bendungan dan membantu pengeluaran nanah. Saya harus tetap memompa untuk mengeluarkan nanah dan payudara kiri sudah tidak boleh diberikan kepada bayi.

Ada perubahan cukup signifikan pada payudara kiri saya, rasa sakit sudah berangsur hilang dan sudah tidak sebengkak sebelumnya. Akan tetapi muncul benjolan seperti bisul di payudara saya dan ternyata itu adalah nanah. Dokter pernah mengatakan bahwa nanah itu akan mencari jalan keluarnya sendiri dan itulah yang terjadi pada saya.

Hari sebelum saya kontrol si bisul pecah dan mengeluarkan banyak nanah beserta ASI yang tercampur. Warnanya kekuningan dan terkadang tercampur darah. Hal ini benar-benar membuat saya tidak nyaman. Saya tetap pumping untuk membantu mempercepat pengeluaran nanah.

Sore harinya saya konsultasi kembali dengan SPOG namun dokter yang lain dan saya langsung dirujuk ke dokter bedah umum. Alhasil saya pun harus melakukan insisi. Luar biasa campur aduk rasanya tetapi saya bertekad ingin sembuh. Satu hal yang saya khawatirkan, apakah saya tetap dapat menyusui anak saya? Dokter mengatakan ya, tetap bisa tetapi prosesnya seperti di awal saat mulai menyusui. Jawaban tersebut membuat saya berani untuk melakukan pembedahan.

Hari pembedahan

Malam sebelum saya dioperasi, saya harus berpuasa 7 jam karena esoknya akan dibius total selama operasi berlangsung. Lubna ikut tidur di rumah sakit karena dia hanya bisa lacth on. Lubna pulang ke rumah esok harinya dengan kakak saya tepat 10 menit saya masuk ruang operasi di keesokan paginya. Sungguh saya menangis saat itu. Rasanya campur aduk dan ingin tetap bersama anak saya.

Setelah itu tepat pukul 07.30 WIB operasi dimulai dan pukul 11.00 WIB saya bangun di ruang pemulihan dengan kondisi PD kiri saya dibebat sangat tebal. Suami saya menceritakan bahwa dokter telah menunjukkan ASI bercampur nanah yang dikeluarkan dari PD kiri dengan jumlah yang sangat banyak. Syukurlah operasi berjalan dengan lancar.

Perjuangan belum usai karena proses pemulihan juga tidak mudah. Saya harus rajin ganti perban dan tampon karena nanah yang bersisa harus dikeluarkan sampai habis. Saya melakukan home care kurang lebih 2 bulan sampai pada akhirnya luka saya menutup. Saat perawatan pasca operasi kurang lebih 2 minggu pertama, saya betul-betul belum berani mengganti perban sendiri karena luka operasi menganga.

Tidak ada proses menjahit, luka robekan dibiarkan menganga dan diisi tampon untuk menyerap sisa nanah. Luka akan sendirinya menutup dengan tumbuhnya jaringan baru. Setelah luka saya menutup 80% saya melakukan perawatan sendiri dengan melakukan pijat laktasi setiap hari. Saat ini PD kiri saya sudah 100% sembuh namun ASI yang diproduksi sangat jauh menurun. Tetapi saya tetap bersyukur bahwa semua proses tersebut sudah saya lalui dan walaupun produksi ASI dari PD kiri sedikit, PD kanan saya dapat memenuhi kebutuhan Lubna. 

Para Moms yang akan menjadi orangtua, segeralah untuk mempelajari berbagai macam hal terkait perASIan. MengASIhi ternyata tidak mudah, perlu perjuangan dan kesabaran. Jangan sampai mengalami hal seperti saya karena betul-betul dapat mengganggu banyak aktivitas terutama kepada anak.

Rajinlah menyusui anak dan mengosongkan payudara, jika terasa nyeri pijat payudara Moms sesuai dengan saran dari bidan laktasi Moms. Persiapkan juga bra menyusui yang nyaman, karena salah satu penyebab dari saya mengalami bendungan ASI saat itu adalah salah dalam memilih bra. Jangan segan untuk meminta bantuan suami untuk membantu Moms dalam proses mengASIhi. Proses menyusui ini adalah proses yang akan Moms rindukan kelak. Selamat mengASIhi.

Semoga bermanfaat.

By: Syavira Martha

Copyright by Babyologist

163 Syavira Martha Send Message to Writer

Related Stories