Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kiat Mencegah si Kecil dari Kepala Peyang

BABY  |  BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  04 Jun '20


Flat head syndrome adalah sebuah sindrom yang ditandai dengan tidak simetrisnya kondisi kepala bayi. Sindrom yang terjadi karena tulang tengkorak bayi yang masih lembut ini juga dikenal dengan nama sindrom kepala peyang. Memang, kepala yang peyang tidak mempengaruhi kondisi organ di dalamnya yaitu otak. Akan tetapi, sindrom ini dapat terbawa hingga dewasa lalu mempengaruhi penampilan fisiknya.

Sindrom kepala peyang penyebabnya bermacam-macam, misalnya:

  • Posisi tidur yang selalu sama membuat kepala si Kecil hanya tertekan di satu sisi saja sehingga tidak simetris
  • Saat masih di dalam kandungan, bayi kembar harus berbagi ruang rahim sehingga terlalu sempit dan memengaruhi kondisi fisik kepala masing-masing
  • Bayi lahir prematur sehingga tulangnya lebih lunak daripada bayi yang lahir normal; lebih lama terbaring di tempat tidur sehingga kepala tertekan di satu sisi saja
  • Bayi yang lahir melalui proses vakum juga berpotensi mengalami tekanan pada tulang tengkorak saat dilahirkan
  • Posisi sungsang saat dalam kandungan memperbesar risiko kepala peyang karena ruang rahim lebih sempit

Tidak simetrisnya kepala si Kecil sesungguhnya mudah diperbaiki terutama jika dia masih berusia muda.Umumnya, pembentukan kepala bayi masih dapat berubah hingga usia 12 bulan sehingga sindrom ini bisa diatasi dan dicegah dengan cara-cara berikut:

1. Gonta-ganti posisi tidur si Kecil secara berkala

Agar tidak tidur dalam posisi yang selalu sama, Moms perlu mengganti-ganti posisi tidur si Kecil secara berkala. Ubah posisi kepalanya bergantian dari kanan ke kiri, dan sebaliknya, saat dia sedang tidur telentang.

2. Ubah posisi mainan dan tempat tidur

Ubah posisi mainan yang dipasang di atas kepalanya secara berkala agar dia menengok ke arah yang berbeda-beda setiap kali tidur. Ganti posisi tempat tidurnya secara rutin agar dia aktif menggerakkan kepalanya tidak hanya menetap di satu posisi saja.

3. Rutin mengubah posisi menggendong

Agar si Kecil tidak bosan dan tidak mengalami tekanan berlebih pada satu sisi kepala, variasikan cara menggendongnya. Suatu waktu, gendong dengan posisi tegak. Di waktu yang lain, dekap dia atau gendonglah dalam posisi miring.

4. Dorong si Kecil melakukan aktivitas tummy time

Tummy time alias bermain dengan posisi tengkurap sangat bermanfaat untuk mengistirahatkan kepala si Kecil dari posisi bersandar. Karena itu, rutinkan tummy time di siang hari saat dia sedang terbangun. Selama 8 minggu pertama, jadwalkan tummy time selama 5 menit dalam sehari. Setelah itu, frekuensi dapat ditingkatkan menjadi 3 kali sehari, masing-masing 5 menit. Selain mencegah kepala peyang, tummy time juga efektif untuk meningkatkan kekuatan leher si Kecil. Tetap awasi si Kecil saat tummy time, ya, Moms!

5. Perhatikan posisi menyusui

Gunakan lengan kanan dan kiri bergantian untuk menyangga kepala si Kecil saat menyusui. Ini akan membuat kepalanya tidak berada dalam satu posisi terus-terusan.

6. Gunakan bantal anti peyang sebagai alas kepala

Penggunaan bantal biasa tidak direkomendasikan untuk bayi. Pemilihan bantal tidur yang tidak tepat bisa membuat bayi terguling, sesak napas, alergi, bahkan mengalami sindrom kematian mendadak. Jika memang ingin menggunakan bantal sebagai alas kepala si Kecil, Moms perlu membeli bantal anti peyang. Bantal khusus ini memiliki desain yang mendukung pertumbuhan kepala bayi dengan sempurna, tetap bulat, mencegah Plagiocephaly alias flat head syndrome. Bantal peyang biasanya memiliki kontur cekung untuk menjaga pembentukan kepala bayi agar tetap bulat normal. Pilih bantal yang sesuai dengan ukuran tubuh dan kepala si Kecil, terbuat dari material anti-alergi dan tidak membuat gerah, dan dapat dipasang di berbagai tempat tidur seperti baby box, bouncer, carrycots, carseats, stroller, dan pushchairs.

Nah, Moms, itulah tadi kiat-kiat mencegah kepala si Kecil menjadi peyang. Lakukan tips-tips tersebut dengan penuh semangat, ya, Moms!

 

Referensi: Alodokter,  SehatQTirto ID

 

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2356 Babymoov Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sudahkah Moms Memandikan Si Kecil Dengan Benar?

Sudahkah Moms memandikan Si Kecil dengan benar?

Apa yang Sebaiknya Dilakukan untuk Memastikan Stroller Bebas dari Virus?

Stroller adalah salah satu barang keperluan si Kecil yang perlu dipastikan bebas dari virus Moms. Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengajak Si Kecil Berjemur

Moms and Dads, sebelum mengajak si Kecil berjemur, simak tips berikut ini!

Skincare Mendasar Untuk si Kecil

Apa saja skincare yang menjadi kebutuhan si Kecil? Simak berikut ini.

Kenali Keajaiban Sentuhan dan Pelukanmu untuk si Kecil, Moms!

Moms, tahukah Anda bahwa sentuhanmu dapat memberikan keajaiban untuk si Kecil? Simak berikut ini.

Cegah Alergi dan Iritasi terhadap Tisu Basah Bayi

Kulit bayi yang sensitif membutuhkan perhatian ekstra sehingga Moms perlu berhati-hati dalam memilih produk.

Tips Merawat Pernapasan Bayi dengan Humidifier

Menurut dokter di Johns Hopkins All Children’s Hospital, humidifier bisa mengatasi hidung tersumbat.

Pentingnya Memilih Wipes yang Aman untuk si Kecil

Banyak tisu basah bayi yang di jual di pasaran. Tapi kenapa kita harus berhati-hati dalam memilihnya?

Bagaimana Cara Mengenali Jenis Kulit Bayiku?

Tapi tahukah Moms, bahwa pada dasarnya kulit bayi usia 0-2 tahun memang sensitif?

Sisik pada Kepala Bayi

Pertumbuhan rambut Si Kecil dapat terhambat akibat cradle cap/kerak kepala, maka Mom harus segera mengatasinya.