Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kiat-kiat untuk Mengatasi Paranoid

BRANDS  |  MY STORY  |  REVIEWS  |  26 Nov '20


Pandemi COVID-19 menyebabkan orang-orang di seluruh dunia mengalami kepanikan massal. Hal ini berdampak besar pada keadaan ekonomis, sosial, dan psikologi masyarakat dari berbagai latar belakang dan golongan. Rasa cemas dan kekhawatiran ini bisa menimbulkan gejala gangguan mental, salah satunya gangguan kepribadian paranoid.

Paranoid personality disorder adalah gangguan kepribadian eksentrik yang ditandai dengan rasa curiga dan tidak percaya terhadap orang lain. Orang yang mengidap gangguan kepribadian paranoid tetap menaruh rasa tidak percaya dan curiga tanpa henti meski tidak ada hal yang bisa membahayakan dirinya.

Di kala pandemi COVID-19 seperti ini, serangan informasi yang berlebihan bisa menyebabkan paranoid. Pasalnya, informasi tersebut banyak macamnya, dari yang akurat hingga yang merupakan hoaks belaka. Seseorang yang kurang mengerti akan kebenaran informasi tersebut bisa merasa cemas tanpa dasar dan ini menimbulkan gejala-gejala psikosomatis seperti jantung berdebar-debar dan sulit bernapas. Individu tersebut lantas bisa mengaitkan gejala ini dengan gejala penyakit Corona, yang membuatnya semakin panik dan cemas berlebihan.

Karena itulah, Moms perlu mengetahui faktor risiko, gejala, dan kiat-kiat mengatasi gangguan kepribadian paranoid:

Faktor risiko gangguan kepribadian paranoid

  • Pria lebih berisiko mengidap gangguan kepribadian paranoid dibandingkan dengan wanita.
  • Orang yang memiliki keluarga yang mengidap skizofrenia lebih rentan mengalami gangguan kepribadian paranoid daripada yang tidak.
  • Orang dengan masa awal kanak-kanak mengalami trauma fisik dan emosional lebih mungkin mengidap gangguan kepribadian paranoid daripada yang tidak.

Gejala yang dapat muncul pada orang-orang yang mengidap gangguan kepribadian paranoid

  • Meragukan komitmen, kesetiaan, atau kepercayaan orang lain
  • Merasa orang lain akan mengeksploitasi atau menipu mereka
  • Enggan curhat kepada orang lain karena takut informasi yang disampaikan akan digunakan untuk melawan mereka
  • Tidak mau memaafkan orang lain dan menyimpan dendam
  • Sangat sensitif dan tidak bisa dikritik
  • Membaca makna tersembunyi dalam pernyataan sederhana dan penampilan kasual orang lain
  • Marah dan cepat membalas adanya serangan pada karakter mereka yang tidak tampak bagi orang lain
  • Curiga terus-menerus dan tanpa alasan kepada pasangan bahwa mereka tidak setia
  • Secara umum bersikap dingin kepada orang lain dan menjauhkan diri dalam hubungan mereka dengan orang lain
  • Kemungkinan menjadi pengendali atau pencemburu dalam hubungan dengan orang lain
  • Sulit untuk bersantai
  • Tidak bersahabat, keras kepala, dan argumentatif ketika berhadapan dengan orang lain
  • Merasa diri selalu benar

Kiat-kiat untuk mengatasi gangguan kepribadian paranoid

Meski belum ada cara jitu agar gangguan kepribadian paranoid dapat dicegah secara tuntas, ada beberapa kiat yang dapat meringankan apa yang sedang dirasakan atau dihadapi para pengidap gangguan kepribadian paranoid, di antaranya:

1.    Mempelajari apa sih gangguan kepribadian paranoid itu

Seperti kata pepatah “tak kenal, maka tak sayang”, Moms mungkin merasa gangguan kepribadian paranoid sebagai suatu hal yang asing dan menakutkan. Padahal, menurut psikolog Inggris dan ahli paranoid di King’s College Institute of Psychiatry, Daniel Freeman, setidaknya 1 dari 4 orang London memiliki pikiran paranoid secara berkala. Gangguan ini memiliki spektrum yang luas, mulai dari delusi berbahaya yang mendorong penderita skizofrenia melakukan kekerasan, hingga ketakutan irasional yang dialami banyak orang setiap hari. Maka, dengan pengetahuan yang cukup, diharapkan Moms dapat mengidentifikasi gejala awal paranoid dan segera mencari pertolongan yang tepat.

2.    Menulis buku harian

Mencurahkan segala isi hati dan pikiran ke dalam buku harian bisa menjadi obat mujarab penghilang rasa paranoid. Ketika kecemasan dan ketidak percayaan kepada orang lain menghampiri benak Moms, segera ungkapkan isi hati ke dalam diary sebagai media terapi. Kegiatan ini juga membantu Moms mengenal diri sendiri, meningkatkan kreativitas, dan mengabadikan sejarah diri.

3.    Menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang (narkoba)

Orang sering mengonsumsi alkohol untuk mengurangi stres. Akan tetapi, setelah putus mengonsumsi minuman beralkohol, rasa cemas akan malah semakin menjadi. Begitu juga dengan konsumsi narkoba. Gejala paranoid dapat timbul pada saat seseorang memakai dan setelah mengonsumsi narkoba. Sebabnya, alkohol dan narkoba memengaruhi mekanisme kerja otak, menimbulkan efek yang bisa berlangsung menetap bahkan setelah tidak menggunakannya.

4.    Menjalin hubungan baik dengan orang lain

Pandemi COVID-19 membuat semua orang perlu menjalankan physical distancing. Pergerakan keluar rumah pun terbatas untuk hal-hal esensial saja. Ini menyebabkan beberapa kegiatan sosialisasi di luar rumah tidak disarankan untuk dilakukan. Padahal, tetap terhubung dengan orang lain merupakan salah satu cara agar pikiran kita selalu sehat. Kita beruntung masih dapat menggunakan teknologi informasi yang bisa menghubungkan diri kita dengan orang lain di seluruh dunia. Maka, manfaatkanlah Instagram, WhatsApp, Zoom, dan aplikasi telekomunikasi lainnya untuk tetap bertatap muka dan berkomunikasi. Ingatlah bahwa Moms tidak benar-benar sendirian dalam menghadapi hidup khususnya pandemi COVID-19 ini. Bila perlu, bergabunglah dengan kelompok pendukung yang bisa menampung keluh-kesah termasuk kekhawatiran-kekhawatiran Moms.

5.    Melakukan kegiatan relaksasi

Kegiatan relaksasi sederhana di rumah seperti mendengarkan musik, latihan pernapasan, meditasi, hingga yoga dapat menghilangkan stres dan kecemasan hingga pikiran-pikiran negatif yang menghinggapi seseorang. Yoga merupakan kegiatan relaksasi yang memadukan antara latihan pernapasan dan gerakan-gerakan yang meregangkan otot. Yoga sudah terbukti dapat mengurangi kecemasan, menenangkan pikiran, dan membuat orang yang melakukannya merasa lebih bahagia.

Ketika melakukan yoga, Moms tentu membutuhkan ruangan yang tenang dengan ventilasi udara yang baik. Tidak lucu rasanya kalau tempat khusus yoga Moms memiliki kondisi udara yang buruk bahkan kotor. Agar kualitas udara di rumah tetap terjaga, gunakan air purifier DREW Pure 1 yang dapat memfilter udara kotor lalu mengalirkan udara bersih sehingga Moms dapat #BernafasLebihBaik.

DREW Pure 1 memiliki sejumlah fitur unggulan sebagai berikut:

  • Filter HEPA 13 untuk menangkap polutan-polutan berukuran kecil (0,3 mikron) sehingga dapat membersihkan udara hingga 99,97%,
  • Sinar UV-C germicidal internal yang dapat mensterilkan udara dari virus, bakteri, kuman penyakit, dan alergen,
  • Clean Air Delivery Rate (CADR) 60 yang efektif membersihkan udara kotor di ruangan dengan luas hingga 15 meter persegi,
  • Ambient night light untuk kenyamanan tidur sekeluarga, menciptakan suasana relaks sehingga mengurangi stres,
  • Mudah dioperasikan dengan timer, sleep mode, dan kipas yang dapat diatur kecepatannya,
  • Hemat energi karena hanya membutuhkan daya listrik rendah yaitu 45 watt

Ketika Moms atau keluarga Moms menunjukkan gejala-gejala gangguan kepribadian paranoid, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, dokter akan menjadwalkan terapi bicara dan obat-obatan. Gangguan kepribadian memang sejauh ini belum dapat disembuhkan. Meski begitu, penderita dapat hidup dengan normal jika terus mendapatkan pengobatan, perhatian, dan dukungan sehingga gejalanya bisa dikendalikan.

Referensi: Alodokter, HaloDoc, Live Science, WebMD

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

322 Drew Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Babyo Review, Berdee 2 in 1 Aves

Seorang bayi baru lahir hingga usia 6 bulan sangat membutuhkan ASI untuk pertumbuhannya. Bahkan,

Babyo Review: PRENAGEN lactamom

Bayi baru lahir hingga usia 2 tahun sedang berada dalam masa-masa keemasan. Yuk Moms, kenali asupan nutrisi yang tepat disaat menyusui si Kecil [...]

Babyo Review Grow Happy Club

Melalui program Grow Happy Club, orang tua dapat menukarkan beragam hadiah dengan cara mengumpulkan poin!

Tips Mempersiapkan Perlengkapan Tidur Si Kecil by Mommy Nike Yosephine

Pengalaman mempersiapkan perlengkapan tidur si kecil bagiku adalah pengalaman yang sangat menyenangkan.