Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kiat Tangani Gejala Diare Si Kecil

HEALTH TIPS  |  30 May '18


Walaupun diare sering terjadi pada bayi dan balita. Tapi hal ini jangan dianggap remeh moms. Selain lelah gonta ganti diapers, ternyata diare dapat menyebabkan Si Kecil dehidrasi.  Attar juga pernah terkena diare di usia 3 bulan. Saya bersyukur sekali, Attar tidak terlihat lemas dan dehidrasi. Sebagai orang tua,  kita tetap harus sigap menangani diare pada anak.  Sebelum mengetahui bagaimana menangani diare agar tidak bertambah parah.

Kali ini saya mau berbagi beberapa gejala diare yang sempat di alami oleh Attar, diantaranya:
Infeksi bakteri,parasit, jamur, virus. Sebagian besar kasus diare pada bayi usia 0-6 bulan terjadi karena infeksi virus. Jenis virus yang paling umum yaitu rotavirus. Sebagian kecil diare akibat infeksi bakteri, parasit, jamur. Oleh sebab itu, sebelum memegang bayi sebaiknya mencuci tangan. Jika bayi mengonsumsi susu formula lebih baik botol dot di sterilisasi dengan benar. 

  • Konsumsi antibiotik. 
    Baik bayi ataupun Moms yang menyusuinya mengonsumsi antibiotik. Bakteri baik dalam sistem pencernaan dapat ikut terbunuh karena antibiotik. 
  • Tidak cocok dengan susu formula tertentu.
    Sebelum membeli susu formula merk tertentu lebih baik konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  • Intoleransi laktosa.
    Hal ini dapat terjadi karena bayi belum mampu memproduksi enzim laktase dalam jumlah yang cukup sehingga ketika mengonsumsi protein hewani dapat menimbulkan reaksi tidak wajar seperti kembung dan diare.

Tata cara menangani diare di rumah

  • Perbanyak kuantitas dan frekuensi pemberian ASI. Jika anak mengonsumsi susu formula, untuk sementara berhenti dulu. Jika perlu ganti dengan merk lain.
  • Berikan oralit anak agar anak tidak dehidrasi.
    Moms bisa membuat larutan oralit ini sendiri dirumah. Bahan terdiri dari 1 sendok the, gula pasir, seperempat sendok teh garam dapur dan 1 gelas (200 ml) air matang. Setelah itu diaduk rata pada sebuah gelas diperoleh larutan garam-gula yang siap digunakan.
  • Pemberian zinc.
    WHO dan UNICEF juga merekomendasikan penggunaan zinc sebagai terapi tambahan untuk diare yang diberikan selama 10-14 hari walaupun diare sudah berhenti. Zinc ini ada yang berbentuk tablet dan sirup. Tidak masalah jika dikonsumsi bersama dengan oralit.
  • Konsumsi bakteri baik. Yaitu biakan bakteri hidup seperti lactobacillus. Contohnya Lacto-B, Lacto Bio, Protezin, dll.

Jika anak terlihat lemas sekali, langsung saja Moms bawa ke dokter ya. Penanganan yang saya sebutkan diatas tadi masih dalam kategori ringan. Pengalaman saya selama menangani anak yang terkena diare dengan obat-obatan yang terjangkau. 

Semoga bermanfaat

Semoga bermanfaat.

By: Nawang Khusnul Muliawaty 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

672 Nawang Khusnul Muliawaty

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.