Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kiat Membantu Si Kecil Mengembangkan Tangan Dominan

BABY  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  TODDLER  |  18 Jul '19


Tangan dominan (dominant hand) adalah tangan yang lebih mendominasi seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Kenali tangan mana yang dominan pada si Kecil sedini mungkin. Meski demikian, untuk mengenali apakah si Kecil kidal atau tidak, Moms mungkin perlu menunggu. Beberapa bayi dan balita menunjukkan preferensi tangan dengan segera, tetapi normal bagi mereka untuk bereksperimen dengan menggunakan kedua tangan ketika mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan dunia.

Namun, penting untuk mengembangkan tangan yang dominan. Berikut ini penjelasan mengapa dominasi tangan penting dan apa yang dapat Moms lakukan untuk mendukung proses si Kecil mengembangkan tangan dominan.

Pentingnya mempunyai tangan dominan

Manusia membutuhkan tangan yang dominan untuk menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan tangan secara tepat dan efisien. Satu tangan harus benar-benar terampil menjadi “pekerja” sementara tangan lainnya menjadi “penolong”.

Contohnya, saat kita mengancingkan kemeja, tangan kita yang tidak dominan membantu memegang kain di sekitar lubang kancing dengan mantap sementara tangan dominan bekerja memegang kancing dan mendorongnya melalui lubang kancing. Contoh lain, jika kita memotong kertas, tangan yang tidak dominan membantu memegang dan membalik kertas sementara tangan dominan bekerja memegang gunting dan memotong.

Sama seperti olahragawan profesional yang berulang kali mengasah keterampilan kedua tangan mereka untuk menjadi sangat ahli, tangan kita akhirnya harus tetap bekerja menjadi tangan pekerja atau penolong sehingga kita bisa menguasai keterampilan yang berhubungan dengan tangan.

Si Kecil mungkin tidak secara konsisten menggunakan tangan yang dominan sampai dia berusia sekitar empat tahun. Sejak dini, Moms bisa membantunya mengembangkan keterampilan yang berhubungan dengan tangan yang akan membantu perkembangannya kelak.

3 cara yang bisa Moms lakukan untuk mendukung proses pengembangan tangan dominan

Luangkan waktu untuk membantu si Kecil melakukan tiga hal penting berikut:

1. Melintasi garis tengah tubuh

Garis tengah tubuh (midline) adalah sebuah garis imajiner yang membagi bagian tubuh menjadi dua, kiri dan kanan. Untuk mengembangkan tangan dominan, si Kecil harus berlatih melintasi garis tengahnya. Aktivitas ini akan memungkinkan si Kecil mengembangkan tangan pekerja. Apabila si Kecil mengalami kesulitan menyilangkan tangannya, dia harus diberi aktivitas yang memungkinkan dia untuk harus terus berpindah tangan selama menjalankannya agar satu tangan (yang akan menjadi tangan pembantu) tidak mendapatkan latihan yang cukup untuk menjadi dominan.

2. Mengembangkan koordinasi bilateral

Agar setiap tangan dapat mewujudkan perannya sebagai pekerja atau pembantu, si Kecil harus mampu mengoordinasikan kedua sisi tubuhnya untuk bekerja bersama. Beberapa aktivitas yang dapat membantu koordinasi bilateral adalah menggebuk drum, menangkap bola, menggunting kertas, menggunakan penggaris untuk menggambar garis, mengancingkan baju, dan menggunakan sendok-garpu.

3. Menguatkan otot

Bagi beberapa anak dengan otot yang lemah, perkembangan tangan yang dominan akan terganggu hanya karena mereka tidak memiliki stamina untuk menyelesaikan tugas dengan satu tangan. Mereka akan berpindah tangan di tengah-tengah menyelesaikan tugas. Akibatnya, satu tangan tidak mendapatkan waktu latihan yang diperlukan untuk menjadi dominan. Untuk menguatkan otot tangan si Kecil, Moms bisa memintanya melakukan beberapa aktivitas seperti meremas-remas kertas, menggunakan botol spray, membentuk plastisin menjadi objek tertentu, dan memanjat tempat yang aman.

Biarkan si Kecil meluangkan waktu untuk mengetahui preferensi tangannya, apakah itu tangan kanan atau kiri. Selama si Kecil rutin berlatih tiga aktivitas di atas, Moms dapat membiarkannya bereksperimen dengan menggunakan kedua tangan dengan cara yang berbeda sembari menemukan mana tangan yang dia pilih sebagai tangan dominan dan tangan pembantu.

Tetapi ingat, para ahli memperingatkan bahwa mengoreksi bayi atau balita untuk menggunakan tangan tertentu tidak hanya mengganggu evolusi alami dominasi tangan tetapi juga dapat mengakibatkan kebingungan dan stres.

Karena dominasi tangan penting untuk sudah diketahui saat si Kecil memasuki usia Taman Kanak-kanak (TK), periksakan ke dokter apabila dominasi tangan si Kecil tidak jelas pada saat dia berusia sekitar empat tahun.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

288 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Red Flag bagi Anak, Momies Wajib Tahu!

Kali ini aku mau bahas tentang apa aja red flag yang perlu diwaspadai dan usia berapa batas maksimalnya.

Cara Stimulasi si Kecil yang Baru Lahir

Memberikan stimulasi pada si kecil yang baru lahir akan sangat berpengaruh untuk tumbuh kembangnya

Manfaat Mainan Edukasi yang Sesuai dengan Umur Anak

Agar bermain menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan anak, yuk sesuaikan dengan usianya

Cara Ampuh Stimulasi Anak agar Cepat Bicara

Si Kecil masih belum bisa berbicara Moms? Yuk simak tips berikut ini untuk menstimulasi si Kecil

Caraku Mengenalkan Buku pada Anak sejak Dini

Dari Ai masih kecil banget, aku sudah mulai memberikannya buku.

Membiasakan si Kecil Memiliki Jam Tidur Malam

Seringkah Moms tidur larut malam karena menemani si Kecil bermain? Padahal sudah waktunya tidur.

Tips Membiasakan Anak Tidur Tepat Waktu

Bagaimana sih cara mengatur pola tidur 2 anak agar bisa tidur tepat waktu dan bersamaan?

Memilih Mainan yang Sesuai untuk Anak

Pemilihan mainan yang tepat dapat menstimulus setiap aspek tumbuh kembang buah hati kita.

Sensory Play For Baby: Baby Bubble Wrap Art

Anak bayi udah bisa melukis? Melukisnya bukan melukis seperti orang-orang yang mengunakan kuas kok Moms.

Sensory Play for Baby: Sensory Ribbon Jar

Pita, merupakan salah satu bahan yang cocok sekali dijadikan permainan untuk si Kecil yang masih berusia bayi.

Sleep Training: Sleep Through the Night

Apakah si Kecil sering terbangun ketika malam hari? Yuk, ajarkan sleep through the night seperti mom Mery!

5 Cara Agar Anak Tidur Teratur

Menjelang satu tahun, Sofia susah banget diajak tidur. Dia baru bisa diajak bobo tengah malam. Tapi aku punya tipsnya

DIY Sensory Play: Rainbow Noodle

Sensory play adalah permainan yang dapat melatih indera penglihatan, pendengaran, penciuman dan peraba sekaligus

Tips Menstimulasi Anak Berbicara

Hai moms. Kali ini saya mau sharing tentang hal-hal yang biasa saya lakukan untuk menstimulasi si kecil agar cepat berbicara.

Bendy Ball Playgro: Bermain Sekaligus Melatih Motorik si Kecil

Sebagai orang tua, kita perlu memberikan stimulus yang tepat untuk merangsang pertumbuhan di masa emasnya.

Sensory Play For Baby: Pompom Sensory Bottle

Sensory play yang satu ini anti berantakan dan anti tertelan, jadi aman sekali untuk dimainkan oleh bayi.

Jelly Sensory Play

Moms, biasanya main apa sih sama si Kecil? Kalau belum ada ide, yuk cobain jelly sensory play!

Menstimulasi Otak Anak di Usia Dini Menurut Penelitian

Moms yang punya anak di bawah 3 tahun, here's some findings dari Research tentang early brain development.

DIY Sandpaper Letter

Sandpaper dijual dengan harga yang lumayan menguras dompet. Tak ada salahnya jika kita buat sandpaper sendiri.

Rekomendasi Buku Tumbuh Kembang Anak

Tumbuh kembang anak adalah salah satu perhatian bagi orang tua. Berikut referensi buku yang dapat menjadi acuan Moms!