Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ketuban Pecah Sebelum Waktunya, Berbahayakah?

HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  10 Sep '18


Janin akan berkembang seiring dengan pertambahan umur kehamilan, dalam perkembangannya tentu janin belum bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya infeksi atau benturan yang mungkin terjadi selama ibu hamil. Janin terisolir dan hanya berhubungan dengan ibu lewat tali pusat untuk mendapat nutrisi dan oksigen yang diperlukan selama masa perkembangan.

Selaput ketuban dan air ketuban secara fisik merupakan pelindung janin dari dunia luar. Janin dapat terlindung dari paparan infeksi maupun benturan yang terjadi selama kehamilan karena terdapat bantalan selaput dan cairan ketuban yang dapat mencegah itu semua.

Namun, apa yang terjadi jika ternyata ketuban tidak dapat bertahan sedangkan persalinan ternyata belum terjadi?

Apa itu ketuban pecah dini?

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan dimulai. Jika KPD terjadi sebelum minggu ke-37 kehamilan, disebut juga ketuban pecah dini prematur (KPD prematur). KPD terjadi sekitar 10% pada semua kehamilan. KPD prematur terjadi sekitar 2% pada semua kehamilan.

Apa penyebab ketuban pecah dini?

  1. Melemahnya selaput secara alami atau adanya paksaan dari kontraksi dan infeksi pada rahim.
  2. Kondisi rendahnya sosioekonomi (wanita dengan kondisi sosioekonomi yang rendah cenderung kurang perhatian terhadap asuhan prenatal yang baik)
  3. Infeksi seksual menular
  4. Infeksi saluran kencing
  5. Terdapat masalah pada leher rahim
  6. Riwayat melahirkan prematur
  7. Perdarahan vagina
  8. Merokok selama kehamilan
  9. Tanpa penyebab yang jelas

Mengapa ketuban pecah dini perlu diperhatikan?

KPD adalah kejadian yang tidak dapat dihindari maupun diprediksi, ketuban yang pecah sebelum waktunya akan memberikan risiko seperti

  1. Kelahiran prematur
  2. Terjadinya infeksi serius pada jaringan ari-ari yang dinamakan korioamnionitis
  3. Lepasnya ari-ari sebelum waktunya
  4. Terjepitnya tali pusat, dilakukannya operasi cesar
  5. Infeksi pasca melahirkan

Apa gejala KPD?

  1. Keluarnya air dari vagina
  2. Celana dalam yang selalu basah

Jika ibu menyadari adanya tanda-tanda KPD, cobalah mencium cairan yang keluar, cairan ketuban biasanya berwarna pucat dan tidak berbau sedangkan urin berbau amonia, gunakan pembalut wanita dan segera hubungi tenaga kesehatan seperti bidan atau dokter. Gejala KPD dapat menyerupai kondisi medis lain.

Bagaimana tenaga kesehatan dapat memastikan ketuban pecah dini sudah terjadi?

  1. Tenaga kesehatan akan melakukan tanya jawab dan pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan dengan melihat leher rahim apakah mengeluarkan cairan ketuban
  3. Tes pH (asam atau basa) pada cairan yang ditemukan
  4. Melihat cairan di bawah mikroskop (akan memberikan gambaran khas cairan ketuban)
  5. Pemeriksaan ultrasonography (USG)

Pengobatan pada ketuban pecah dini

  1. Usia kehamilan ibu, kondisi kesehatan sekarang dan riwayat kesehatan yang dimiliki
  2. Kesiapan terhadap prosedur atau terapi yang nantinya akan diberikan
  3. Keinginan yang ingin dicapai dari terapi tersebut
  4. Pendapat ibu
  5. Pengobatan yang diberikan pada kasus ketuban pecah dini termasuk:
  6. Rawat inap di rumah sakit
  7. Melakukan observasi tanpa terapi (pada beberapa kasus KPD prematur, selaput dapat menutup dan berhentinya cairan dengan sendirinya)
  8. Melakukan pengawasan terhadap tanda-tanda infeksi seperti demam, nyeri, peningkatan denyut jantung dan tes laboratorium
  9. Memberian ibu obat kortikosteroid yang dapat membantu proses pematangan paru janin (paru yang belum matang adalah masalah bagi bayi yang prematur). Namun kortikosteroid membuat rentan terhadap infeksi
  10. Antibiotik
  11. Tokolitik (obat untuk mengurangi kontraksi rahim)
  12. Persalinan (jika KPD membahayakan nyawa ibu dan janin, maka persalinan segera dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah)

Sayangnya, belum ada cara untuk mencegah secara aktif terjadinya KPD. Namun, KPD erat kaitannya dengan bahaya merokok sehingga sangat disarankan agar ibu dapat berhenti merokok.

Semoga bermanfaat.

By: Dr. Peter Wijaya Sugijanto

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1136 Dr. Peter Wijaya Sugijanto

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

5 Persiapan Program Hamil yang Jarang Diketahui

Sebelum menjalankan program hamil, ternyata ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan, apa sajakah itu?

10 Gejala Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul bisa menjadi salah satu penyebab masalah kehamilan lho Moms

Toxoplasmosis dan Pengaruhnya Terhadap Fertilitas Wanita

Toxoplasmosis adalah infeksi darah yang jarang terjadi tetapi serius. Bagimana pengaruhnya pada fertilitas wanita?

Kesehatan Mulut dan Kaitannya dengan Fertilitas Wanita

Kebersihan mulut ternyata tidak hanya dapat memikat lawan jenis tetapi juga membuat Moms lebih subur lho

4 Cara Manjur Atasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Bagi Moms yang merasakan tidak nyaman dikarenakan kaki bengkak saat hamil, ada beberapa cara manjur untuk mengatasinya.

10 Manfaat Pijat Setelah Melahirkan

Pijat pasca melahirkan pada dasarnya adalah pijat seluruh tubuh setelah melahirkan

Pentingnya Antenatal Care Bagi Kesehatan Kehamilan

Antenatal care adalah perawatan kesehatan untuk ibu hamil. Dokter kandungan akan melakukan hal-hal berikut ini.

Pentingnya Pemeriksaan TORCH bagi Ibu Hamil

TORCH sebutan untuk penyakit-penyakit yang sangat rentan menyerang ibu hamil

Cara Melindungi Diri dari Sinar Matahari Saat Hamil

Matahari memancarkan sinar ultraviolet yang berbahaya dan menyebabkan kerusakan kulit

Apa Itu Kelas Antenatal?

Kelas antenatal adalah kelas yang mempersiapkan Moms menjalani kehamilan dan persalinan.

Tips Mengatasi Ruam Panas selama Kehamilan

Simak penjelasan berikut untuk mengetahui cara mendinginkan ruam panas saat kehamilan.

6 Pertanyaan Umum tentang Tes Antenatal Amniosentesis

Apakah Moms sedang mengalami masa kehamilan dengan usia lebih dari 35 tahun? Jangan lupa lakukan test berikut.

Normalkah Gatal-gatal Selama Kehamilan?

Gatal-gatal ringan selama kehamilan adalah normal dan terjadi pada banyak ibu hamil

Bahayakah Steroid bagi Ibu Hamil?

Setelah mengonsumsi steroid dalam jangka panjang, apakah memungkinkan untuk hamil dan apa efeknya bagi janin?

Merawat Bekas Jahitan Setelah Melahirkan Normal

Tantangan lain setelah melahirkan adalah bagaimana merawat bekas jahitan. Berikut tips ala Mom Sherly untuk mengatasinya

Minum Air Es Saat Hamil Bisa Bikin Bayi Lahir Terlalu Besar: Mitos atau Fakta?

Banyak banget nih pemikiran bahwa bayi besar di kandungan karena Mommy nya minum air es, sebenarnya ini Mitos atau Fakta?

Sebab dan Cara Mencegah Penggelapan Kulit Selama Kehamilan

Penggelapan kulit, yang dikenal sebagai melasma atau chloasma, adalah normal bagi bumil. Yuk, simak cara pencegahannya.

Tips Hamil Sehat Saat Bekerja

Bekerja pas hamil? Nggak masalah ya, Moms. Berikut tips agar hamil tetap nyaman dan aman saat bekerja.

Ini Daftar Olahraga Terbaik untuk Ibu Hamil yang Berpuasa

Jika kesehatan Moms memungkinkan untuk berpuasa, Moms hendaknya tetap berolahraga untuk menjaga kebugaran.

Cara Meredakan Leher Kaku dan Sakit Punggung Ibu Baru Melahirkan

Moms yang baru melahirkan biasanya mengalami leher kaku dan sakit punggung. Ini wajar karena vitalitas Moms sangat terkuras