Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ketuban Kurang? Benarkah?

MY STORY  |  PREGNANCY  |  31 Aug '19


Moms, pernah mendapat diagnosa ketuban kurang di trimester tiga? Jangan khawatir, saya juga pernah. Tapi, benarkah ketuban berkurang? Adakah cara meningkatkan jumlahnya kembali? Umumnya, dokter akan mengatakan bahwa jumlah normal air ketuban berada pada rentang 10-25 cm. Lantas, bagaimana jika kurang dari itu? Di usia kehamilan 36 minggu kala itu, jumlah cairan ketuban saya hanya 7.9 cm. Dokter langsung ngasih wejangan untuk setidaknya mempertahankan jumlah ketuban hingga HPL jika ingin melahirkan secara normal. Stay calm, Moms. Selama denyut jantung janin normal dan estimasi berat badan janin sesuai dengan usia kehamilan, everything will be OK. Itu yang selalu aku tekankan ketika ada diagnosa ini dan itu. Kalau ibunya panik, pasti bayi ikutan panik dan malah mengganggu pertumbuhannya kan. Seperti yang kita ketahui, ketuban memegang peranan penting pada ketersediaan nutrisi, hormon, dll yang diperlukan bayi untuk bertumbuh. Beberapa tips yang berhasil aku praktikkan adalah:

1. Minum air yang banyak, minimal 3L sehari termasuk cairan elektrolit seperti air kelapa hijau atau cairan isotonik. Pasalnya menurut riset, minum banyak air selama satu minggu akan menambah jumlah cairan ketuban.

2. Perbanyak makanan yang mengandung protein, contoh makan 2 butir telur rebus setiap hari. 

3. Minimalisir aktivitas dan tetap rileks. Terlalu cape bisa berakibat mudah dehidrasi. Akibatnya ketika kekurangan cairan sudah dipastikan jumlah cairan ketuban gak akan maksimal. 

4. Tetap optimis bahwa cairan ketuban akan selalu diproduksi setiap saat, seperti yang salah satu bidan tulis dalam webnya Midwife Thinking. Jadi, masih bisa bilang ketuban kurang akan selalu kurang?

5. Cari second opinion. Ini krusial menurutku. Masalahnya adalah keahlian dan metode dokter berbeda-beda dalam menentukan jumlah air ketuban. Tentu, hal ini juga tidaklah mudah dilakukan. Dalam kasus saya, dokter kedua mengatakan bahwa selama lebih dari 5 hingga menjelang HPL, jangan risau.

6. Boleh lakukan power walk, tapi tetap terhidrasi. Di usia 39 minggu, saya sering berjalan kaki cepat (power walk) untuk membantu janin turun menemukan jalan lahirnya. Jangan terlalu ekstrem ya, jangan lupa banyak minum untuk mencegah ketuban pecah dini.

Alhamdulillah.. setelah berikhtiar, minggu depannya jumlah ketuban bertambah menjadi 12 cm :) Itulah beberapa tips dariku.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

478 Whina Ayu Lestari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Positive Thinking, Modal Utamaku Atasi Bayi Sungsang Menjelang Persalinan

Trimester ketiga merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil.

Tips Memilih Klinik atau Rumah Sakit untuk Bersalin

Melahirkan menjadi momen yang ditunggu sekaligus momen yang bikin deg-degan bagi Moms.

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan USG 4D

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat kedokteran pun kian canggih. Termasuk juga alat untuk USG si Kecil

Bagaimana Rasanya Melahirkan Normal? (Part 1)

Dengan cara apa pun seorang Ibu melahirkan, semua Ibu hebat dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Suamiku Mengambil Keputusan Operasi Caesar Ketika Melihatku Sangat Lemas

Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayinya lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.

Cerita Kehamilanku

Masing-masing wanita mempunyai cerita kehamilan yang berbeda. Begitu pun dengan Saya.

Benarkah Mandi Kembang 7 Bulan dapat Melancarkan Proses Persalinan?

Di daerah saya tradisi mandi kembang di usia 7 bulan kehamilan masih sering dilakukan masyarakat sekitar.

Cerita Persalinan Pertamaku, Hampir Caesar di Menit Terakhir

Moms yang sudah mendekati HPL pasti sudah mulai resah, antara bahagia dan khawatir.

Pengalaman Saya Menggunakan BPJS Kesehatan selama Masa Kehamilan

Di awal pernikahan kami, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan BPJS Kesehatan.

Birthball untuk Ibu Hamil!

Minggu lalu, suami saya menawarkan untuk membeli birthball. Mungkin karna ukuran perut sudah semakin besar

Pengalaman Melahirkan Anak Pertamaku

Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi para pasangan suami istri. Ada yang cepat ada pula yang tidak.

Birthing Support: Hal yang Harus Dilakukan Para Birth Partner

Birth partner adalah seseorang yang akan menemani Moms selama proses persalinan nanti.

Berniat USG 4D? Perhatikan Tiga Hal Berikut!

Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang niat saya untuk USG 4D saat hamil.

Proses Lahiran yang Terbaik Buat Aku

Di sini aku akan berbagi cerita-cerita tentang proses lahirnya Caelan 3 bulan lalu. Simak yuk Moms!

Hospital Bag Checklist

Berhubung banyak temenku yang akan lahiran soon, jadi ingat zaman hamil Zo bingung banget mau packing apa.

Pengalamanku Alami Plasenta Previa di Kehamilan ke 3

Sore hari saat mau mandi sore, saya dibuat kaget karena mendapati air kencing saya berwarna merah segar.

Punya Baby Brain Tetap Bisa Lulus S2

Hai Moms, saya mau share tentang baby brain yang saya alami saat hamil si Kecil khususnya pada trimester ketiga.

LITMUS: Pendeteksi Cairan Ketuban

Di usia kehamilan trimester tiga kita harus lebih waspada terhadap penurunan volume air ketuban.

Arlin's Birth Story

Hi Moms! Kali ini saya ingin berbagi ceritaku nih selama proses melahirkan. Semoga bisa menambah wawasan.

Senam atau Yoga Hamil?

Di antara Moms mungkin ada yang memilih senam atau yoga. Banyak juga yang bingung mana yang lebih baik.