THE DAILY

Membentuk Karakter Anak agar Tidak Menyalahkan Orang Lain Membentuk Karakter Anak agar Tidak Menyalahkan Orang Lain
22 Jan '19

Memilih Wadah Terbaik Menyimpan ASIP Memilih Wadah Terbaik Menyimpan ASIP
06 Nov '18

Bolehkah Menggonta-ganti Susu Formula si Kecil? Bolehkah Menggonta-ganti Susu Formula si Kecil?
22 Jan '19

Hamil di Usia 35 Lebih Berisiko? Ini Kenyataannya Hamil di Usia 35 Lebih Berisiko? Ini Kenyataannya
22 Jan '19

Cara Menaikkan Berat Badan Anak dengan Cepat Cara Menaikkan Berat Badan Anak dengan Cepat
22 Jan '19

Apakah Anak Berusia 4 Tahun ke Atas Masih Memerlukan Stroller? Apakah Anak Berusia 4 Tahun ke Atas Masih Memerlukan Stroller?
30 Jul '18

Awal Kehamilan Penuh Perjuangan, tapi Berujung Bahagia Awal Kehamilan Penuh Perjuangan, tapi Berujung Bahagia
22 Jan '19

Potato Cheese Stick Potato Cheese Stick
22 Jan '19

Banyak Busa, Mandi Makin Bersih? Banyak Busa, Mandi Makin Bersih?
22 Jan '19

Mengatasi Efek Buruk Penggunaan Gadget pada si Kecil Mengatasi Efek Buruk Penggunaan Gadget pada si Kecil
07 Nov '18

Serba-serbi Posisi Seks agar Cepat Hamil Serba-serbi Posisi Seks agar Cepat Hamil
22 Jan '19

Pentingnya Lemak Makanan & Minyak untuk Bayi Pentingnya Lemak Makanan & Minyak untuk Bayi
22 Jan '19

Checklist Isi Tas Melahirkan ala Mom Anis Checklist Isi Tas Melahirkan ala Mom Anis
22 Jan '19

Cara Ampuh Melindungi Si Kecil dari Berbagai Penyakit Cara Ampuh Melindungi Si Kecil dari Berbagai Penyakit
23 Nov '18

PrimaKu, Aplikasi Digital untuk Memantau Tumbuh Kembang Anak PrimaKu, Aplikasi Digital untuk Memantau Tumbuh Kembang Anak
22 Jan '19

Bakso Kuah (14 M+) Bakso Kuah (14 M+)
22 Jan '19

Tanda-Tanda Kehamilan Mom Eka Tanda-Tanda Kehamilan Mom Eka
22 Jan '19

Berbahayakah Tidur Satu Ranjang dengan Bayi? Berbahayakah Tidur Satu Ranjang dengan Bayi?
18 Dec '18

Micro Trike: Solusi saat Anak Bosan di Stroller Micro Trike: Solusi saat Anak Bosan di Stroller
22 Jan '19

Ini Dia 5 Makanan Tinggi Kandungan Magnesium yang Harus Moms Ketahui Ini Dia 5 Makanan Tinggi Kandungan Magnesium yang Harus Moms Ketahui
22 Jan '19

Tips and Trik supaya ASI Berlimpah Tips and Trik supaya ASI Berlimpah
22 Jan '19

Tips Mengatasi Kulit Bayi yang Kering dan Dehidrasi Tips Mengatasi Kulit Bayi yang Kering dan Dehidrasi
08 Nov '18

Tanda-Tanda Kehamilan Kosong Tanda-Tanda Kehamilan Kosong
22 Jan '19

Tanda-Tanda Kehamilan yang Akurat Tanda-Tanda Kehamilan yang Akurat
21 Jan '19

Berikut Tanda Kehamilan yang Umum Terjadi Berikut Tanda Kehamilan yang Umum Terjadi
21 Jan '19

2 Kali Hamil 2 Kali Merasakan Tanda Kehamilan yang Berbeda 2 Kali Hamil 2 Kali Merasakan Tanda Kehamilan yang Berbeda
21 Jan '19

4 Obat Kesuburan Wanita Rekomendasi Para Ahli 4 Obat Kesuburan Wanita Rekomendasi Para Ahli
21 Jan '19

Kenali Ciri Pendarahan Implantasi Kenali Ciri Pendarahan Implantasi
21 Jan '19

Perubahan pada Tubuh Ketika Hamil Perubahan pada Tubuh Ketika Hamil
21 Jan '19

Ini Dia Ciri-Ciri Ketika Hamil Muda Ini Dia Ciri-Ciri Ketika Hamil Muda
21 Jan '19

Hal Sepele Ini Merupakan Gejala Hamil Lho Moms Hal Sepele Ini Merupakan Gejala Hamil Lho Moms
21 Jan '19

Test Pack Garis 2 Namun Samar, Hamil atau Tidak? Test Pack Garis 2 Namun Samar, Hamil atau Tidak?
21 Jan '19

Tanda-Tanda Dan Ciri Kehamilanku Tanda-Tanda Dan Ciri Kehamilanku
21 Jan '19

Benarkah Kesuburan Pria Menurun Setelah Umur 40 Tahun? Benarkah Kesuburan Pria Menurun Setelah Umur 40 Tahun?
21 Jan '19

Sebamed Baby Bubble Bath Ampuh Hilangkan Ruam Merah di Pipi Sebamed Baby Bubble Bath Ampuh Hilangkan Ruam Merah di Pipi
21 Jan '19

Mencukupi Gizi Ibu Hamil, Apa Saja Yang Harus Disiapkan? Mencukupi Gizi Ibu Hamil, Apa Saja Yang Harus Disiapkan?
21 Jan '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ketika Operasi Sesar Menjadi Satu-satunya Pilihan

MY STORY  |  PREGNANCY  |  07 Jan '19

Para calon ibu, pasti mendambakan bisa melahirkan normal dengan lancar tanpa ada gangguan dan "drama" selama prosesnya. Begitu pula dengan saya, sudah terbayangkan prosesnya, sudah siap-siap bagaimana nanti kalau kontraksi ya? Perlu sampai induksi tidak ya? Wah nanti bisa IMD lama-lama sama anak. Tapi semua itu kandas saat saya harus menerima kabar di ruang bersalin untuk siap-siap dioperasi. 

Sedih? Kecewa? Kecil hati? Pasti. Karena tidak sedikitpun saya mempersiapkan diri untuk proses melahirkan dengan operasi sesar. Kalah lah rasanya patah hati nasional waktu Hamish Daud nikah sama Raisa hehe..

Sabtu 3 Juni, saya kontrol ke dokter sekitar jam 14.00. HPL saya 1 Juli yang artinya esok hari sudah 40 minggu. Sudah was-was saya kenapa anak saya belum mau keluar, semua ngidam dan janji sudah saya turuti, mulai dari khatam Al-quran, jalan-jalan ke semarang naik mobil saat libur lebaran (di mana usia kandungan saya 36-37 minggu). Sudah saya lakukan semua cara untuk menstimulasi pembukaan, semua yang orang sarankan pun sudah saya coba. Saat kontrol, dokter bilang untuk kontrol lagi 3 hari setelahnya, jika masih belum ada kontraksi, langsung diinduksi. 

Keluar ruang dokter saya sedih dan saya pun sholat dulu di rumah sakit saat itu karena sudah hampir habis waktunya. Saat sholat menjelang bangun dari sujud ke rakaat ke-4 tiba-tiba ada yang rasanya meletus di bawah dan air mengalir saat saya berdiri. Saya saat itu masih melanjutkan sholat.

Selesai itu, saya langsung memberitahu suami yang saat itu sholat berjamaah bahwa ketuban saya pecah. Suami saya malah bilang saya mengompol, kebayang kan emosinya Moms. Akhirnya saya cek ke kamar mandi ada lendir dihampir seluruh celana saya yang basah. Saya masih yakin ini ketuban. Suami saya masih tidak percaya.

Akhirnya saya memutuskan ke mobil untuk ambil celana dalam pengganti. Saat turun tangga, air mengalir lagi, saya yang saat itu menggunakan dress memperlihatkan aliran air ke suami saya, "Fix, ayo ke UDG" kata suami saya.

Akhirnya saya ke UGD, saya bilang sudah pecah ketuban, suster dan bidan tidak ada yang percaya. Saat cek pembukaan, ternyata sudah pembukaan 1. Suster telfon dokter saya yang masih kontrol, beliau masih tidak percaya juga.

Saat itu saya sudah mulai merasa kontraksi 20 menit sekali. Setengah jam setelahnya saya dicek sudah pembukaan 2. Jam 16.00 saya masuk kamar rawat inap. Tetapi kontraksi saya menurun, menjadi 30 menit sekali , 40 menit sekali bahkan sejam sekali sampai malam sudah tidak merasakan kontraksi.

Subuh sekitar jam 5, bidan masuk ke kamar saya untuk cek pembukaan, ternyata tidak ada kemajuan. Saya sudah merasa tidak nyaman tapi tetap tenang. Akhirnya saya harus diinduksi. Setelah mandi dan siap-siap setelah sarapan, saya diinduksi sekitar jam 6 pagi. Induksi langsung bereaksi di saya. Hingga 10 menit 3-4 kali dan saya sudah tidak bisa istirahat. Jam 9, cek pembukaan dan ada kemajuan sudah masuk pembukaan 4. Jam 10, saya masuk ruang persalinan. 

Di ruang bersalin, saya bertemu dokter dan dokter yang membantu cek pembukaan, jam 10.30 naik menjadi 5 itu pun dibantu dokter. Tiba-tiba raut muka dokter saya yang biasanya nyeleneh menjadi serius. Perut saya dicek dari luar dan harus cek jantung anak saya lagi. "Puasa yah, siap-siap kalau nanti harus sesar", seketika semua hening, "Kenapa dok ?" Dokter cuma diam, cuma bilang "ya jaga-jaga aja, nanti jam 12 cek lagi ya"

Saya disuruh minum banyak supaya ada tenaga. Jam 11 saya sudah puasa. Jam 1 dicek kembali, yang seharusnya jam 12. Dan bukan dokter yang cek tetapi bidan yang jaga saya saat itu. Cairan induksi sudah diganti infus tetapi saya masih merasakan kontraksi. Jam 1 dicek, pembukaan masih sama tetapi anak saya sudah kaput, sudah masuk jalur lahir, tetapi sudah mau 22 jam sejak ketuban pecah dan dokter juga tidak mau mengambil risiko anak saya terinfeksi di dalam.

Jam 13.30 saya masuk ruang tunggu untuk operasi karena sebelum saya ada yang sedang operasi dan 1 lagi juga sedang menunggu. Di situ dokter menemui saya, suami dan ibu saya masih menemani saya juga saat itu agar saya tidak tegang. Cek tensi dari ruang persalinan saya sudah tinggi mencapai 130/90. Baru kali itu seumur-umur tensi saya tinggi. 

Jam 14.00 saya masuk ruang operasi dan suami tidak dapat menemani di rumah sakit saat itu, semakin sedih saya. Di dalam ruangan ada 6 orang, karena saya tegang hampir semua orang saya ajak bicara karena saya sudah tegang sekali. Setelah suntik bius lokal, saya meminta memegang tangan suster, tetapi semua orang sibuk saat itu, akhirnya saya di kasih infus 1 liter untuk pengalih saya, lumayan membantu. Proses operasi pun dimulai, saat dokter mulai membelah, terasa, tetapi tidak sakit. Saya mulai mengantuk dan mual tetapi saya tahan. 

"Oh, pantesan dia tidak mau keluar" seru dokter sambil mengangkat anak saya. Ternyata anak saya terlilit tali pusar 2 lilitan di atas kepala dan di lehernya sehingga ia tidak mau keluar. Saat itu saya benar-benar bersyukur. Hati saya lega, saya rela, saya ikhlas. 

Tidak terbayang kalau saya tetap memaksa mau normal, tidak terbayang kalau hal buruk terjadi oleh anak saya karena ke egoisan saya. Tidak terbayang betapa menyesalnya saya nanti. Tuhan punya jalan lain, punya hadiah lain dan semua jauh lebih indah. Semua ini sudah takdir Nya. 

Memang setelahnya, masa recovery cukup berat bagi saya. Tetapi pada akhirnya itu semua bisa saya lalui. 

Dear calon Ibu, apapun nanti proses melahirkan kalian, percayakanlah itu sudah tertulis dalam takdiran Moms dan si Kecil. Moms sudah berusaha yang terbaik semenjak mengandung, tetapi biarkan Tuhan yang memutuskan jalannya. Serahkan semua kepada Tuhan. Semoga sharing ini bisa menjadi menjadi pertimbangan untuk Moms jika masih takut untuk melahirkan sesar.

Semoga bermanfaat.

By: Vony Erynda

Copyright by Babyologist

67 Vony Erynda Send Message to Writer

Related Stories