Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ketika Anak Terlahir Tidak Sempurna, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

MY STORY  |  OTHERS  |  09 Nov '19


Setiap orang tua di dunia pasti selalu berdoa agar anak-anaknya terlahir dan memiliki tumbuh kembang secara sempurna. Begitupun yang saya dan suami rasakan. Melihat anak-anak sehat dan ceria setiap hari, rasanya susah digambarkan dengan kata-kata. Tapi bagaimana jika harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan?

Anak kedua saya terlahir dengan kelainan pada alat kelaminnya. Kenyataan itu harus saya dan suamiku dengar sehari pasca persalinan. Dalam dunia medis dikenal dengan nama Hipospadia. Jangan ditanya ya moms, bagaimana perasaan saya dan suami. Bingung, takut, cemas, khawatir, deg degan, nangis, pokoknya sudah campur-campur.

Sebagai orang tua, saya dan suami merasa ada beban berat yang akan dihadapi. Mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela, semuanya sudah menjadi ujian dan kita harus semangat menghadapi dan melewatinya.

Saya mau share sedikit pengalaman saya dan menghadapi situasi seperti itu, antara lain:

1. Ikhlas menerima apapun yang terjadi

Menurut saya tameng pertama yang harus dilakukan adalah mengikhlaskan apa yang terjadi. Meratapi kesedihan berlama-lama tentu bukan solusi yang baik. Malahan akan membuat kita menjadi orang tua yang berputus asa dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk anak. Usahakan untuk berdamai dengan keadaan apapun, dengan begitu insyaAllah kita bisa melewatinya.

2. Banyak bertanya tentang pengalaman orang-orang yang merasakan hal yang sama

Hal ini sering saya dan suami lakukan. Bertanya ke orang-orang terdekat yang punya pengalaman yang sama. Setidaknya kita bisa semakin semangat kan moms kalau ternyata yang memiliki masalah itu bukan hanya keluarga kita tapi ternyata banyak orang di luar sana yang juga merasakan hal yang sama yang malahan mungkin jauh lebih menderita dibanding yang kita alami. Selain itu, dengan banyak bertanya kita bisa menentukan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan untuk penyembuhan anak kita ke depannya.

3. Saling menguatkan dengan suami

Semua masalah jika dihadapi secara bersama-sama pastinya akan menjadi lebih ringan. Saling mendukung dan menguatkan satu sama lain akan membuat kita lebih nyaman untuk menghadapi masalah apapun dalam keluarga.

4. Miliki mental sekuat baja

Hmmm, agak susah sih moms. Bawaannya mau mewek. Tidak bisa dan tidak mau membayangkan bagaimana jika suatu hari nanti anak saya harus menjalani pengobatan. Baru melihat jarum suntik saja sudah ngeri apalagi harus melihat anak kita yang akan disuntik. Tapi kembali lagi, kalau mental kita sebagai orang tua lemah bagaimana dengan anak kita, iya kan moms? Harus tetap semangat apapun yang terjadi.

5. Percayakan kepada Tim Medis

Anak saya belum tertangani secara medis karena menunggu hingga usianya cukup. Persiapan saya dan suami lebih kepada mempercayakan yang terbaik kepada tim medis. Mereka yang lebih tahu bidangnya. Biasanya kita sering menjumpai atau mungkin biasa melakukannya, kita protes ke perawat "jangan digituin sus, kasihan anaknya" "suntiknya hati-hati ya sus" Padahal perawatnya nggak ngapa-ngapain anak kita. Mereka sudah terlatih di bidangnya. Semoga bisa bekerjasama baik dengan tim medis demi kesembuhan anak kita.

6. Tetap ikhtiar dan berdoa

Banyak berusaha yang dibarengi doa adalah senjata paling ampuh. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, semuanya sudah diatur. Dan selalu ada solusi dari setiap masalah. Tetap semangat ya moms. Semoga anak-anak kita selalu sehat.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

363 Inayah Soenaryo

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kontrak Pra-Nikah, Sudah Tau Moms?

Kontrak pra-nikah atau yang juga biasa disebut sebagai prenup, sebetulnya apa ya? Mari simak bersama berikut ini.

Masa Pandemi Jadi Sering Ribut Dengan Pasangan? Ini Penyebabnya

Kenapa ya selama masa karantina mandiri ini jadi sering ribut dengan suami? Coba simak yang satu ini.

Ratus Pasca Persalinan, Yes or No?

Moms pernah mendengar istilah ratus? Yuk simak cerita berikut ini.

Pandemic Membuatku Jadi Makin Mesra

Simak tips semakin mesra selama pandemi berikut ini yuk Moms and Dads!

Cerita Lebaran Tahun Kedua Fiersa

Meskipun Lebaran tahun ini berbeda, tapi tetap merupakan momen yang perlu dirayakan. Yuk simak cerita berikut ini.

Ini Cara Kami Mewujudkan Pernikahan Sehat Di Masa Pandemi

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keharmonisan rumah tangga di saat pandemi ini.

Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama Pandemi

Moms and Dads, selama pandemi ini jaga keharmonisan rumah tangga yuk. Simak bersama yang berikut ini.

Inspirasi Nursery Room

Para bumil sedang mencari inspirasi untuk mendekor kamar si Kecil? Bisa lihat yang satu ini ya.

Menjaga Kesehatan Pernikahan Selama Di Rumah Aja

Selama di rumah aja, apa yang Moms and Dads lakukan untuk menjaga kesehatan rumah tangga? Baca cerita berikut ini ya.

Komunikasi Suami Istri Saat WFH

Apabila suami istri sedang tegang, apa yang sebaiknya dilakukan? Simak cerita berikut ini ya.

Daddies Cook on Vals Day with Nutribaby+

Babymoov menyelenggarakan acara Daddies cook on Valentines Day!

Tips Sederhana untuk Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Mengurangi sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana ya Moms, apa sajakah itu?

Yang Perlu Dipersiapkan saat Jadi Mama Muda di Perantauan

Apa saja yang harus dipersiapkan saat memutuskan untuk tinggal sendiri alias jauh dari keluarga?

Membereskan Baju dengan Menggunakan Konmari Method

Gerah banget ga sih Moms, tiap buka lemari liat baju anak awut2an. Perlu ngumpulin niat yang banyak buat rapihin semua.

Habis Melahirkan, Tetapkan Aturan Berikut

Jangan sungkan untuk menerapkan aturan aturan ya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

Tips Menghempaskan Mom Shaming!

Yuk ikuti tips berikut ini untuk mengatasi mom shaming

Bahaya Baby Blues

Ternyata 80% Ibu yang baru melahirkan mengalami dan merasakan yang namanya Baby Blues

Tips Menghadapi Mom Shaming dan Baby Shaming

Moms pasti pernah mengalami Mom shaming ataupun Baby shaming, "Kok anaknya nangis mulu, ASI kamu pasti dikit tuh!"

Pentingnya Bahasa Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan merupakan sebuah ikatan antara dua orang yang memerlukan kerja sama antara keduanya.

Hindari Kalimat Ini jika Bertemu Ibu Baru

Menjadi seorang ibu tentu tidaklah mudah. Terlebih bagi seorang ibu baru.