Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ketakutanku Menunda Kehamilan Setelah Pernikahan

MY STORY  |  PREGNANCY  |  02 Dec '19


Memasuki mahligai pernikahan, kita pasti mengalami yang namanya pasang surut. Ada suka ada duka. Ada masalah ada kebahagiaan. Utamanya di awal pernikahan. Dua manusia yang disatukan, dua kepala yang egonya harus dikesampingkan. Dua orang yang punya karier, kebiasaan, keinginan, cita-cita, impian, visi dan misi yang berbeda yang kemudian disatukan dalam ikatan pernikahan. Menurut saya pribadi itu bukan hal yang mudah.

Berdebat itu biasa, salah paham bisa diperbaiki. Iya nggak Moms? Ada satu masalah yang sering kali atau mungkin dialami oleh pasangan suami istri di awal pernikahan, yakni masalah momongan. Ada yang maunya secepatnya diberi momongan, tapi tak jarang ada yang memilih untuk menunda mempunyai momongan dengan berbagai alasan. Misalnya masalah ekonomi yang belum terlalu mapan, masalah karier, masalah kesiapan mental menjadi seorang ayah dan ibu serta masih banyak alasan lain yang sering kita dengar.

Semua pasangan yang baru menikah pastinya ingin memiliki momongan. Termasuk saya. Di awal pernikahan, suami saya mengutarakan keinginannya untuk menunda mempunyai momongan dulu. Alasannya karena waktu itu dia belum mempunyai pekerjaan tetap, dia belum mapan dan merasa takut jika tidak bisa menjadi suami dan ayah yang baik jika memiliki anak. Menurut dia, nanti setahunan pernikahan baru kita program hamil. InsyaAllah semuanya sudah mapan. Waktu itu saya menolak. Toh rezeki, anak, sudah diatur oleh Allah. Kita tidak perlu takut dengan masa depan. InsyaAllah anak kita kelak punya rezekinya sendiri. Alhamdulillah suami menerima alasan saya dan 3 bulan pasca pernikahan, saya hamil anak pertama.

Alasan saya mengapa tidak menunda kehamilan setelah menikah:

1. Takut jika nantinya justru saya tidak bisa memiliki anak
Ada beberapa pengalaman dari teman dan keluarga karena menunda kehamilan justru hingga hari ini tidak dikaruniai momongan. Cukup membuat bulu Roma saya bergidik Moms. Makanya mereka mewanti-wanti saya untuk tidak menunda kehamilan. Hal itu terjadi karena mereka keasyikan dengan karier dan belum merasa mapan sehingga lupa tentang kehamilan. Pas mereka berniat untuk mempunyai momongan, susahnya minta ampun. Mereka sudah berobat ke dokter dan pengobatan alternatif, tapi belum membuahkan hasil.

Selain itu, yang harus jadi perhatian kita apalagi perempuan bahwa kesehatan organ reproduksi akan menurun seiring dengan pertambahan usia. Semakin lama kita menunda kehamilan, maka semakin menurun tingkat kesuburan untuk proses kehamilan. Ditambah lagi jika dalam proses penundaan kehamilan, menggunakan alat kontrasepsi hormonal misalnya dengan mengonsumsi pil atau dengan menggunakan suntikan. Setelah KBnya dihentikan, bagi sebagian wanita tidak langsung bisa terjadi kehamilan. Terkadang ada yang butuh waktu lama agar hormon dalam tubuh bisa normal kembali pasca menjalani KB.

2. Kehamilan bisa saja berisiko jika umur sudah tidak muda lagi
Saya menikah di usia 24 tahun. Usia yang menurut dunia kebidanan adalah termasuk usia produktif. Ketakutan saya untuk menunda kehamilan selain alasan pertama adalah takutnya nanti saya hamil di usia 30 an. Saya sering melihat di lingkungan sekitar atau bahkan dialami oleh keluarga yang menjalani kehamilan pertama di usia 30 tahun ke atas. Ada Tante saya yang mengalaminya, dia harus rela kehilangan bayinya karena waktu melahirkan dia mengalami tekanan darah tinggi dan harus menjalani operasi Caesar. Anaknya tidak dapat terselamatkan. Ada beberapa risiko jika kita menjalani kehamilan di usia di atas 30 tahun. Tapi kembali lagi ya Moms, tergantung dari fisik dan mental setiap wanita. Selain itu, pola hidup sehat selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayinya kelak jika dilahirkan.

Menunda kehamilan tidak ada salahnya selama memang alasannya mendasar. Setiap pasangan berhak untuk memilih. Yang pasti, setiap anak yang dilahirkan membawa dan memiliki rezekinya masing-masing. Kehadiran buah hati di tengah keluarga tidak akan mengganggu karier atau apa pun ayah dan ibunya. Buah hati kita akan selalu membawa kebahagiaan yang tak ternilai bagi orang tuanya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

321 Inayah Soenaryo

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?