Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ketahuilah 58 Langkah Asuhan Persalinan Normal

OTHERS  |  07 Feb '18

Asuhan persalinan normal dilakukan untuk menjaga agar persalinan tetap bersih dan aman. Selain itu, hal tersebut juga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan dari asuhan persalinan normal yaitu untuk menjaga kelangsungan hidup serta kesehatan Ibu dan bayinya. Hal ini dilakukan melalui berbagai upaya yang terintegrasi tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar keamanan dan kualitas tetap terjaga. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diterapkan pada asuhan persalinan normal dalam 58 langkah:

Mengenali gejala pembukaan kala 2:

  • Kenali tanda-tanda dari pembukaan 2 yaitu dengan melihat tingkat kesadaran, adanya tekanan pada vagina, perineum menonjol, dan vulva vagina membuka.

Menyiapkan pertolongan untuk proses persalinan :

  • Pastikan persiapan dari semua perlengkapan, alat, obat, dan juga hal lain yang dapat membantu dalam persalinan serta mencegah terjadinya komplikasi. Siapkan 3 handuk kering yang bersih dan penghisap lendir.
  • Menggunakan celemek dari plastik yang bersih.
  • Melepas semua perhiasan dan juga mencuci tangan dengan menggunkan sabun di air yang mengalir.
  • Menggunakan sarung tangan disinfeksi untuk pemeriksaan dalam.
  • Memasukkan oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik.
  • Membersihkan bagian dari vulva atau parenium dengan hati-hati menggunakan kain yang sudah dibasahi.
  • Lakukan pemeriksaan dalam utuk memastikan pembukaan sudah lengkap.
  • Dekontaminasi sarung tangan dengan mencelupkannya pada larutan korin 0,5%.
  • Memeriksa bagian dari denyut jantung bayi setelah proses kontraksi berakhir.

Menyiapkan kondisi Ibu untuk persalinan :

  • Memberitahu bahwa pembukaan telah berlangsung dengan lengkap dan membantu Ibu dalam posisi yang diinginkan.
  • Meminta pendampingan dan bantuan keluraga untuk membantu Ibu dalam menyiapkan posisi untuk mengenjan.
  • Melakukan bimbingan pada meneran.
  • Mengajarkan Ibu untuk jongkok dan berdiri secara nyaman.
  • Jika kepala bayi sudah membuka valuva sebesar 5-6 cm, maka letakkan handuk diatas perut.
  • Letakkan kain yang sudah dilipat 1/3 di bagian bokong Ibu.
  • Membuka bagian dari tutup partus set.
  • Gunakan sarung tangan khusus atau DTT.
  • Ketika bayi membuka valuva sebesar 5-6 cm, maka letakkan tangan di kepala bayi untuk melakukan penahanan posisi defleksi.
  • Memeriksa kondisi dari lilitan di bagian tali pusar.
  • Menunggu sampai posisi dari kepala bayi bisa melakukan putaran dengan peksi secara spontan.
  • Ketika kepala bayi telah berputar, maka tempatkan kedua tangan di masing-masing sisi muka bayi.
  • Setelah bagian dari kedua bahu bayi telah dikeluarkan, telusuri bagian tangan mulai dari bagian kepala bayi yang berada dibawah arah perineum.
  • Setelah bagian lengan dan tubuh bayi keluar, maka telusuri bagian tangan yang berada pada posisi diatas.
  • Menilai bayi dengan cepat, lalu meletakannya di perut ibu
  • Segera keringkan si bayi yang di mulai dari muka.
  • Periksa lagi uterus.
  • Beritahu pada si Ibu bahwa segera akan dilakukan suntik oksitosin.
  • Dalam hitungan waktu 1 menit, bayi yang sudah lahir disuntikkan dengan cairan dari oksitosin 10 unit IM.
  • Setelah kurun waktu 2 menit, jepit tali pusar dengan menggunakan bahan klem yang berukuran kira-kira 3cm.
  • Pemotongan dan pengikatan tali pusar.
  • Letakkan bayi agar ada kontak dengan si Ibu.
  • Selimuti menggunakan kain hangat.
  • Memindahkan klem pada tali pusar sekitar 5-10cm.
  • Meletakkan kain yang ada di atas perut ibu.
  • Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusar kearah bawah.
  • Lakukan penegangan dan dorongan dorso-kronial hingga plasenta terlepas.
  • Saat plasenta terlihat di introitus vagina lahirkan plasenta dengan menggunakan kedua tangan.
  • Setelah plasenta dan dan selaput ketuban lahir maka lakukan masase uterus.
  • Memeriksa kedua sisi plasenta baik pada ibu dan juga bayi.
  • Mengevaluasi adanya laserasi pada vagina.
  • Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi pendarahan.
  • Biarkan bayi melakukan kontak kulit.
  • Setelah 1 jam lakukan pemeriksaan fisik pada bayi.
  • Setelah 1 jam pemberian vit Kberikan suntikan hepatitis B.
  • Lakukan pemantauan kontraksi.
  • Ajarkan ibu melakukan masase.
  • Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.
  • Memeriksa kandung kemih ibu setiap 15 selama 1 jam pertama.
  • Periksa kembali bayi dan pantausetiap 15 menit.
  • Tempatkan semua peralatan pada larutan klorin 0,5%.
  • Buang bahan-bahan yang terkontaminasi.
  • Bersihkan ibu dengan air disinfeksi.
  • Pastikan ibu nyaman, membantu memberikan ASI.
  • Dekontaminasi tempat bersalin dengan klorin 0,5%.
  • Mencelupkan sarung tangan kotor ke klorin 0,5 %.
  • Mencuci kedua tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Lengkapi potograf.

Semoga bermanfaat.

 

By: Babyologist Editor

BACA JUGA: Ciri-Ciri Kehamilan Anak Kedua

214 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories