Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ketahui Pentingnya Imunisasi Difteri bagi Orang Dewasa

HEALTH TIPS  |  03 Jun '18


Umumnya penyakit difetri menyerang anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa tidak berisiko terserang penyakit tersebut. Sama halnya seperti anak-anak atau bahkan bayi, imunisasi difetri juga dianjurkan untuk orang dewasa.

Pihak Kementrian Kesehatan RI menganjurkan agar pemberian imunisasi atau vaksin difetri kepada orang dewasa. Program pemberian vaksinasi yang dianjurkan oleh pemerintah melalui ORI (Outbreak Response Immunization) ini harus diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama untuk anak yang berusia 1-19 tahun.

Mencegah Penularan Difteri

Difetri sendiri adalah salah satu jenis penyakit yang bisa menyebabkan permasalahan pada sistem pernapasan, Fmenyebabkan kelumpuhan total, gagal jantung, dan bisa berujung pada kematian. Biasanya penyebaran jenis penyakit ini bisa melalui udara, di mana ketika seseorang yang menderita difetri batuk atau bersin.

Umumnya, pemberian vaksin ini juga diberikan bersamaan dengan jenis vaksin lainnya yang biasa diberikan ketika anak berusia 2, 3 dan juga 4 bulan. Pemberiannya akan disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh IDAI (ikatan dokter anak Indonesia).

Pihak Kementrian Kesehatan RI menganjurkan agar pemberian imunisasi atau vaksin difetri kepada orang dewasa.

Untuk anak-anak yang berusia di atas 7 tahun serta orang dewasa biasanya akan direkomendasikan untuk memperoleh vaksin DTP jenis Td atau Tdap, yang mana akan dilanjutkan dengan proses pemberian vaksin ulang atau booster minimalnya setiap 10 tahun sekali.

Orang Dewasa yang Perlu Memperoleh Vaksinasi Difteri

Orang-orang dewasa yang sangat dianjurkan untuk segera memperoleh vaksin jenis ini adalah:

  • Seseorang yang belum pernah menerima vaksin jenis Tdap.
  • Seseorang yang belum/lupa apakah ia sudah mendapatkan vaksin.
  • Para petugas yang langsung melakukan kontak dengan para pasien difetri.
  • Mereka yang merawat bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun.
  • Mereka yang berpergian ke wilayah atau negara yang memiliki resiko penyebaran penyakit tertentu.
  • Mereka yang tinggal serumah dengan orang yang menderita penyakit difetri.
  • Calon ibu yang belum pernah sama sekali melakukan vaksinisasi.
  • Ibu hamil.

Setelah proses pemberian vaksin atau imunisasi difetri dilakukan, Anda dianjurkan untuk mencatat dan juga menyimpan data riwayat imunisasi Anda dan Si Kecil dengan baik. Jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap jenis vaksin tertentu (di kurun waktu lebih dari 1 minggu setelah melangsungkan imunisasi), maka sebaiknya Anda segera meminta dokter atau petugas kesehatan untuk melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait dengan kondisi kesehatan Anda sebelum menerima vaksin.

Melewatkan vaksin bisa menyebabkan kondisi tubuh rentan terkena paparan penyakit serta memperkuat penyebaran virus kepada orang lain. Maka dari itu, Anda harus bisa mengikuti jadwal/agenda imunisasi yang tepat guna menjaga kesehatan diri Anda serta buah hati.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

601 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Ini 4 Gejala Penyakit Kanker Payudara yang Dapat Langsung Moms Kenali

Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel di payudara.