Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kenalilah Penyebab Dan Cara Mengatasi Batuk Pilek Bayi

HEALTH TIPS  |  07 Mar '18

Secara garis besar, bayi yang mengalami batuk pilek biasanya terkena infeksi dan alergi. Dimana hal tersebut bisa dilihat dengan kelihatannya gejala:

  • Demam
  • Hidung meler / tersumbat
  • Nyeri otot 
  • Bersin-bersin
  • Batu-batuk.

Biasanya penyebaran penyakit ini pun dimulai dari orang yang batuk, bersin, maupun kontak tangan dengan si penderita yang sebenarnya. Pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun, Ia biasanya lebih rentan terhadap terkenanya infeksi kuman, maupun alergi. Hal tersebut dikarenakan daya tahan tubuh bayi yang masih rentan dan masih belum begitu sempurna sehingga Ia menjadi lebih mudah untuk terjangkit penyakit batuk pilek ketimbang orang dewasa. 

Tahukah anda pola makan Si Kecil yang salah dapat memicu alergi? Gizi atau kandungan ASI yang dihasilkan oleh Ibu bergantung pada makanan yang Ia konsumsi. Bagi bayi yang mengkonsumsi ASI bayi, hal tersebut sangatlah bagus, namun Moms pun harus memperhatikan asupan makanan tersebut karena berpengaruh pula pada bayi. Biasanya tiap anak memiliki alergi yang berbeda-beda, terdapat beberapa kasus bahwa ada bayi atau anak yang alergi terhadap makanan laut. Oleh karena itu, anda dapat menggantinya dengan buah-buahan, makanan berkuah, ikan yang hidup di air tawar dan ayam kampung.

Perlu diketahui bagi para orangtua bayi, yakni pada dasarnya batuk pilek merupakan cara tubuh bayi untuk melawan kuman maupun penyakit yang ada di dalam tubuh. Oleh karenanya Moms janganlah terburu-buru untuk memberikan obat kepada si mungil yang sedang terkena batuk pilek. Hal tersebut dikarenakan obat-obatan yang diperuntukkan untuk bayi bukanlah untuk menyembuhkan, namun untuk meringankan gejalanya saja. Terlebih lagi, obat-obatan tersebut pun kurang baik untuk tubuh bayi, terlebih lagi jika diberikan kepada bayi yang berusia kurang dari 2 tahun, dimana organ pada tubuhnya masih dalam tahap perkembangan yang apabila diberikan obat, maka akan menimbulkan efek samping tersendiri pada bayi.

Jika Si Kecil berusia kurang dari 1 tahun, maka penanganan yang dapat dilakukan adalah seperti berikut :

  1. Bila Si Kecil masih menyusui, maka Moms harus tetap memberikan ASI pada anak. Namun Moms harus  tetap menjaga asupan makanannya
  2. Bagi Dads maupun lingkungan sekitar agar mengurangi rokok atau pun Ia harus bersih-bersih terlebih dahulu sebelum Ia menggendong maupun mencium Si Kecil
  3. Mandikanlah Si kecil dengan air yang hangat.
  4. Jemur Si Kecil di bawah matahari pagi sekitar pukul 07.00
  5. Apabila Si Kecil kelihatan haus, maka tambahkanlah asupan cairan yang lainnya seperti mengkonsumsi air mineral maupun mengkonsumsi air kuah sup.
  6. Cegahlah Si Kecil dari kedinginan, berikanlah Ia pakaian yang hangat, tempat tidur yang hangat dan juga nyaman, dan sebagainya.
  7. Hindarilah ia  dari polusi udara seperti debu, asap maupun rokok.
  8. Hindari pula orang-orang yang sedang terkena penyakit karena mereka akan lebih mudah menyebarkan virus kepada bayi
  9. Periksakanlah ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada saja kasus bahwa Si Kecil mengalami batuk yang tidak biasa, yakni batuknya berlendir. Adapun jika Si Kecil mengalami hal tersebut, maka cara mengatasinya adalah:

  1. Siapkanlah bak yang berisikan air hangat
  2. Simpanlah bak tersebut di ruangan yang kecil seperti kamar mandi
  3. Temanilah Si Kecil kurang lebih selama lima belas menitan
  4. Pada ruangan tersebut, biarkanlah Si Kecil untuk menghirup udara dari uap yang keluar dari air hangat tersebut sehingga diharapkan dahak dapat menjadi lebih mudah untuk keluar
  5. Ketika Si Kecil mengalami batuk pada saat penguapan, Moms jangan mendekatkan Si Kecil  ke sumber air hangat tersebut, cukuplah berada pada sekitarannya saja
  6. Pastikanlah ia aman dari sumber air hangat tersebut dan lakukanlah dengan berhati-hati.

Apabila sakitnya  masih berlanjut lebih dari 7 hari atau menunjukkan gejala-gejala seperti berikut, maka Ia harus segera dibawa ke dokter. Adapun waktunya adalah ketika :

  1. Bayi tidak dapat menelan makanan atau  minuman
  2. Bayi menjadi sering muntah serta enggan untuk meminum cairan
  3. Perut bayi terasa sakit
  4. Bayi menjadi mengantuk serta wajahnya menjadi pucat
  5. Kepala bayi terasa sakit
  6. Batuk secara terus menerus
  7. Bayi mengalami demam yang tinggi secara terus menerus meskipun Ia sudah diberi obat untuk menurunkan demam
  8. Terdapat memar atau ruam pada kulit bayi
  9. Bayi menjadi cenderung lebih mudah untuk menangis atau rewel

Setelah mengetahui penyebab serta tips untuk mengatasi batuk pilek pada bayi, kini saatnya Anda mengetahui tips lain tentang cara mencegah batuk pilek pada bayi, adapun caranya adalah sebagai berikut:

  1. Jika bayi mengalami gejala awal pilek, maka penyakit tersebut harus segera dicegah dengan membuat bayi menjadi lebih sehat. Yakni dengan memberikan bayi ASI, menidurkan Ia menjadi lebih lama serta membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman untuk bayi.
  2. Jauhkanlah bayi dari orang-orang yang sedang terkena penyakit pilek.
  3. Biasakanlah untuk menjaga kebersihan yang ada pada lingkungan bayi. Seperti selimut, tempat tidur, mainan bayi, serta botol minuman pun harus dicuci secara teratur.
  4. Jika bayi mengalami demam, maka Ia harus segera diatasi.
  5. Biasakanlah untuk memberikan ASI secara berkala dan teratur.
  6. Jika ada yang ingin bermain maupun mengasuh bayi, maka biasakanlah untuk mencuci tangan terlebih dahulu agar bayi tidak terkena infeksi orang dewasa.
  7. Gunakanlah handuk serta pakaian khusus untuk bayi, serta tidak mencampurkan barang tersebut dengan pakaian orang dewasa.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

9806 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories