Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kenali Tanda Preeklamsia Pada Ibu Hamil

20 Jun '18

Pre-eklampsia adalah sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema). Pre-eklampsia dialami oleh Moms yang sedang hamil, terutama para ibu muda yang baru pertama kali hamil.

Gejala preeklamsia biasanya muncul saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih (paling umum usia kehamilan 24-26 minggu), sampai tak lama setelah bayi lahir. Preeklamsia yang tidak disadari oleh sang ibu hamil bisa berkembang menjadi eklamsia, suatu kondisi medis serius yang mengancam keselamatan ibu dan janinnya.

Saat kehamilan anak pertama, saya tidak menyadari mengalami preeklamsia, karena awalnya tekanan darah saya normal, kadar protein dalam urin pun tergolong normal.

Namun mulai usia kehamilan 36 minggu,  tekanan darah saya berangsur naik dan mengalami pembengkakan pada kaki dan telapak kaki. Pada saat menjelang persalinan normal tekanan darah saya semakin tinggi, sehingga persalinan harus segera dilakukan secara c-section.

Preeklamsia juga umumnya berulang pada kehamilan selanjutnya. Pada kehamilan anak kedua, saya juga mengalami preeklamsia. Namun karena saya sudah mengetahui adanya kemungkinan berulang, saya sudah berkonsultasi dengan dokter obgyn.

Penting bagi ibu hamil untuk selalu memeriksa tekanan darah secara rutin, jika ada tanda-tanda hipertensi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan.

Selain hipertensi, gejala lainnya dari preeklamsia adalah:

  • Sesak napas akibat cairan di paru-paru.
  • Sakit kepala parah.
  • Berkurangnya volume urine.
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan hilang secara sementara, menjadi kabur, atau sensitif terhadap cahaya.
  • Mual dan muntah.
  • Rasa nyeri pada perut bagian atas (biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan).
  • Meningkatnya kandungan protein pada urine (proteinuria).
  • Gangguan fungsi hati.
  • Pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki, wajah, dan tangan.
  • Menurunnya jumlah trombosit dalam darah

Laju pertumbuhan janin yang melambat juga bisa menandakan sang ibu menderita preeklamsia. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan darah ke plasenta, sehingga janin mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi.

Sampai saat ini, penyebab utama preeklamsia masih belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli percaya bahwa preeklamsia diawali dengan adanya kelainan pada plasenta, yaitu organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi bagi bayi selama masih di dalam kandungan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Nike Iswandi.

610 Nike Iswandi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Hal Penting Saat Konsultasi Program Kehamilan

Moms, mari simak beberapa hal sederhana dan mendasar yang moms akan dapati saat merencanakan program kehamilan berikut ini.

Ragam Manfaat Susu Hamil Untuk Ibu Hamil

Susu merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi ibu hamil. Lantas, nutrisi apa saja yang terkadung dalam susu untuk ibu hamil?

Sering Merinding Saat Hamil, Normalkah?

Moms, sering alami merinding saat hamil? Mari cari tahu penyebab dan cara mengatasinya berikut ini.

Waspada Mommyrexia Setelah Melahirkan

Moms, apakah itu mommyrexia? Hal apa yang menyebabkan mommyrexia ini kerap terjadi pada ibu hamil dan apa risiko nya jika terjadi?

Manfaat Penting Kelapa Muda untuk Ibu Hamil yang Perlu Diketahui

Apakah Mom tahu bahwa air kelapa dapat mendatangkan bermacam manfaat kepada ibu hamil dan janin?

Bolehkah Wanita Dengan Penyakit Lupus Hamil?

Lupus memang akan turut mempengaruhi masa kehamilan. Namun, apakah wanita masih bisa hamil meskipun menderita lupus?

Wajah Bengkak Selama Masa Kehamilan, Apakah Normal?

Saat hamil, beberapa ibu hamil akan mendapati wajahnya menjadi bengkak. Berbahaya atau normakah hal ini terjadi?

Pola Makan dan Asupan Baik pada Ibu Hamil

Biasanya ibu hamil kerap kali lapar terutama dimalam hari. Berikut ini dalah beberapa tips mengatur pola makan bumil.

Kram Pada Masa Kehamilan, Apa Yang Harus Dilakukan?

Kram adalah bagian normal dari kehamilan. Namun, ada beberapa hal ketika kram bisa menjadi perhatian. Yuk, simak yang berikut ini.