Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kenali Sindrom Asperger, Gejala Autisme

GROWTH & DEVELOPMENT  |  TODDLER  |  10 Jul '19


Sindrom Asperger adalah gangguan perkembangan yang termasuk dalam gangguan spektrum autisme. Gangguan ini ditandai dengan penurunan keterampilan berbahasa dan komunikasi serta pola pemikiran dan perilaku yang berulang atau terbatas.

Sejarah sindrom Asperger

Pada tahun 1944, seorang dokter anak asal Austria, Hans Asperger, memiliki empat pasien muda dengan kelakuan yang sangat mirip. Mereka memiliki kecerdasan normal hingga tinggi tetapi tidak memiliki keterampilan sosial dan memiliki minat yang sangat sempit. Mereka juga terlihat canggung dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Meskipun Hans Asperger yang pertama kali menemukan gejala-gejala gangguan perkembangan sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, istilah sindrom Asperger ternyata diciptakan oleh pskiater asal Inggris, Lorna Wing. Dia menerbitkan serangkaian studi kasus serupa dan menyebutkan istilah itu dalam temuan studinya.

Kemudian, sindrom Asperger dicantumkan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-4). Manual ini diterbitkan pada tahun 1994.

Kira-kira satu dekade kemudian, tepatnya di tahun 2013, sindrom Asperger dan jenis autisme lainnya yang sebelumnya terpisah bergabung menjadi satu payung diagnosis yang disebut “gangguan spektrum autisme” di DSM-5.

Gejala sindrom Asperger

Anak-anak dengan sindrom Asperger terisolasi karena keterampilan sosial mereka yang buruk dan minat yang sempit. Mereka mungkin mengajak bicara orang lain tetapi ketika berbicara melakukan perilaku yang tidak pantas atau eksentrik, atau hanya ingin membicarakan minat tunggal mereka. Anak-anak dengan sindrom Asperger biasanya memiliki sejarah keterlambatan keterampilan motorik. Mereka tidak terampil dalam mengayuh sepeda, menangkap bola, atau memanjat peralatan bermain di luar ruangan. Mereka pun sering terlihat canggung dan kurang terkoordinasi yang terlihat dari cara berjalan yang kaku.

Penderita sindrom Asperger juga dapat merasa hipersensitif terhadap cahaya, suara, atau selera. Mereka juga sulit menjadi pembicara dan pendengar yang baik dalam percakapan. Gerakan-gerakan mereka tidak terkoordinasi atau terasa canggung. Mereka juga mungkin mengalami kecemasan dan depresi karena merasa berbeda atau dikucilkan.

Meskipun sindrom Asperger adalah sebuah kelainan dalam perkembangan komunikasi, ada beberapa sisi positif yang dimiliki pengidap Asperger jika dibandingkan dengan orang normal. Mereka memiliki fokus dan kegigihan yang luar biasa, bakat untuk mengenali pola, dan perhatian terhadap detail.

Perawatan sindrom Asperger

Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi kecemasan dan tantangan pribadi lainnya dari penderita sindrom Asperger. Kelas pelatihan keterampilan sosial dapat membantu dengan keterampilan percakapan dan memahami isyarat sosial. Terapi wicara dapat membantu mengontrol suara karena penderita sindrom Asperger sulit mengatur keterampilan percakapan nonverbal mereka. Sementara itu, terapi fisik dan pekerjaan dapat meningkatkan koordinasi. Untuk membantu mengelola kecemasan, depresi, dan ADHD, penderita dapat diberikan obat-obatan psikoaktif.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

368 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ide Bermain Anak Selama Masa Pandemi

Moms, yuk ajak si Kecil bermain dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah.

Review Happy Small World Joy Box - Baby Multifunction Box

Simak review Happy Small World Joy Box berikut ini yuk Moms and Dads.

Baby Gym untuk Bayi 9 bulan sampai 3 tahun

Apa saja manfaat baby gym untuk si Kecil? Yuk simak bersama berikut ini.

Tips Toilet Training Heidy

Si Kecil hampir memasuki masa toilet training? Simak tips berikut ini yuk!

Manfaat Tidur Siang untuk Si Kecil

Apa saja manfaat tidur siang untuk si Kecil? Apa akibatnya jika ia tidak tidur siang? Simak berikut ini.

Ide Stimulasi Motorik si Kecil Usia 2-3 Tahun

Si Kecil usia 2-3 tahun masih perlu distimulasi untuk perkembangan motoriknya? Simak yang berikut ini.

Anakku Senang Menyikat Gigi

Ritual menyikat gigi pada anak harus dilakukan sejak dini ya Moms, agar si Kecil terbiasa dengan kegiatan tersebut

6 Alasan Mengapa Melompat Penting bagi Kemajuan Motorik Kasar si Kecil

Melompat meningkatkan beberapa keterampilan yang sangat signifikan bagi perkembangan fisik si Kecil.

Waktu Terbaik untuk Membeli Sepasang Sepatu Pertama si Kecil

Moms tidak perlu membelikan sepatu pertama untuk si Kecil sampai dia berjalan dengan percaya diri di luar.

4 Aktivitas Menyenangkan untuk Bayi Berumur 16 Bulan

Agar si Kecil selalu aktif, Moms bisa mengajaknya bermain empat aktivitas berikut ini

Kapan Sebaiknya si Kecil Mulai Minum dari Cangkir?

Belajar menggunakan cangkir adalah salah satu keahlian penting yang harus dipelajari si Kecil.

4 Keunggulan Puzzle Sebagai Sarana Pendukung Perkembangan si Kecil

Mainan puzzle mendukung hampir setiap bidang perkembangan balita. Tapi bukan puzzle yang digital ya Moms.

6 Manfaat Jangka Panjang Belajar Mengenal Bentuk dan Warna

Ada kemampuan dasar lain yang bisa berkembang jika si Kecil mengenal bentuk dan warna sedini mungkin.

3 Permainan Menarik untuk Menstimulasi Balita 19 Bulan

Dalam menstimulasi perkembangannya pada usia ini, Moms bisa mengajaknya melakukan ketiga aktivitas berikut!

4 Permainan Seru Ini Mampu Kembangkan Panca Indera Anak Usia 18 Bulan

Meskipun si Kecil sudah berjalan dengan lincah, dia masih tetap memerlukan aktivitas stimulasi.

Mengenal 7 Macam Stimulasi Sensorik pada Anak

Sistem sensorik adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk memproses informasi sensorik.

Memilih Sekolah Anak Dari Pandangan Saya yang Pernah Menjadi Guru

Apakah sang buah hati sudah waktunya masuk sekolah? Bagaimana tips memilih sekolah menurut seorang guru?

Ide Bermain untuk si Kecil: Sticky Spider Web

Apakah Moms sedang kehabisan ide untuk permainan si Kecil? Mungkin permainan ini bisa dicoba, agar si Kecil tidak bosan.

Anak Spesialis vs Generalis

Pernah dengar tentang templet generalis dan specialist? Yuk kita sama-sama belajar tentang templet tersebut