Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kenali Penyebab Terjadinya Kehamilan Ektopik

PREGNANCY  |  19 Nov '17


Kehamilan ektopik bukanlah hal yang asing lagi dalam dunia medis. Mungkin untuk sebagian orang juga sudah tahu apa itu kehamilan ektopik? Kehamilan ektopik adalah kondisi dimana fertilisasi terjadi diluar rahim. Biasanya kehamilan ektopik terjadi di saluran tuba fallopi yang kemungkinan besar akan pecah jika kehamilan itu semakin berkembang di salurang tersebut.

Pada hal yang normal, kehamilan terjadi diawali dengan fertilisasi sel telur oleh sel sperma. Sel telur yang sudah dibuahi tersebut akan diam di tuba fallopi selama 3 hari sebelum sel telur ini melepaskan diri ke uterus untuk berkembang.

Untuk kehamilan ektopik, yang terjadi tentunya tidaklah seperti itu. Sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma dan menetap di saluran tuba fallopi justru terus menempel pada organ yang tidak semestinya, seperti menempel terus di tuba fallopi. Hal itulah kenapa kehamilan ektopik disebut sebagai kehamilan di luar rahim.

Bagaimana kehamilan ektopik bisa terjadi? Apa penyebab terjadinya kehamilan ektopik? Mungkin pertanyaan itu akan muncul di pikiran seseorang yang penasaran dengan kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi karena ketidakseimbangannya kadar hormon pada sel telur yang sudah dibuahi, bisa dibilang sel telur ini berkembang secara abnormal. Hal itu merupakan pemicu utama terjadinya kehamilan ektopik.

Selain dari itu, kehamilan ektopik juga disebabkan karena rusaknya saluran tuba fallopi akibat peradangan atau inflamasi. Akibat kerusakan pada saluran tuba fallopi tersebut, sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma akan terhalang untuk bergerak ke arah rahim. Hal itulah yang memungkinkan sel telur akan menempel pada bagian yang lain.

Kehamilan ektopik bisa dirasakan oleh seorang wanita dengan melihat gejala yang ditimbulkan. Pada awalnya kehamilan ektopik ini memiliki ciri yang hampir serupa dengan kehamilan yang normal, namun ada beberapa gejala yang muncul dan lebih diindasikan dengan gejala kehamilan ektopik. Gejala kehamilan ektopik diantaranya yaitu :

  • Rasa nyeri pada tulang panggul.
  • Pendarahan ringan dari vagina.
  • Munculnya rasa sakit pada bagian perut yang terjadi hanya di satu sisi.
  • Rasa nyeri pada bahu.
  • Terjadi pendarahan hebat akibat pecahnya saluran tuba fallopi.
  • Mual dan muntah yang diiringi rasa nyeri.
  • Munculnya rasa sakit pada saat buang air besar karena adanya tekanan rektum.
  • Sering merasa pusing atau lemas.

Jika anda merasakan beberapa gejala yang sudah disebutkan tadi sebaiknya segera periksakan ke dokter, pasalnya kehamilan ektopik ini merupakan suatu kondisi yang membutuhkan penanganan darurat. Kehamilan ektopik bisa membahayakan nyawa seseorang, maka dari itu tidak ada salahnya anda lebih waspada jika terjadi gejala-gejala kehamilan ektopik.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1029 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Meminimalisir Kehamilan Resiko Tinggi

Bagi yang merencanakan kehamilan, simak yang satu ini yuk.

Pengalamanku Berpuasa Saat Hamil Muda

Yuk simak tips berpuasa bagi ibu hamil muda berikut ini.

Tidur Siang Saat Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir dengan Craddle Cap?

Betulkah tidur siang di saat hamil dapat menyebabkan si Kecil terlahir dengan cradle cap?

Tips Menjalani Kehamilan dengan Nyaman

Siapa ibu hamil disini yang sering khawatir? Rasa stres dan khawatir bisa membuat kehamilan jadi ga nyaman loh.

Tips Meminimalisir Stretch Mark Selama Kehamilan

Bagaimana caranya menimalisir stretchmark selama kehamilan? Yuk, simak tips berikut ini.

Macam-macam Test Lab Selama Kehamilan

Tes laboratorium sangat penting dalam menunjang kesehatan kehamilan. Simak macam-macam tes lab selama kehamilan berikut ini, Moms!

Manfaat Birth Ball untuk Persalinan

Bermanfaatkah birth ball di masa kehamilan dan juga saat bersalin? Yuk, simak bersama berikut ini.

Sisi Positif dan Negatif Es Krim untuk Ibu Hamil

Siapa disini yang suka es krim? Bagaimana dengan mengonsumsi es krim selama masa hamil, boleh tidak? Yuk, simak berikut ini.

Manfaat Prenatal Gentle Yoga

Apa saja manfaat dari prenatal yoga? Yuk, kita simak cerita yang satu ini!

Bumil Pelihara Kucing? Aman Nggak Sih?

Amankah untuk ibu hamil memelihara kucing? Bagaimana dengan risiko toksoplasma? Yuk simak yang berikut ini.

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Mitos tentang masa kehamilan masih banyak terdengar. Yuk simak mitos-mitos berikut ini sehingga kita menjadi lebih bijak.

Tips Babymoon Aman dan Nyaman

Moms and Dads sedang merencanakan babymoon? Simak tips berikut ini agar liburannya berjalan dengan baik ya!

Sakit Pinggang: Tanda Kehamilan, atau Hanya Menstruasi?

Bingung apakah Moms sedang mengalami tanda menstruasi atau hamil? Mari simak beberapa perbedaan berikut.

5 Mitos Tentang Seks di Kolam Renang dan Bak Air Panas

Banyak pernyataan seputar berhubungan seks di dalam air yang bermunculan, tapi apakah itu fakta atau mitos?

5 Mitos Tentang Kesuburan Wanita Berbadan Subur

Moms pernah mendengar mitos mengenai kesuburan wanita? Berikut ini akan kita ulas apa saja mitos tersebut?

Merasa Hamil tetapi Tes Kehamilan Negatif? Mungkin Ini Sebabnya.

Gejala awal kehamilan dan mentruasi sangatlah mirip, bisa jadi Moms keliru. Yuk simak informasi lengkapnya!

Pengidap Lupus Wajib Perhatikan Hal Ini sebelum Hamil

Lupus tidak akan mencegah Moms untuk hamil dan melahirkan, namun kondisi tubuh harus tetap fit sebelum hamil.

Ingin Hamil? Perhatikan Hal Berikut Jika Moms Punya Sindrom Iritasi Usus Besar

Jika Moms sedang menjalani pengobatan untuk sindrom iritasi usus besar, maka kehamilan sebaiknya ditunda dahulu.

Belum Telat Haid tetapi Hasil Test Pack Positif?

Terlambat menstruasi menjadi salah satu tanda awal kehamilan, bagaimana jika Moms belum telat haid tetapi sudah positif?

Mengenal Subfertilitas

Pernah mendengar istilah subfertilitas? Yuk disimak penjelasannya berikut ini