Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kenali Jenis-jenis Penyakit Jantung Bawaan Ini

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  22 Sep '18

Moms, wawasan tentang kesehatan bayi sejak dalam kandungan sangat penting untuk perkembangan si Kecil nantinya. Jantung sebagai salah satu organ terpenting manusia tentu harus mendapatkan perhatian lebih. Bayi sejak dalam kandungan dapat memiliki kelainan jantung yang menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Biasanya, PJB pada anak terjadi karena adanya kelainan pada pembuluh darah di jantung. Dalam kondisi yang parah, seorang bayi bahkan dapat mengalami gagal jantung. Kondisi medis gagal jantung terjadi karena darah bersih yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh malah mengalir ke paru-paru. Sementara itu, darah kotor malah didistribusikan ke seluruh tubuh padahal seharusnya mengalir ke paru-paru.

Jenis Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Ada sembilan PJB umum yang biasa diderita oleh anak-anak, yaitu Foramen Ovale Persisten, Defek Septum Atrium, Defek Septum Ventrikel, Defek Kanal Atrioventrikular, Duktus Ateriosus Persisten, Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri, Tetralogi Fallot, Transposisi Arteri Besar, dan Anomali Total Hubungan Vena Pulmonalis.

  1. Foramen Ovale Persisten adalah jenis PJB yang tidak separah kedelapan jenis PJB lainnya. Kelainan ini disebabkan karena lubang normal di antara serambi jantung pada bayi. Biasanya, lubang tersebut akan tertutup dengan sendirinya setelah beberapa bulan kehidupan pertama bayi. Jika lubang tersebut tidak tertutup pun, biasanya tidak menimbulkan masalah serius.

  2. Defek Septum Atrium merupakan kelainan jantung karena dinding pemisah antara serambi kanan dan serambi kiri jantung berlubang. Darah bisa mengalir ke paru-paru melalui lubang tersebut.

  3. Defek Septum Ventrikel hampir sama dengan Defek Septum Atrium. Hanya saja pada jenis PJB Defek Septum Ventrikel, sisi jantung yang berlubang adalah bagian bilik kanan dan bilik kiri jantung. Jika lubang tersebut berukuran kecil, biasanya lubang dapat merapat dengan sendirinya meskipun bertahap. Lubang berukuran besar tidak dapat merapat dengan sendirinya sehingga perlu penanganan dokter.

  4. Defek Kanal Atrioventrikular (kelainan saluran atrioventrikular) adalah sebuah kelainan jantung yang pada umumnya terjadi pada anak dengan down syndrome. Kelainan ini terjadi karena adanya lubang di antara serambi (bagian atas) jantung maupun lubang lain di bilik (bagian bawah) jantung. Katup besar jantung mungkin juga kurang sempurna menutup sehingga menyebabkan kelainan ini.

  5. Duktus Ateriosus Persisten adalah sebuah kelainan jantung yang biasanya menimpa bayi prematur. PJB ini ditandai dengan terlalu banyaknya darah yang mengalir ke paru-paru bayi. Kelainan ini terjadi karena setelah bayi lahir, duktus tidak menutup.

  6. Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri sering terjadi saat bayi dalam keadaan kritis pada masa awal kehidupannya. Kurang sempurnanya perkembangan jantung bagian kiri membuat bayi tidak memenuhi syarat untuk memompa darah dengan lancar.

  7. Tetralogi Fallot sering ditandai dengan gejala kebiruan pada anak. Nama tetralogi diberikan karena PJB ini merupakan gabungan dari empat kondisi medis pada jantung. Empat kondisi medis tersebut adalah penyempitan pada lubang masuk arteri pulmonalis, penebalan bilik kanan jantung, Defek Septum Ventrikel, dan aorta menerima darah dari serambi kanan dan kiri jantung (seharusnya, aorta hanya bertugas menyalurkan darah dari serambi kiri).

  8. Transposisi Arteri Besar adalah keadaan di mana posisi aorta dan arteri pulmonalis tertukar. Tugas keduanya terbalik sehingga tingkat oksigen dalam darah sangat rendah. Keadaan ini membuat bayi terlihat sangat biru. Bayi harus segera mendapatkan pertolongan medis setelah lahir apabila gejala ini muncul.

  9. Anomali Total Hubungan Vena Pulmonalis terjadi karena vena pulmonalis mengalami anomali yaitu tidak sesuai dengan tugas seharusnya. Dalam kondisi ini, vena pulmonalis malah mengantarkan darah bersih ke jantung melalui jalur selain dari paru-paru ke serambi kiri. Jalur tersebut mungkin menyempit sehingga tubuh kekurangan darah bersih. Kelainan ini dapat dideteksi dari tubuh bayi yang berwarna biru dan kondisinya yang kesulitan bernapas.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

140 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories