Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  16 Jan '20


Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya (mulai pembuahan di rahim hingga sekitar 2 tahun) yang disebabkan karena malnutrisi kronis. Tau nggak Moms? Berdasarkan survey WHO, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara di dunia dengan kasus stunting. Nah untuk itu, kita perlu mengenal lebih jauh tentang stunting ini ya Moms.


Stunting pada anak-anak kebanyakan terjadi setelah anak mulai mengonsumsi MPASI loh Moms, hal ini dikarenakan kurangnya asupan kalori dari protein yang menyebabkan BB anak sulit naik. Hal yang perlu diketahui, dampak stunting bersifat jangka panjang dan permanen, jika gejala stunting dapat diketahui di awal maka dapat dilakukan treatment tertentu. Namun jalan terbaik adalah mencegah daripada mengobati. Selain gangguan yang terlihat secara fisik, stunting juga mengganggu perkembangan otak dan organ anak ya Moms, jadi harus banget diwaspadai.

Untuk mencegah stunting, Moms harus selalu mengamati dengan seksama kenaikan BB si Kecil. Tabel KMS dapat dijadikan acuan sebagai standar kenaikan berat badan anak ya Moms. Berikut kenaikan BB anak per bulan yang disarankan untuk mencegah terjadinya stunting:
1. Bulan ke 1 kenaikan BB minimum 800 gr
2. Bulan ke 2 kenaikan BB minimum 900 gr
3. Bulan ke 3 kenaikan BB minimum 800 gr
4. Bulan ke 4 kenaikan BB minimum 600 gr
5. Bulan ke 5 kenaikan BB minimum 500 gr
6. Bulan ke 6 & 7 kenaikan BB minimum 400 gr
7. Bulan ke 8-11 kenaikan BB minimum 300 gr
8. Bulan ke 12-60 kenaikan BB minimum 200 gr

Untuk mencapai kenaikan BB sesuai dengan standar minimum di atas asupan nutrisi untuk si Kecil harus disesuaikan dengan usianya ya Moms, berikut panduan umumnya:

1. 0-6 bulan, pada usia ini asupan nutrisi terbaik untuk si Kecil adalah ASI eksklusif. Jika Moms bisa mengASIhi dengan maksimal, selain mencegah stunting hal ini juga akan sangat bermanfaat untuk sistem imun si Kecil hingga dewasa.
2. 6-9 bulan, pada usia ini si Kecil mulai dikenalkan dengan makanan lumat yang disaring. MPASI bisa diberikan 2-3x sehari dengan takaran 2 sdm dewasa untuk sekali makan. Takaran dapat ditambah sesuai dengan perkembangan si Kecil ya Moms.
3. 9-12 bulan, pada usia ini si Kecil mulai dapat mengonsumsi makanan lembek dengan lauk yang dicincang untuk melatih si Kecil mengunyah. MPASI diberikan 3-4x sehari dengan takaran 125-250 ml/hari, dapat ditambah dengan 2x selingan/snack. 
4. 12 bulan ke atas, di usia ini diharapkan si Kecil sudah dapat ikut serta dalam acara makan keluarga dengan nasi utuh dan lauk yang disuwir.

Pemberian MPASI untuk si Kecil langsung dimulai dengan 4* sejak awal dikenalkan. Namun komposisi pemberian MPASI juga harus diperhatikan karena kebutuhan si Kecil dengan kita yang dewasa berbeda. Untuk si Kecil, komposisi yang dominan adalah protein sebanyak 40% sedangkan sayur dan buah porsinya paling kecil yaitu 25%. Penting juga untuk memberikan lemak tambahan pada MPASI si Kecil untuk membantu kenaikan berat badannya.

Sekian pembahasan tentang stunting hari ini ya Moms. Semoga dengan sedikit info di atas semakin meningkatkan kesadaran kita tentang risiko stunting dan pencegahannya. Stay Healthy and Happy.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

286 Anna Rosida

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda

Normalkah BAB Seminggu Sekali pada Bayi ASI Eksklusif? Bagaimana Mengatasinya?

Moms mungkin khawatir kalau ternyata bayinya BAB hanya seminggu sekali? Tenang Moms, ini masih normal kok.

Mengatasi Pilek si Kecil Tanpa Obat

Para orang tua tentu akan merasa sangat panik bila buah hatinya terkena flu bukan?