Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kelebihan Air Susu? Mungkin Karena Sindrom Hiperlaktasi!

FEEDING  |  11 Aug '18


Punya air susu lebih dari kebutuhan bayi memang terdengar menguntungkan. Moms tidak perlu lelah memompa seperti kebanyakan ibu yang lainnya karena air susu akan dengan mudah keluar sendiri. Akan tetapi apakah hal ini selalu menjadi hal yang baik? Tidak, Moms. Bayi bisa saja tersedak karena mulut kebanjiran air susu dan tentunya Moms tidak nyaman karena sering mengalami bocor. Kondisi ini dinamakan sindrom hiperlaktasi.

Gejala Sindrom Hiperlaktasi

Sindrom hiperlaktasi ini muncul karena kelebihan kelenjar (alveoli) di dalam payudara dan juga ketidakseimbangan hormon yang memicu pada produksi ASI berlebih. Gejala sindrom hiperlaktasi ini bisa dikenali dengan cara sebagai berikut:

  • Payudara selalu kencang dan penuh terus-menerus. Selain itu, ASI kerap bocor meskipun sedang tidak menyusui.
  • Moms kerap mengalami payudara bengkak dan sering mengalami infeksi payudara (mastitis).
  • Si Kecil sering tersedak dan tidak mau minum karena air susu mengalirnya sangat deras. Kerap si Kecil secara tiba-tiba tidak mau menyusu dan menggigit puting untuk mengurangi aliran.
  • Bayi cepat kenyang dan lapar sekaligus. Kerap juga  terjadi gumoh, buang angin atau sendawa.
  • Moms juga bisa melihat tinja bayi yang biasanya lebih berbusa dan warnanya pun hijau kekuningan.

Apakah Sindrom Hiperlaktasi Ini Normal?

Biasanya kelebihan air susu ini menyerang di kisaran 3-12 minggu. Yang dikhawatirkan ketika Moms memiliki produksi susu berlebih adalah bayi mengalami pertumbuhan yang tidak sesuai dengan kurva. Ini diakibatkan susu ibu yang lebih banyak laktosa dari pada lemak.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Air Susu Berlebih?

Yang pasti Moms tidak boleh khawatir saat kelebihan air susu. Pastikan selalu menyusui bayi di satu payudara sampai habis. Ini agar air susu bisa habis dan bayi tidak sering terkena derasnya aliran susu akibat pindah payudara. Selain itu, Moms bisa mencoba menyusui si Kecil dengan cara berbaring dan tengkurapkan si kecil dekat puting. Sedikit susah memang, akan tetapi ini bisa membantu si Kecil mengurangi aliran susu. Ingat, tengkurapkan jika sudah memungkinkan! Yang terakhir, Moms bisa berkonsultasi kepada konselor laktasi dan kalau memang disarankan untuk melakukan donor ASI, ini juga tidak ada salahnya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

634 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.