Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kehamilan Vanishing Twin

MY STORY  |  PREGNANCY  |  23 Sep '19


Usiaku 29 tahun saat mengandung anak pertama. Pada usia kehamilan sekitar 5 minggu, saya mengalami pendarahan seperti haid, saat itu saya shock & yakin bahwa saya mengalami keguguran, menangis sejadi- jadinya karena itu juga kehamilan yg sangat saya nantikan. Saat itu saya langsung ke dokter kandungan dan di periksa, dokter mengatakan bahwa kehamilan masih ada, hanya memang belum terlihat detak jantung janin. Mendengar itu saya lega, lalu saya diminta bedrest oleh dokter, sambil diberikan penguat kandungan. Selama hampir 2 minggu bedrest, pendarahan tidak berhenti, sampai saya kembali ke dokter untuk di cek lagi. Setelah itu dokter melihat bahwa ada 2 kantong kehamilan, dengan 2 plasenta dalam rahim, awalnya dokter mengira bahwa saya akan memiliki anak kembar namun setelah di periksa dengan teliti, 1 kantong kehamilan kosong, sementara yang lain sudah memiliki detak jantung pertanda bakal janin ada. Dokter sempat kebingungan saat pemeriksaan USG, karena ada 2 kantong kehamilan. Kemudian dokter merujuk saya untuk second opinion ke dokter lain yg juga menjadi rekan sejawat dokter kandungan saya itu, untuk menanyakan apa pendapat dokter lain mengenai isi dari kehamilan saya.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, hasilnya saya mengalami vanishing twin syndrome (kehamilan kembar yang hilang), jadi sebetulnya saya hampir hamil kembar namun yang satunya tidak berkembang (stuck twin). Diduga pendarahan yang saya alami pada awal kehamilan adalah proses gugurnya si kembar yang tidak jadi itu.

Sebagai informasi, saya sendiri adalah anak kembar. Saya memiliki 1 saudara kembar (perempuan). Sebelum saya hamil, banyak orang bilang bahwa saya akan ada peluang untuk punya anak kembar, saya hanya merespon dengan tertawa karena saya pikir tidak mungkin, karna kalaupun akan menghasilkan keturunan kembar, mungkin ke cucu nanti, jadi tidak langsung ke saya yang punya potensi punya anak kembar. Ternyata, peluang itu memang langsung ada, bahkan ke saya. Seiring berjalan usia kehamilan saya, plasenta dengan kantong kehamilan yang kosong itu hilang dan terserap dengan sendirinya di tubuh saya, dan kehamilan sehat hingga berjalan lancar sampai si bayi lahir dengan selamat. Saat tulisan ini dibuat, usia anak saya bernama Razel Dominic sudah 10 bulan.

Untuk calon ibu yang nanti atau sedang hamil, dan mengalami pendarahan pada kehamilan, usahakan tidak langsung berpikir negatif, segera ke dokter kandungan untuk di periksa karena kita tidak pernah tau apa yang terjadi di setiap rahim perempuan selama masa kehamilan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

395 Christiani Pratama

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?