Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kehamilan Trimester 1: Tubuh Rentan Sakit?

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  PREGNANCY  |  24 May '19


Ketika kembali ke Indonesia setelah berbulan madu selama 3 minggu di Eropa, suami terserang sakit flu dan saya pun tertular. Flu dan batuk tidak kunjung sembuh selama sebulan. Saya pun sempat latihan fisik dengan gerakan melompat-lompat, meskipun kondisi badan belum fit. Pada saat latihan tersebut, saya merasa ada yang berbeda pada tubuh saya: terasa lemas dan mudah lelah, padahal saya termasuk orang yang rutin berolahraga seperti jogging, berenang, yoga bahkan bodyweight training.

Awalnya, saya pikir kelelahan itu karena proses penyembuhan flu. Saya pun saat itu mengalami telat datang bulan selama +/-10 hari. Tiba-tiba terpikir, apakah mungkin saya hamil? Akhirnya, kami mencoba test pack kehamilan dan hasilnya muncul dua garis merah. Puji Tuhan. Saya positif hamil.

Kami mulai mencari tahu mengenai dokter kandungan terdekat dan kemungkinan tempat bersalin memadai di kawasan tempat tinggal kami. Setelah bertanya kepada beberapa teman dan kerabat, akhirnya kami memeriksakan diri ke dokter rekomendasi teman kami di RS yang masih terjangkau dari kawasan tempat tinggal. Hasil USG sudah menunjukkan, sudah ada kantung rahim dan titik janin berusia sekitar 5 minggu. Kami terharu dan tersenyum. Semoga sehat ya calon baby-ku!

 

Selera makan dan fokus konsentrasi bekerja mulai menurun.

Menjalani bulan kedua kehamilan saya mulai mengalami perubahan mood. Pikiran menjadi tidak fokus saat bekerja sebagai desainer interior. Untungnya, saya bekerja dari rumah, sehingga lebih fleksibel dan mampu istirahat ketika lelah.

Setiap pagi, badan agak lemas dan mual. Saya mulai membaui segala sesuatu yang menyebabkan saya mudah menjadi pusing. Ketika mencium bau makanan pun, saya tidak selera makan.

 

Stress karena perubahan, terutama karena tipe makanan yang dikonsumsi.

Sebelumnya saya terbiasa makanan yang tergolong sehat, terutama sayur-sayuran dan buah. Namun, makanan tersebut paling sering dimuntahkan. Saya agak stress dan bingung untuk makan apa. Hasrat memasak juga tidak ada karena tidak kuat dengan bau dapur. Pada akhirnya, saya menerima makanan simple, yakni sop ayam dan bihun ayam yang tidak berbau bumbu bawang putih dan minyak. Melihat kondisi ini pula, saya dan suami mencari suplemen hamil yang diperlukan untuk gizi yang lain. Pilihan kami jatuh ke merk Blackmores for Pregnancy and Breastfeeding.

Saya mulai membaca buku-buku mengenai kehamilan dan masalah yang mungkin dihadapi ibu hamil. Ibu hamil sebaiknya menghindari stress berlebih dan tetap menjaga kesehatan karena pada saat hamil sistem imun tubuh agak melemah. Pantas saja, serangan flu saat awal kehamilan agak lama sembuh.

Untuk menghindari stress, saya berusaha menjalani rutinitas seperti biasa. Kesulitan utama adalah bangun pagi karena badan terasa lemas dan mual. Tetapi, tetap positive minded dan tetap olah fisik sesuai kemampuan tubuh. Tetaplah aktif jika kondisi badan dan pikiran memungkinkan. Mulai mendengarkan lagu-lagu klasik dan rileks. Termakasih untuk suami yang selalu memberikan support dalam hal ini. 

 

Mengalami demam berdarah saat bulan ketiga.

Pada usia kehamilan sekitar 11 minggu, saya merasa suhu tubuh saya panas tidak wajar disertai pusing. Saya menunggu panas reda sambil tidur dan kompres karena tidak berani makan obat sembarangan. Hingga larut malam, panas tubuh saya tidak kunjung menurun. Akhirnya, saya meminta dibawa ke IGD RS.

Hasil pengecekan terhadap suhu tubuh saya di angka 38.6 derajat. Dokter pun memberi infus dan parasetamol. Parasetamol dikatakan masih aman untuk ibu hamil. Kami mengambil cek darah dan menunggu hasil lab sampai kurang lebih 1.5 jam.

Satu setengah jam kemudian, hasil lab keluar dan saya dinyatakan positif demam berdarah. Terpaksa harus langsung dirawat. Sedih sekali karena saya sedang hamil muda dan saya belum pernah dirawat inap ataupun terkena DB selama ini. Saya merasa selalu fit dan jarang sakit. Saat itu, keluarga kami belum mengetahui kondisi kehamilan saya. Mereka pun mengetahui saya hamil saat sedang dirawat di RS. 

Panik? Sebaiknya jangan.

Saya menyerahkannya ke tangan medis yang sudah sering menangani kasus DB saat hamil. Kami melakukan pengecekan ke dokter kandungan dan didapati janin kami bergerak-gerak lebih aktif saat USG. Awalnya, kami senang melihatnya bergerak-gerak. Namun, dokter mengatakan kondisi tersebut tidak baik jika terlalu lama berlangsung. Saat panas tubuh tinggi, janin dapat mengalami overheating dan dapat mempengaruhi perkembangan otak. Wew! Untung saja, saya langsung dirawat dan ditangani dengan tepat.

Saya dirawat selama 7 hari di RS dengan penangan khusus untuk ibu hamil. Memang lebih memakan banyak biaya karena harus melakukan konsultasi dengan dua dokter sekaligus: internist dan kandungan. Namun, hal ini harus dihadapi agar kondisi ibu hamil dan janin terkontrol. 

Hal yang penting saat sakit ini adalah support dari keluarga. Tentunya dalam kasus saya adalah suami dan mama saya. Mereka bergantian menjaga saya dan selalu memberi asupan makan karena pada saat itu kondisi saya masih mual parah dan tidak ada keingingan makan. Banyak keluarga, kerabat dan teman yang berkunjung, menjadikan saya lebih semangat.

Hari terakhir kami melakukan pengecekan ke dokter kandungan, berat badan saya drop 1kg. Tetapi yang terpenting, janin kami dalam kondisi baik-baik saja. Terimakasih Tuhan dan tim RS yang merawat kami.  

 

Lebih menjaga diri, kebersihan dan kesehatan selama hamil. 

Ini salah satu kisah kehamilanku menghadapi tubuh yang menjadi rentan sakit. Pada TM I menurut saya, Moms tidak perlu khawatir akan berat badan karena calon baby hanya memerlukan sedikit asupan makanan. Namun, boleh dibantu dengan suplemen terutama yang mengandung asam folat untuk perkembangan organ pada calon baby. Hal yang berkaitan dengan mual pun sangat wajar pada ibu hamil dan berbeda-beda pada tiap wanita karena berkaitan dengan hormon sang wanita dan genetiknya.

Menurut buku dan sumber yang saya baca, pada TM I, sistem imun tubuh sangat wajar mengalami penurunan sebagai adaptasi penerimaan terhadap janin dalam tubuh sang Ibu. Sistem imun akan kembali meningkat melalui peningkatan leukosit pada TM akhir. Sebaiknya, ibu hamil muda menghindari terlebih dulu orang sakit dan tempat-tempat umum agar tidak terpapar virus / kuman. Jika tubuh lelah, istirahatlah karena menurut saya memang TM I ini menyedot paling banyak energi dan pikiran. TM I pun paling rentan kasus keguguran. Hal ini wajar karena tubuh sedang merekonstruksi kehidupan baru dan setiap wanita memiliki adaptasi yang berbeda pada setiap kehamilannya.

Pastinya setiap fase melatih kesabaran diri dan suami. Kehamilan hanya setitik kecil perjuangan orang tua karena membesarkan anak hingga dewasa adalah yang utama. Jadi tetap semangat ya Moms and Dads!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

343 Wike Astriana

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Hipersalivasi atau Maag?

Moms, siapa yang lagi hamil muda? Hayooo ada yang ngidam gak? Alhamdulillah sekarang aku lagi hamil anak kedua.

Pengalaman Mengalami Sembelit Saat Hamil Trimester Pertama

Trimester pertama kehamilan, saya sempat mengalami sembelit hebat selama kurang lebih seminggu

Kerokan Saat Hamil, Boleh Tidak?

Kerokan di anggap ampuh untuk meredakan masuk angin, apakah Ibu hamil boleh kerokan? Yuk, simak informasi berikut.

Jangan Abaikan Flek di Kehamilan Trimester Pertama

Saat hamil pertama di mana usia kandungan baru memasuki usia 8 minggu, saya mengalami flek.

Kehamilan dengan Kekentalan Darah

Kehilangan 2 calon janin di usia kehamilan 8 minggu membuat saya bertanya, ada masalah apa dengan diri saya?

Tips Mengatasi Mual Muntah Saat Kehamilan

Perasaan mual dan muntah saat hamil muda sering terjadi pada pagi hari. Tetapi anggapan ini keliru,

Cesarean Scar Pregnancy

Beberapa kondisi yang menyebabkan kehamilan menjadi bermasalah salah satunya adalah Cesarean Scar Pregnancy.

Tangan Kram, Kaku, dan Sulit Digerakkan Terutama di Pagi Hari

Hallo Moms semua, kali ini saya mau berbagi pengalaman seputar keluhan kehamilan saya sendiri.