Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kehamilan Setelah Kuretase Haruskah Menunggu Berbulan-bulan?

MY STORY  |  PREGNANCY  |  21 Dec '19


Aku sudah pernah bercerita dipostingan sebelumnya bahwa pada kehamilan pertamaku aku harus menjalani kuretase. Kuretase itu dilakukan saat usia kehamilan 11 minggu dengan alasan janin tidak berkembang.

Lalu apa yang aku lakukan setelah menjalani kuretase?

Selama kuretase aku dibius total jadi sama sekali tidak meninggalkan trauma atau ketakutan sendiri pasca kuretase. Proses recovery pun cukup cepat, aku diminta istirahat 1 minggu dari rutinitasku bekerja. Namun, setelah 3 hari badan sudah terasa fit lagi. Tentunya dengan mengonsumsi sayur-sayuran, protein, dan beberapa obat resep dokter. Obat yang diberikan adalah obat penambah darah dan Bloodstop (obat untuk menuntaskan/menghentikan pendarahan).

Seminggu pasca kuretase, aku dijadwalkan untuk kontrol untuk mengecek apakah sudah tuntas atau ada jaringan yang tertinggal. Saat kontrol, dokter obgynku hanya bertanya apakah darah yang keluar masih banyak? Apakah pusing? Dan cek rahim dengan USG. Nah, dari USG bisa terlihat kondisi rahim pasca kuretase dan hanya dokter obgyn yang bisa membaca. Dokter menyatakan bersih dan bagus. Namun aku tidak hanya kontrol tetapi sekaligus konsultasi.

Pertanyaan yang aku ajukan ke dokter adalah

1. Apa penyebab janin tidak berkembang?

Penyebab janin tidak berkembang (blighted ovum) ada banyak faktor, bisa kelelahan, bisa efek dari obat-obatan yang dikonsumsi ibu, bisa juga karena kualitas sel telur/sperma yang tidak baik, infeksi dan terkena virus. Dokterku tidak bisa memastikan janin tidak berkembang yang aku alami disebabkan oleh apa. Tapi, dokterku menyarankan untuk cek lab, tes TORCH (Tokso, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes). Akhirnya, aku memantapkan hati untuk cek lab yang biayanya tidak sedikit pada tahun 2017 untuk tes TORCH sebesar 2,5 juta. Tindakannya hanya mengambil sampel darah saja dan hasilnya tidak bisa diambil hari itu juga. Setelah mendapatkan hasilnya aku pun kembali ke dokter obgynku untuk konsultasi. Hasil lab tidak berupa deskripsi yang dapat dipahami orang awam, namun terdapat kode-kode. Oleh karena itu, aku kembali untuk memperlihatkan hasil cek labku sekaligus konsultasi. Sehari setelah menerima hasil lab, aku datang ke dokter obgynku. Setelah di analasis, aku negatif tidak memiliki virus tokso, rubella, cyto, maupun herpes.

2. Kapan aku bisa hamil lagi?

Aku bertanya seperti itu karena mendengar dan membaca ada beberapa ibu yang setelah keguguran harus kosong terlebih dahulu. Maksudnya, boleh berhubungan namun jangan sampai sperma di keluarkan di dalam. Satu dokter dengan dokter lainnya pun bisa beda saran, ada yang mengatakan harus kosong 3 bulan, ada juga yang mengatakan 6 bulan. Tetapi, lain dengan dokterku, beliau mengatakan hasil lab negatif berarti tidak ada virus, langsung juga tidak usah nunggu berbulan-bulan. Kaget dong pastinya, karena pikirku ya jeda waktunya. Aku dikuret itu 20 Juli, haid terakhir tanggal 17 Agustus. Alhamdulillah, akhir bulan September testpack sudah positif hamil. Kehamilanku yang kedua sehat dan berjalan lancar hingga lahirlah Azka.

Ini pengalamanku menjalani kuretase, semoga bisa menjadi motivasi ibu yang juga mengalami kuretase. Bahwa setelah kuretase Moms masih bisa hamil lagi dengan sehat bahkan tanpa harus menunggu berbulan-bulan untuk mengosongkan rahim. Namun, alangkah baiknya Moms konsultasikan dengan dokter kandungan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

218 Ninditya Ika

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?