Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kapan Waktu yang Tepat Sekolahkan Si Kecil?

MY STORY  |  PARENTING  |  13 Oct '22


Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan formal melalui institusi sekolah. Tidak hanya mencerdaskan anak, kegiatan sekolah juga mengajarkannya tentang banyak hal penting seperti kemampuan bersosialisasi dan kemampuan-kemampuan lain yang akan berharga untuk kehidupannya saat dewasa.

Sebagai orang tua, Moms & Dads pun pasti telah berpikir untuk menyekolahkan si Kecil di sekolah yang paling baik dan tepat. Namun ingat, tidak hanya tempat di mana dia sekolah saja yang harus dipertimbangkan tetapi juga kapan saat yang tepat untuk menyekolahkan si Kecil.

Anak masuk sekolah usia berapa?

Sebab, memaksakan si Kecil untuk sekolah sebelum waktunya bisa berdampak pada perkembangan psikologisnya. Menurut Psikolog Anak Patricia Elfira Vinny, M. Psi., seorang anak yang dititipkan ke sekolah sebelum cukup umur berpotensi merasa jenuh dan kurang motivasi untuk naik ke jenjang berikutnya. Psikolog yang berpraktik di RSJD Sungai Bangkong dan Klinik tumbuh kembang anak Pelangi Kasih Pontianak itu menyebutkan berapa usia ideal anak masuk sekolah yaitu 4 tahun untuk jenjang PAUD, 5 tahun untuk jenjang TK, dan 6 tahun untuk jenjang SD.

Psikolog Elly Risman, sebagaimana diberitakan oleh Badan Pendidikan Kristen Penabur, juga memberikan pernyataan senada, yaitu tidak menyekolahkan anak terlalu dini. Dia menyoroti tren orang tua muda yang berlomba-lomba menyekolahkan anaknya sedini mungkin. Padahal menurutnya, standar terbaik menyekolahkan anak usia SD adalah 7 tahun. Sehingga, usia ideal anak masuk TK menurutnya adalah 5 tahun. Elly juga mengutip buku The Lost of Childhood karya Neil Postman tentang anjuran untuk tidak mencuri masa bermain anak-anak. Sebab, si Kecil dikhawatirkan tumbuh menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan.

Baca Juga: Tips Agar Anak Mau Sekolah Sendiri, Yuk, Terapkan ke Si Kecil!

Di sisi lain, bagaimana jika kondisi rumah tangga mengharuskan si Kecil untuk dititipkan ke daycare? Perkembangan zaman juga mengubah cara mendidik anak. Kini, semakin banyak orang tua yang paham akan konsep Golden Age. Anak-anak yang masih kecil memiliki kemampuan belajar seperti spons. Artinya, dia menyerap setiap kata, pengalaman, dan perilaku yang ditunjukkan kepadanya. Apa yang dia pelajari di masa kecil menjadi pondasi kepribadian dan kemampuannya di masa depan.

Syarat anak siap sekolah preschool dan pedoman memilih preschool yang tepat

Menurut Nadya Pramesrani, psikolog keluarga dari Rumah Dandelion, dalam sebuah webinar, bukan usia yang menjadi kunci kapan si Kecil boleh disekolahkan. Berikut ini syarat yang bisa dijadikan Moms & Dads pedoman mengetahui apakah si Kecil sudah siap sekolah atau belum:

Cek kemampuan berkomunikasinya

Nadya menyebutkan bahwa anak-anak yang sudah bisa berkomunikasi dua arah sudah boleh dimasukkan ke preschool. Jadi, cek apakah si Kecil sudah mampu memahami dan menanggapi lawan bicaranya. Rata-rata, kemampuan ini sudah terlihat pada anak usia dua tahun. Maka, tidak masalah jika si Kecil masuk preschool saat usianya 2 tahun.

Sesuaikan dengan jam kerja orang tua

Dalam memilih daycare atau baby gym class, Moms & Dads perlu memperhatikan kondisi rumah tangga. Apabila kedua orang tua bekerja, pilihlah daycare dengan sistem full day. Biasanya, si Kecil dapat dititipkan pagi hari sebelum ortu bekerja dan dijemput saat selesai pulang kerja.

Perhatikan keseimbangan jumlah tenaga pendidik dan jumlah anak yang dititipkan

Hal tersebut penting karena setiap anak berhak mendapatkan perhatian yang adil. Paling ideal adalah kelas yang jumlah tenaga pendidiknya seimbang dengan jumlah anak. Toleransinya adalah satu tenaga pendidik mampu menangani tiga orang anak. Lebih dari itu, kemungkinan tenaga pendidik tidak bisa membagi perhatiannya dengan baik sehingga tidak bisa mengawasi dan mendidik si Kecil dengan optimal.

Kenali dan pahami metode belajar yang ditetapkan

Saat ini, sudah ada banyak metode pembelajaran untuk anak usia dini termasuk preschool. Beberapa contoh di antaranya adalah Metode Sentra, Montessori, dan Glenn Dorman Method. Moms & Dads dapat mendiskusikan metode mana yang paling cocok. Sebaiknya, orang tua juga turut memahami metode pengajaran yang dipakai daycare pilihan supaya ketika di rumah juga memberikan stimulasi-stimulasi yang sesuai atau tidak bertentangan sehingga anak tidak bingung.

Keuntungan anak masuk preschool

Masa keemasan si Kecil diisi dengan cukup kegiatan edukatif

Usia 0-6 tahun merupakan usia di mana perkembangan otak sedang pesat-pesatnya. Daya serap otak anak pada usia ini seperti spons sehingga perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Memaparkan anak pada kegiatan belajar melalui observasi, eksperimen, dan komunikasi dengan orang lain akan membuat si Kecil memiliki pondasi utama yang kokoh bagi tumbuh kembangnya di usia selanjutnya.

Mengenalkan si Kecil dengan konsep sekolah

Konsep sekolah dapat diajarkan sejak dini. Rutinitas sekolah menginspirasi rutinitas positif lainnya setiap hari seperti bangun pagi, bersosialisasi dengan teman, duduk dengan posisi yang baik, hingga mendengarkan instruksi dari guru. Si Kecil yang telah beradaptasi dengan konsep sekolah akan merasa lebih percaya diri, bahagia, dan memiliki pondasi hidup yang mantap.

Mematangkan pondasi anak sesuai Sensory Pyramid of Learning

Sensory Pyramid of Learning adalah sebuah konsep yang dilontarkan oleh Williams & Shellenberger di tahun 1996 yang menyebutkan bahwa pembelajaran bersifat inkremental dan integrasi sensorik anak berperan besar dalam perkembangannya.

Stimulasi yang cukup dari segi sensorik, penciuman, visual, auditori, proprioseptif, vestibular, dan gustatory mendukung perkembangan sensor motor, perceptual motor, dan kognisi.

Baca Juga: Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Perkembangan sistem saraf pusat yang optimal akan meningkatkan kualitas hidup si Kecil misalnya dalam hal postur tubuh, refleks, koordinasi mata dan tangan, persepsi visual, keterampilan bahasa pendengaran, persepsi visual-spasial, fungsi pusat perhatian, hingga perilaku, aktivitas sehari-hari, dan pembelajaran akademik.

Mengisi waktu luang

Anak-anak memiliki banyak waktu luang yang sayang jika hanya dihabiskan di rumah saja. Preschool memungkinkan si Kecil untuk mengisi waktu luangnya dengan bermain sambil belajar. Lebih lanjut, kegiatan positif ini juga bisa membuat si Kecil lebih bahagia dan mengurangi risiko stres.

Meski si Kecil sudah preschool, bukan berarti Moms & Dads lepas tangan tidak memberikan edukasi padanya. Orang tua harus kreatif agar si Kecil tidak malas dan fokus pada kegiatan baik di rumah maupun di sekolah. Bagaimana pun juga, anak akan mencontoh teladan orang tuanya.

Referensi: BPK Penabur, CNN Indonesia, Growing Mind Preschool, Kumparan

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

3002 Babyologist Indonesia

Comments

LATEST POSTS

Tips Ajarkan Empati pada Anak Sejak Dini

Supaya si Kecil memiliki empati dalam hidupnya, orang tua perlu mengajarkan dan mengasah kepekaannya.

4 Tips Melatih Balita Bicara

Gimana caranya supaya si Kecil bisa mahir berbicara dengan cepat?

Helicopter Parenting Itu Apa? Ini Ciri-cirinya!

Rasa cinta dan kasih sayang orang tua ternyata bisa menjadi sesuatu yang tidak menyehatkan. Sebenarnya, kapan sepasang orang tua melanggar [...]

Mendidik Anak dengan Pamali, Perlukah?

Pamali artinya apa sih? Istilah ini mungkin lebih dikenal oleh orang-orang zaman old ketimbang anak-anak Millenial atau Gen Z.

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Ini 10 Tips Ajarkan Si Kecil Terima Kekalahan

Belajar menerima kekalahan sejatinya merupakan bagian yang sangat penting dalam perkembangan kesehatan anak.

Didik Anak di Era Digital, Bagaimana Caranya?

Moms & Dads mungkin bingung yah bagaimana cara supaya si Kecil screentime-nya tidak berlebihan padahal di sisi lain sudah tidak mungkin [...]

Kerja dan Jaga Anak Tetap Fit? 🤯

Moms sering kewalahan ga sih kalau harus kerja sambil jaga Si Kecil? Yuk Intip tips tetap fit dari

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.