Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kapan Sebaiknya si Kecil Mulai Minum dari Cangkir?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  TODDLER  |  23 Jul '19


Belajar menggunakan cangkir adalah salah satu keahlian penting yang harus dipelajari si Kecil agar dianggap sebagai “anak besar”. Minum dari cangkir mengembangkan keahlian motorik halus, melatih kemandirian, dan membentuk struktur oral yang baik bagi si Kecil.

Dalam jangka panjang, penggunaan botol juga lebih banyak ruginya daripada menggunakan cangkir seperti orang dewasa. Bacalah penjelasan di bawah ini untuk mengetahui kerugian penggunaan botol berkepanjangan, kapan harus memperkenalkan cangkir, dan bagaimana memilih cangkir susu terbaik.

Kerugian penggunaan botol berkepanjangan bagi si Kecil

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak berusia satu tahun harus mulai diajari cara menggunakan cangkir untuk minum. Pada saat usia mereka 18 bulan, mereka sudah harus tidak minum dari botol sama sekali. Apabila si Kecil masih minum dari botol hingga di atas 18 bulan, ada beberapa kerugian yang dapat dia alami, termasuk:

• Semakin sulit disapih, karena semakin lama seorang anak menggunakan botol semakin melekat dia pada botol tersebut.

• Kerusakan gigi, karena minum dari botol menyebabkan cairan menggenang di sekitar gigi susu si Kecil.

• Obesitas, karena penggunaan botol secara teratur menambah terlalu banyak kalori dalam diet anak setelah usia satu tahun. Menurut penelitian, anak-anak yang masih menggunakan botol pada usia dua tahun lebih mungkin mengalami obesitas pada usia enam tahun.

• Menjadi pemilih makanan yang buruk, karena si Kecil dapat menolak makanan baru dan bergantung pada botol untuk mengisi perutnya.

• Perubahan posisi gigi atau pembentukan langit-langit mulut, karena penggunaan botol yang terlalu lama dapat mengganggu perkembangan oral.

Kapan saatnya si Kecil minum dari cangkir?

Menurut AAP, usia 6-19 bulan adalah waktu yang ideal untuk membiarkan si Kecil bereksperimen dengan sippy cup. Biasanya, bayi akan dapat menggunakan sippy cup tanpa dibantu pada saat usia satu tahun dan cangkir terbuka sekitar usia 18 bulan.

Untuk menyapih si Kecil dari botol dengan lembut, mulailah menukar jadwal minum susu dari botol dengan minum dari sippy cup sekali waktu setiap hari. Mulailah dengan mengganti botol dengan sippy cup di siang hari, lalu sore dan pagi hari. Terakhir, ganti botol sebelum tidur dengan sippy cup. Setelah itu, hapuskan jadwal minum susu sebelum tidur karena secara medis si Kecil tidak perlu mengisi perut lagi sebelum tidur. Stop penggunaan botol seluruhnya pada usia 18 bulan.

Cara lain untuk menyapih si Kecil adalah langsung mengganti semua jadwal minum susu dari botol menjadi dari cangkir. Sekitar usia setahun, jelaskan pada si Kecil bahwa ini adalah hari terakhirnya minum dari botol. Kemudian, perkenalkan cara minum dari cangkir sebagai cara minum “anak besar”. Bersikaplah antusias saat memperkenalkan cangkir sebagai metode untuk minum. Bila perlu, ajak dia ke supermarket untuk membeli sippy cup barunya.

Jika si Kecil minum ASI eksklusif dan Moms ingin menyapihnya saat usianya sekitar setahun, Moms dapat mengikuti saran yang sama seperti yang diuraikan di atas. Beberapa anak yang minum ASI eksklusif terus menyusui hingga usia balita. Akan tetapi, mereka harus terbiasa dengan minum dari cangkir pada saat berusia 18 bulan.

Cara memilih dan menggunakan sippy cup

Moms mungkin merasa kewalahan dengan berbagai jenis sippy cup yang tersedia di pasaran. Tenang saja, perasaan ini ternyata dialami oleh ibu-ibu lainnya.

American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) merekomendasikan dua jenis sippy cup sederhana yaitu sippy cup dengan sedotan yang relatif pendek atau katup. Sippy cup tradisional dengan carat, terutama jika digunakan secara berlebihan, memperpanjang pola mengisap yang belum matang. Sebelum usia satu tahun, bayi menggunakan pola mengisap yang dirancang untuk menelan cairan dan makanan padat. Setelah usia setahun, mereka membutuhkan pola mengisap baru untuk mengelola berbagai jenis makanan padat. Sippy cup dengan cerat menjaga lidah tetap maju yang dapat mengganggu mengunyah dan menelan makanan baru. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan si Kecil makan dengan berantakan.

ASHA juga memperingatkan bahwa penggunaan sippy cup tradisional dapat mengganggu perkembangan bicara atau menyebabkan cadel. Sedotan, katup, atau cangkir terbuka lebih direkomendasikan karena mendorong gerakan lidah dewasa yang membantu balita membuat suara bicara.

Terakhir, ingatlah bahwa Moms harus terus mengawasi si Kecil saat dia menggunakan sippy cup, si Kecil yang membawa cangkir barunya ke sana ke mari, bahkan sambil berjalan, berlari, atau bermain dapat cedera. Faktanya, setiap empat jam seorang anak dirawat di ruang gawat darurat rumah sakit untuk cedera yang berkaitan dengan botol bayi, dot, dan sippy cup. Jadi, penting bagi Moms untuk selalu memastikan keamanan si Kecil saat minum.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

356 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ide Bermain Anak Selama Masa Pandemi

Moms, yuk ajak si Kecil bermain dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah.

Review Happy Small World Joy Box - Baby Multifunction Box

Simak review Happy Small World Joy Box berikut ini yuk Moms and Dads.

Baby Gym untuk Bayi 9 bulan sampai 3 tahun

Apa saja manfaat baby gym untuk si Kecil? Yuk simak bersama berikut ini.

Tips Toilet Training Heidy

Si Kecil hampir memasuki masa toilet training? Simak tips berikut ini yuk!

Manfaat Tidur Siang untuk Si Kecil

Apa saja manfaat tidur siang untuk si Kecil? Apa akibatnya jika ia tidak tidur siang? Simak berikut ini.

Ide Stimulasi Motorik si Kecil Usia 2-3 Tahun

Si Kecil usia 2-3 tahun masih perlu distimulasi untuk perkembangan motoriknya? Simak yang berikut ini.

Anakku Senang Menyikat Gigi

Ritual menyikat gigi pada anak harus dilakukan sejak dini ya Moms, agar si Kecil terbiasa dengan kegiatan tersebut

6 Alasan Mengapa Melompat Penting bagi Kemajuan Motorik Kasar si Kecil

Melompat meningkatkan beberapa keterampilan yang sangat signifikan bagi perkembangan fisik si Kecil.

Waktu Terbaik untuk Membeli Sepasang Sepatu Pertama si Kecil

Moms tidak perlu membelikan sepatu pertama untuk si Kecil sampai dia berjalan dengan percaya diri di luar.

4 Aktivitas Menyenangkan untuk Bayi Berumur 16 Bulan

Agar si Kecil selalu aktif, Moms bisa mengajaknya bermain empat aktivitas berikut ini

4 Keunggulan Puzzle Sebagai Sarana Pendukung Perkembangan si Kecil

Mainan puzzle mendukung hampir setiap bidang perkembangan balita. Tapi bukan puzzle yang digital ya Moms.

6 Manfaat Jangka Panjang Belajar Mengenal Bentuk dan Warna

Ada kemampuan dasar lain yang bisa berkembang jika si Kecil mengenal bentuk dan warna sedini mungkin.

3 Permainan Menarik untuk Menstimulasi Balita 19 Bulan

Dalam menstimulasi perkembangannya pada usia ini, Moms bisa mengajaknya melakukan ketiga aktivitas berikut!

4 Permainan Seru Ini Mampu Kembangkan Panca Indera Anak Usia 18 Bulan

Meskipun si Kecil sudah berjalan dengan lincah, dia masih tetap memerlukan aktivitas stimulasi.

Kenali Sindrom Asperger, Gejala Autisme

Sindrom Asperger adalah gangguan perkembangan yang termasuk dalam gangguan spektrum autisme.

Mengenal 7 Macam Stimulasi Sensorik pada Anak

Sistem sensorik adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk memproses informasi sensorik.

Memilih Sekolah Anak Dari Pandangan Saya yang Pernah Menjadi Guru

Apakah sang buah hati sudah waktunya masuk sekolah? Bagaimana tips memilih sekolah menurut seorang guru?

Ide Bermain untuk si Kecil: Sticky Spider Web

Apakah Moms sedang kehabisan ide untuk permainan si Kecil? Mungkin permainan ini bisa dicoba, agar si Kecil tidak bosan.

Anak Spesialis vs Generalis

Pernah dengar tentang templet generalis dan specialist? Yuk kita sama-sama belajar tentang templet tersebut