Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kapan Sebaiknya Mengajak Si Kecil Gowes?

MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  24 Mar '20


Mengajak anak gowes, sebaiknya dimulai sejak usia berapa?

Tren gowes semakin marak di Indonesia. Bahkan, orang tua berlomba-lomba memperkenalkan hobi bersepeda kepada anak-anaknya. Sebagai orang tua baru, saya dan suami yang juga hobi bersepeda tentu saja tidak mau ketinggalan. Kami tak sabar untuk memperkenalkan hobi kami ini kepada Albirru. Namun, yang menjadi pertanyaan terbesar kami adalah sejak usia berapa kami bisa mengajak anak kami bersepeda. Yang menjadi poin utama mengajak anak bersepeda adalah kenyamanan dan keselamatan agar anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Kami pun berusaha mencari informasi sebanyak mungkin untuk memenuhi kualifikasi tersebut.

Dari artikel The Guardian.com, kami memperoleh penjelasan Chris Juden, Senior Technical Officer The National Cycling Organization yang juga merupakan Ketua Komite Penanggung Jawab Sepeda Anak di Eropa. Beliau menjelaskan bahwa dalam memperkenalkan sepeda kepada anak bukan berpatokan pada usia si Kecil melainkan lebih mengacu kepada perkembangan fisik. Usia bayi dapat duduk tegak tanpa bantuan adalah sangat bervariasi. Padahal, kemampuan ini dibutuhkan untuk siap duduk di kursi sepeda. Pada umumnya, bayi dapat melakukan hal ini sekitar usia 9 bulan. Berdasarkan poin ini kami memutuskan untuk mengajak Albirru gowes sejak usia 7 bulan karena Albirru sudah dapat duduk dengan tegak pada usia ini.

Selain faktor usia, terdapat beberapa faktor lain yang juga penting dalam mengajak nak gowes, yaitu:

  1. Pemilihan kursi sepeda anak

Terdapat dua jenis kursi sepeda anak berdasarkan posisi di mana kursi tersebut diletakkan yaitu kursi depan dan kursi belakang. Kursi depan memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan kursi belakang. Saya dan suami memilih kursi depan dengan pertimbangan kemudahan dalam hal pengawasan. Anak juga dapat memandang dengan leluasa lingkungan sekitarnya tanpa dihalangi oleh punggung orang tuanya sambil sesekali membunyikan bel saat sepeda berhenti.

Inilah mengapa handle memegang peranan penting. Kursi sepeda anak yang dijual di toko-toko ada yang dilengkapi dengan handle dan ada yang tanpa handle. Selain sabuk yang berfungsi menjaga keseimbangan anak agar dapat tetap duduk nyaman dan aman, handle juga harus terpasang kuat pada kursi agar anak dapat berpegangan atau bahkan mampu menahan badan anak yang ingin menjangkau bel sepeda saat orang tua menggowes sepedanya. Handle menjadi poin utama saya dan suami dalam memilih kursi sepeda anak karena kami memerlukan handle sebagai pengaman ekstra selain sabuk pengaman. Sebagai informasi tambahan, terdapat batasan penggunaan kursi sepeda depan yaitu hanya dapat menampung beban anak hingga 18 kg. Kabar gembiranya, keterbatasan ini dapat diatasi, namun jangan ditanya mengenai biaya ya Moms karena kita harus mengganti kursi sepeda depan dengan kursi sepeda belakang. Artinya……pengeluaran tambahan (^_^).

  1. Jenis sepeda

Suami saya menggunakan sepeda MTB sedangkan saya menggunakan sepeda lipat. Sempat terjadi perdebatan dengan suami mengenai letak kursi sepeda Albirru. Setelah diskusi yang cukup alot, ternyata suami yang menang. Kursi sepeda depan hanya dapat dipasang pada sepeda MTB karena sepeda jenis ini memiliki seat tube lebih panjang sehingga besi penopang kursi sepeda dapat terpasang kuat dan top tube yang dapat menahan beban kursi sepeda anak agar lebih kokoh dan stabil.

  1. Waktu, rute, dan durasi bersepeda

Orang tua juga harus pandai dalam memilih waktu yng tepat untuk mengajak buah hati bersepeda. Hindari mengajak anak bersepeda di waktu jam tidurnya. Pastikan anak sudah mendapatkan cukup istirahat sebelum diajak bersepeda sehingga anak dalam kondisi prima untuk bersepeda. Hal ini untuk mencegah anak agar tidak mengantuk atau bahkan tertidur di kursi sepedanya.

Durasi bersepeda juga harus disesuaikan dengan usia anak. Bagi Albirru yang masih new beginner, kami awali dengan melihat respon pertamanya saat didudukkan di kursi sepedanya. Ketika dia sudah merasa nyaman dengan seat belt-nya kami mulai menuntun sepeda di halaman komplek rumah. He seemed a little bit surprise at first, but became calm later on.

Setelah beberapa kali putaran, barulah suami menggowes sepedanya, tentu saja masih keliling komplek rumah. Ingat, ya, Moms, yang terpenting adalah kebahagiaan anak saat bersepeda. Jangan memaksakan anak untuk ikut ayah bundanya gowes di rute panjang dengan durasi yang lama untuk anak di bawah 2 tahun.

Oke Moms, sekian cerita pengalaman saya mengajak Albirru gowes. Semoga bermanfaat mengajak buah hati tercinta menjadi goweser sejati. Happy Gowes!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

177 Hari Tiarasti

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Terrible Two or Terrific Two, Yang Mana Yang Cocok untuk si Kecil?

Si Kecil sering tantrum? Tenang Moms, you're not alone. Yuk simak cerita berikut ini.

Tips & Tricks Potty Training Ala Mama Alby

Moms sedang mempersiapkan si Kecil untuk potty training? Simak tips dan trik berikut ini ya.

Proses Menyapih si Kecil Serta Berbagai Persiapannya Part 2

Yuk simak lanjutan cerita Mom Risya berikut ini tentang proses menyapih.

Yuk, Moms, Cegah Stunting Sejak Si Kecil dalam Kandungan!

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang harus diatasi sejak dini. Simak penyebab, dampak, dan cara mengatasi stunting pada anak berikut ini.

Belajar Mengenal Angka dengan Tempelan Kulkas

Saya sedang mengajari Stacy untuk mengenal bentuk angka-angka. Namun, saya ingin mengajarinya sambil bermain sehingga Stacy senang dan [...]

Mari Menjalani Fase Teribble Two dengan Bahagia

Keputusan menjadi orang tua dibutuhkan sebuah komitmen yang kuat dan bukan perkara yang mudah.

Bagaimana agar si Kakak Tidak Cemburu pada Adiknya

Pertanyaan ini sering muncul di hati saya sejak saya mengandung anak ke 2. Moms and Dads juga mengalami yang sama? Yuk simak berikut ini.

Role Model Terbaik Adalah Ayahku

Proses mengandung, melahirkan dan membesarkan buah hati tidak hanya menjadi tugas ibu lho Moms!

Menghadapi Tantrum Anak Usia 14 Bulan

Tantrum, sebuah momok yang sudah tidak asing di telinga orang tua.

Tips agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Beberapa saat yang lalu warganet dikejutkan dengan kabar meninggalnya artis K-Pop yang bunuh diri karena depresi

Tips Memilih Tontonan Anak

Peran kita sebagai orangtua dalam memberikan hiburan pada si Kecil sangat penting loh Moms

Meningkatkan Bonding antara Ayah dan si Kecil saat LDM

Long Distance Marriage adalah sebuah istilah yang dibuat untuk pasutri yang menjalani pernikahan jarak jauh.

Mengatasi Rasa Cemburu Kakak Terhadap Adik Barunya

Saya ingin sharing tentang pengalaman menjadi Mom of two, karena tanggal 2 November lalu saya melahirkan anak kedua.

Disiplin saat Masih Balita, Pentingkah?

Saat menjadi ibu, naluri & pemikiran saya berkembang, naluri melindungi, menyayangi dsb yang menyangkut anak saya.

Tips Mengajarkan Kakak Menyayangi Adiknya Sejak di Dalam Perut

Walau Daud masih kecil banget & belom ngerti apa itu adik, aku berusaha banget untuk kasih tau dia dari sekarang

Berbagai Aktivitas Agar si Kecil Betah di Dalam Pesawat

Aktivitas berikut ini bisa moms coba agar si Kecil betah di dalam pesawat lho

Punya Dua Balita, Moms Harus Siap Jadi 'Super Mom'

Saya memiliki 2 balita dengan jarak yang cukup dekat, saya jaga & besarkan sendiri tanpa bantuan nanny atau orang tua.

Saat si Kecil Bertanya: Kenapa Bunda Bisa Hamil?

Moms, pasti pernah ya berada dalam momen seperti itu. Atau si Kecil bertanya, aku lahir dari mana sih Bunda?

Orangtua Selalu Membandingkan Anak, Ini Dampak Negatifnya!

Pernahkah di antara kita sebagai orang tua membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain atau antar saudaranya?

Hentikan Kebiasaan Selalu Menjanjikan Sesuatu Hal kepada si Kecil

Hayo mom siapa yang biasa melakukan hal tersebut? Membujuk anak dengan menjanjikan sesuatu hal yang menarik.