Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kapan Harus Menyusui dan Kapan Harus Memompa?

BRANDS  |  FEEDING  |  26 Jul '18


“Kapan waktu terbaik melakukan pumping untuk menyediakan stok ASI bagi si kecil?”

Pertanyaan ini sering kali timbul ketika Mom sedang sibuk menyusui dan mengurus si Kecil. Hal ini memang wajar dialami oleh setiap ibu menyusui, apalagi bagi new Mom. Namun, Anda tidak perlu khawatir, berikut adalah hal-hal yang dapat Mom perhatikan untuk menyeimbangkan waktu menyusui dan memompa:

Menyusui dulu atau memompa dulu?

Feed the baby, not the freezer," seperti itulah yang dikatakan oleh Dr. Kathleen McCue, seorang International Board-Certified Lactation Consultant (IBCLC). Oleh karena itu, Mom harus lebih prioritaskan menyusui bayi secara langsung, terutama ketika suplai ASI sedang banyak, karena hal ini akan membantu produksi ASI meningkat ke depannya. Umumnya, suplai ASI akan banyak di pagi hari, jadi Mom bisa mencoba untuk menyusui si Kecil saat pagi dan segera melakukan pumping setelahnya.

Pumping juga harus dilakukan setelah menyusui untuk menghindari infeksi payudara. Infeksi bisa disebabkan oleh adanya sisa ASI di payudara yang menumpuk. Hal ini nantinya akan mengakibatkan saluran air susu tersumbat sehingga payudara menjadi bengkak.

Komplikasi tersebut dikenal juga dengan istilah mastitis, sebuah peradangan pada jaringan payudara. Umumnya, kondisi ini tidak akan memengaruhi bayi. Akan tetapi, mastitis dapat menghambat pemberian nutrisi untuk si Kecil. Hal ini dikarenakan bayi tidak dianjurkan meminum langsung ASI yang berasal dari payudara yang terinfeksi karena memiliki kandungan garam yang tinggi.

Apabila gejala mastitis tidak kunjung membaik dalam 12-24 jam, atau payudara terasa semakin nyeri, maka Mom dapat mengonsumsi antibiotik. Jenis antibiotik yang biasa digunakan adalah dikloksasilin atau flukloksasilin dan antibiotik ini dikonsumsi sebanyak 500 mg setiap 6 jam secara oral. Namun perlu Mom ketahui, bahwa antibiotik juga akan berdampak pada proses menyusui, di mana kualitas ASI bisa berubah, ASI berpotensi membuat anak sakit perut, dan tumbuhnya jamur di sekitar puting ibu.

Untuk mempercepat penyembuhan mastitis, Mom dapat mengombinasikan penggunaan antibiotik sekaligus melakukan pengosongan payudara. Dan agar proses menyusui bisa terus berlangsung, Mom dapat menyusui menggunakan payudara yang tidak terserang mastitis. Dengan begitu, kebutuhan si Kecil dapat tetap terpenuhi.

Sesuaikan Waktu Pumping dengan Kebutuhan

Seberapa sering pumping akan bergantung pada seberapa banyak ASI yang dibutuhkan. Rata-rata bayi membutuhkan ASI sebanyak 570-900 ml/hari. Berikut adalah jumlah ASI yang diperlukan oleh bayi saat menyusu berdasarkan usianya:

  • 1 hari: 5-7 ml sekali minum, dengan rentang waktu 2 jam
  • 3 hari: 22-27 ml sekali minum, diberikan 8-12 kali sehari
  • 1 minggu: 45-60 ml sekali minum, dan ia dapat menghabiskan 400-600 ml sehari
  • 1 bulan: 80-150 ml sekali minum, diberikan 8-12 kali sehari
  • 6 bulan: membutuhkan 720 ml per hari dan didukung oleh MPASI.

Sempatkan Tubuh untuk Beristirahat

Meskipun memompa penting untuk menstimulasi ASI, namun Mom juga harus meluangkan waktu untuk membiarkan tubuh beristirahat. Istirahat yang cukup memang penting bagi ibu menyusui karena akan berdampak positif untuk kondisi mental dan emosionalnya.

Margaret Park, seorang spesialis gangguan tidur dari Rush University Medical Center di Chicago, menyarankan agar pasangan suami istri bisa berbagi tugas setelah kelahiran si Kecil. Misalnya, ketika sedang sibuk menyusui/memompa, Mom dapat meminta pasangan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini akan membantu Mom memperoleh waktu istirahat yang lebih banyak.

Jangan Stres

Mom sebaiknya tidak merasa khawatir terhadap berapa jumlah ASI yang dihasilkan. ASI di saat pertama kali menyusui memang tidak akan banyak, namun akan bertambah seiring berjalannya waktu. Jadi, Anda sebaiknya tetap rutin memberikan ASI pada bayi dan tetap melakukan pumping. Dengan begitu, lama-kelamaan produksi ASI dapat terus meningkat. 

Rasa khawatir yang berlebih juga tidak baik bagi ibu menyusui. Menurut dr. Jeanne Roos Tikoalu, Sp. A, IBCLC, unsur yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran ASI adalah hormonal, yakni prolaktin dan oksitosin. Stres yang berlebih saat menyusui dapat merangsang hormon stres dan menghambat produksi oksitosin. Akibatnya, produksi ASI menjadi terhambat.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2800 Spectra Baby Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mastitis: Pentingnya Mengosongkan Payudara pada saat Pumping

Penyebab utama dari mastitis pada ibu menyusui adalah ASI yang terperangkap di payudara.

Lindungi Tulang Leher, Bahu, & Tulang Belakangmu Selama Menyusui

Posisi menyusui yang tidak nyaman dapat memicu tulang leher, bahu, dan tulang belakang pegal hingga kram.

Daun Katuk, Kunci Sukses ASI Eksklusif

Asupan gizi menjadi salah satu kunci utama agar proses menyusui Moms bisa berjalan dengan lancar.

7 Tips Sukses ASI Eksklusif untuk Working Mom

Daun katuk adalah ASI booster yang memiliki kandungan galactagogue untuk meningkatkan produksi ASI.

Babyo Tips: Menyusui Setelah Melahirkan by dr. Elizabeth Margaretha

Dr. Elizabeth Margaretha selaku dokter spesialis laktasi di RSIA Grand Family punya tips nih untuk Moms nih!

Menyusui saat Puting Iritasi, Bolehkah?

Ada masa dimana puting terasa sakit saat menyusui si Kecil. Bisakah kita tetap menyusui?

Babyo Story with Mom Olivia: Meningkatkan Kualitas ASI

Saat Zio lahir, produksi ASI Mom Olivia masih sedikit. Bagaimana ya cara Mom Olivia mengatasinya? Mari kita simak!

Bagaimana Ciri-Ciri Kualitas ASI yang Baik?

Benarkahn ASI yang kental dan berwarna kekuningan itu ASI berkualitas? Yuk, temukan jawabannya di sini?

Mana yang Lebih Penting, Meningkatkan Kuantitas atau Kualitas ASI?

Meningkatkan kuantitas atau kualitas ASI? Mana, sih yang lebih penting? Temukan jawabannya di sini!

9 Langkah Menyimpan ASI

Bagaimana cara menyimpan ASI perah yang baik? Yuk simak tips dari Balonku Baby Shop di sini!

Tips Memilih Pompa Asi (Part 3)

Memilih pompa ASI tidak boleh asal-asalan Moms. Cek caranya di sini!

Tips Memilih Pompa Asi (Part 2)

Apa saja yang harus diperhatikan saat membeli pompa ASI? Simak cara-caranya di sini!

Tips Memilih Pompa ASI (Part 1)

Apa saja yang harus diperhatikan saat membeli pompa ASI? Simak cara-caranya di sini!

Malish Elena, Pompa ASI Hospital Grade Baru dari Malish

Pompa ASI Malish Elena memiliki desain futuristic dengan teknologi touch screen dan rechargeable.

Tips Mencukupi ASI si Kecil saat Puasa

Jika ingin berpuasa, kita juga harus memastikan asupan yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga

Pada saat masa menyusui, ada kalanya ibu mengalami LDR yang tak terduga. Bagaimana cara mengatasinya?

Mitos dan Fakta Tentang Pompa ASI

Pumping itu menyakitkan? Mitos atau Fakta? Yuk simak penjelasannya! Simak juga mitos pompa ASI lainnya!

Cara Mengurangi Nyeri Mastitis

Pernah dengar istilah mastitis? Moms dalam masa menyusui harus waspada. Yuk, cari tahu alasannya!

Tips Mengatasi Clogged Duct atau ASI Tersumbat

Clogged Duct adalah salah stau hal yang sering dialami ibu menyusui. Apa itu clogged dutch dan apa bahayanya?

Salah Pilih Cooler Bag Dapat Merusak ASI, Simak Tips-nya di Sini

Memilih Cooler Bag yang salah ternyata bisa merusak ASIP. Lalu, apa saja tips memilih cooler bag yang baik?