Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

MY STORY  |  PARENTING  |  06 Oct '18


Saya dan suami menganut rasional parenting, versi kami tentunya. Belajar parenting manual lewat pengalaman, membaca, sharing, googling, browsing, dan sesekali ikut kelas kuliah online dan memilih metode yang pas untuk diterapkan pada keluarga kecil kami.

Misalnya, secara teori inginnya anak-anak masuk ke sekolah alam atau sekolah dengan kurikulum Montessori, namun kenyataannya sekolah tersebut jauh dari tempat tinggal kami serta biayanya pasti tidak terjangkau. Jadi secara rasional, kami akan memilih TK biasa saja yang terdekat sehingga anak-anak tidak menua di jalanan, sementara nanti di rumah akan kami optimalkan home learning ala Montessori sehingga mereka tetap akan merasa bahagia dan "haus" belajar.

Kembali ke kata jangan yang mungkin kadang membuat Moms bingung, sebenarnya bolehkah berkata jangan kepada anak? Kalau saya secara rasional akan bilang BOLEH dengan beberapa term and condition, seperti: 

  1. Masalah prinsip
    Misalnya taat mengikuti aturan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

  2. Tingkat urgency
    Gunakan di saat yang tepat, tergantung urgency dan sekaligus jelaskan kenapa tidak boleh melakukan hal tersebut. Top urgency adalah hal yang membahayakan diri, misalnya memegang kabel listrik, stop kontak, main pisau, api, lari-lari di lantai yang habis dipel, memegang rice cooker yang sedang panas, menaruh lidah di freezer yang baru di defrost.

    "Jangan pegang colokan, bahaya, nanti kesetrum kamu bisa pingsan", atau "Jangan lari-larian, masih basah lantainya, nanti jatuh kepleset kepala kepentok, bahaya", lalu "Jangan taruh lidah di freezer, bunga esnya kotor, nanti kamu mencret", dan sebagainya.

    Pernah dilanggar? Ya, pasti. Apalagi saat usia 2-3 tahun di masa keingintahuannya yang super besar. Dimas (anak saya), menjilat freezer yang baru di defrost. Akhirnya lidahnya menempel, lalu berdarah saat ditarik. 

Yang kami hindari adalah penggunaan kata "jangan" secara berlebihan, padahal hal tersebut tidak membahayakan. Sedikit-sedikit bilang jangan terutama untuk hal yang sedang membutuhkan kreativitas anak, seperti:

  • "jangan manjat-manjat, nanti jatuh"
  • "jangan main air, becek"
  • "jangan acak acak, mama capek beresinnya"
  • "jangan pegang tanah, kotor"

Jadi sebetulnya, kita yang harus bisa menempatkan kata jangan. Jika anak terus menerus dilarang, dia akan tumbuh menjadi anak yang penakut dan tidak percaya diri. Sementara anak yang tidak pernah dilarang, dia akan tumbuh tanpa aturan dan bingung membedakan mana yang boleh mana yang tidak.

Semoga bermanfaat.

By: Wahyu Prasetiawati

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1274 Wahyu Prasetiawati

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Si Kecil sering mengalami tantrum dan tak jarang membuat Moms kewalahan. Tips dari Mom Ade ini bisa membantu mengatasinya.