Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Jatuh Cintalah Pada Buku

MY STORY  |  OTHERS  |  19 May '18


Terkadang masih tak percaya ketika Saya hampir 24/7 bersama si kecil. Sudah hampir satu tahun saya meninggalkan segala hingar bingar Ibu kota, pindah ke Jogjakarta, meninggalkan pekerjaan dan bergelut dengan mengganti popok, memandikan, memasak, menyuapi, menyapu, dan urusan domestik lainnya, yang tak selesai-selesai jika disebutkan. Bahagianya, saat si kecil pertama kali memanggil Saya i-bu-i, momen tersebut tak ternilai harganya. 

Sempat saya berpikir. Apakah Saya sudah menjadi Ibu yang baik? Apakah Saya sudah mengajarkan apa yang memang seharusnya diajarkan di usianya dan tumbuh kembangnya? 

Rasa gundah itu sirna ketika Saya memilih buku untuk berinteraksi dengan anak Saya. Bukan mainan, apalagi gadget. Saya dan suami sepakat untuk tidak mengenalkan media elektronik padanya. Bahkan Kami sepakat untuk mengeluarkan televisi dari kamar tidur kami. Menggunakan screen time untuk menggunakan gadget di depan anak Kami. Dari usia 0 bulan, si kecil sudah berteman dengan buku tipe high contrast. Buku dengan warna hanya hitam dan putih. Saya yakini itu merangsang fokus di matanya. Kini di usianya yang sudah 1.5 tahun, tak terasa si kecil sudah memiliki lebih dari 100 judul buku anak dengan berbagai tipe dari Pop up book hingga magnetic book.

Setiap hari, Saya dan Suami membacakan buku untuknya. Tidak lama, hanya sekitar 10-15 menit. Sebentar sekali bukan, jika dibandingkan dengan 1,440 menit dalam sehari yang kita miliki? Kami membacakan buku, mengajarkan banyak hal, dan menceritakan apapun. Terkadang Dia ikut tertawa seperti mendengarkan, bahkan merebut buku dan ikut membolak-balikkan halaman. Terkadang pula Ia acuh, asyik sendiri dengan aktivitasnya. Ya sudah, Kami membaca saja tetap dengan serunya, dengan intonasi yang menarik pula. Akhirnya Ia tertarik lagi, ikut membaca, dan kami tertawa bersama.

Kami selalu membawakan beberapa buku untuk si kecil ketika kami keluar rumah. Pernah suatu ketika, saat Kami kumpul keluarga, si kecil tidak tertarik bermain gadget yang ditawarkan oleh kakak sepupunya. Ia asyik bermain dengan buku favoritnya. Lebih senang lagi ketika ternyata kakak sepupunya ikut tertarik membaca, meninggalkan gadgetnya, membacakan buku untuk anak kami yang sibuk membolak balikkan halaman, dan tertawa bersama.

Semoga Saya dan Suami tak salah menjadikan buku sebagai sahabat sedari kecil. Bukan agar Ia cepat membaca nantinya, bukan pula agar Ia menjadi lebih cepat berbicara. Saya memberikan buku, membacakan buku, untuk tujuan yang lebih luas, mengenalkan banyak hal baru padanya. Buku menjadi sarana yang tepat untuk hal tersebut. Saya yakin buku akan selamanya menjadi jendela dunia, tak tergantikan oleh gadget dan media elektronik apapun. 

Tak harus buku impor yang harganya mahal, atau menunggu satu tahun sekali untuk membeli buku di ajang pameran buku yang diskonnya besar besaran itu. Tak harus paket, tak harus boardbook. Apapun itu, buku apapun dengan harga seberapapun bisa menjadi sahabat untuk berinteraksi dengan si kecil. Ceritakanlah hebatnya dan serunya dunia dengan membacakan buku untuknya. Sekarang buku lokal tak kalah menarik dengan buku impor. Senangnya, sudah banyak produsen buku lokal di Indonesia yang memberikan banyak inovasi terkait konten dan jenis bukunya. Jadi tak perlu ribet menerjemahkan apa arti tiap kata.

Yep, membuat anak menyukai, menyayangi, bahkan jatuh cinta terhadap buku tidak se-instan seperti membuat anak menyukai gadget. Harus dikenalkan sedari kecil. Sama seperti kita saat jatuh cinta. Harus PDKT sesering dan sedini mungkin, bukan? Sebelum akhirnya bisa jatuh cinta? 

Semoga bermanfaat.

By: Lizta Permata.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

409 Lizta permata

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Masa Pandemi Jadi Sering Ribut Dengan Pasangan? Ini Penyebabnya

Kenapa ya selama masa karantina mandiri ini jadi sering ribut dengan suami? Coba simak yang satu ini.

Ratus Pasca Persalinan, Yes or No?

Moms pernah mendengar istilah ratus? Yuk simak cerita berikut ini.

Pandemic Membuatku Jadi Makin Mesra

Simak tips semakin mesra selama pandemi berikut ini yuk Moms and Dads!

Cerita Lebaran Tahun Kedua Fiersa

Meskipun Lebaran tahun ini berbeda, tapi tetap merupakan momen yang perlu dirayakan. Yuk simak cerita berikut ini.

Ini Cara Kami Mewujudkan Pernikahan Sehat Di Masa Pandemi

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keharmonisan rumah tangga di saat pandemi ini.

Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama Pandemi

Moms and Dads, selama pandemi ini jaga keharmonisan rumah tangga yuk. Simak bersama yang berikut ini.

Inspirasi Nursery Room

Para bumil sedang mencari inspirasi untuk mendekor kamar si Kecil? Bisa lihat yang satu ini ya.

Menjaga Kesehatan Pernikahan Selama Di Rumah Aja

Selama di rumah aja, apa yang Moms and Dads lakukan untuk menjaga kesehatan rumah tangga? Baca cerita berikut ini ya.

Komunikasi Suami Istri Saat WFH

Apabila suami istri sedang tegang, apa yang sebaiknya dilakukan? Simak cerita berikut ini ya.

Daddies Cook on Vals Day with Nutribaby+

Babymoov menyelenggarakan acara Daddies cook on Valentines Day!

Tips Sederhana untuk Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Mengurangi sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana ya Moms, apa sajakah itu?

Yang Perlu Dipersiapkan saat Jadi Mama Muda di Perantauan

Apa saja yang harus dipersiapkan saat memutuskan untuk tinggal sendiri alias jauh dari keluarga?

Membereskan Baju dengan Menggunakan Konmari Method

Gerah banget ga sih Moms, tiap buka lemari liat baju anak awut2an. Perlu ngumpulin niat yang banyak buat rapihin semua.

Habis Melahirkan, Tetapkan Aturan Berikut

Jangan sungkan untuk menerapkan aturan aturan ya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

Tips Menghempaskan Mom Shaming!

Yuk ikuti tips berikut ini untuk mengatasi mom shaming

Bahaya Baby Blues

Ternyata 80% Ibu yang baru melahirkan mengalami dan merasakan yang namanya Baby Blues

Tips Menghadapi Mom Shaming dan Baby Shaming

Moms pasti pernah mengalami Mom shaming ataupun Baby shaming, "Kok anaknya nangis mulu, ASI kamu pasti dikit tuh!"

Pentingnya Bahasa Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan merupakan sebuah ikatan antara dua orang yang memerlukan kerja sama antara keduanya.

Hindari Kalimat Ini jika Bertemu Ibu Baru

Menjadi seorang ibu tentu tidaklah mudah. Terlebih bagi seorang ibu baru.

Rekomendasi Kado yang Bermanfaat untuk Teman yang Baru Melahirkan

Ketika dapet kabar dari temen kalo dia udah melahirkan, pasti kita juga ikutan seneng ya, moms.