Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  03 Oct '19


Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku. Dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan, buku sudah menjadi bagian dari hari-harinya yang tak bisa dipisahkan.

Buku pertama yang saya beli untuk anak saya adalah buku bantal, jenis buku berbahan kain yang empuk namun mempunyai gambar dan tulisan layaknya buku biasa, berwarna-warni dan jelas gambarnya.

Pernah saya mendengar teman saya mengeluhkan, katanya bagaimana dia mengenalkan buku pada anaknya kalau uang saja pas-pasan untuk membeli buku anak yang lumayan mahal-mahal harganya.

Hmm sayang sekali, bagi saya mengenalkan buku pada anak bukan soal seberapa banyak buku yang kita beli untuk anak kita, tapi seberapa sering kita memberitahu apa makna dari membaca dan mencintai buku.

Karena percuma saja jika hanya sekedar banyak buku tetapi anak hanya begitu saja memandangnya seperti mainan yang sebentar kemudian akan bosan.

Saya termasuk orang yang harus berpikir keras untuk belikan anak sesuatu, bahkan untuk beli buku sekalipun. Saya tidak mau barang yang harusnya berharga malah turun nilainya karena saya salah cara atau tidak tepat waktu dalam memberikannya.

Saya tidak menumpuk banyak buku untuk anak saya sehingga dia bebas memilih yang mana saja yang ingin dia lihat atau kami baca, tetapi saya menerapkan mencintai buku yang kita punya sedalam-dalamnya, bukan hanya untuk dilihat dan dibaca, tetapi untuk dihayati makna seluruh isinya, lebih-lebih bagaimana cara buku itu bisa sampai ke tangan anak saya.

Sampai sekarang usianya 21 bulan mungkin hanya beberapa buku yang anak saya punya, dan bersyukur anak saya mencintai buku-bukunya seperti yang saya harapkan.

Meski beberapa buku saja, Anak saya tetap suka membuka buku meski sudah berulang kali dibuka dan anak saya sudah hampir hafal seluruh isinya, tetapi raut bahagia selalu muncul di wajahnya.

Dan ketika ada temannya yang berusaha mengambil bukunya, anak saya akan marah dan merebut kembali bukunya, saya biarkan saja karena itu memang hak anak saya mempertahankan apa yang menjadi miliknya.

Saking sudah terbiasa mencintai buku, setiap pergi ke mana pun anak saya harus bawa buku, paling seneng kalo buku yang ada bunyinya.

Mengenalkan buku pada anak memang beragam cara, semua itu tergantung pilihan kita sebagai orang tua, dan ini hanyalah cara saya. Bagaimana dengan cara Moms di sana mengenalkan anak pada buku agar anak bisa mencintai bukunya?

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2449 Risny Saputra

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu.

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah",

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri.

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Anakku Hiperaktif Banget...

Moms punya kendala yang sama gak? Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian kewalahan hadapinya.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

Di masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Screen Time: Yes or No?

Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu & tontonan.

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.

Anak Juga Butuh Sosialisasi

Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan orang lain. Balita juga perlu bersosialisasi lho Moms.