Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ingin Punya Anak Laki-laki? Coba Tips Berikut!

MY STORY  |  PREGNANCY  |  15 Sep '19


Berawal dari keinginan saya untuk memiliki kakak laki-laki, saya bertekad  untuk memiliki anak pertama berjenis kelamin laki-laki. Saya pun banyak membaca berbagai referensi dan konsultasi ke teman yang berprofesi sebagai dokter, tentang mewujudkan keinginan saya memiliki anak laki-laki. Hingga akhirnya saya diberi rejeki untuk hamil dan di bulan keempat pun saya diberi tahu jenis kelamin bayi yang saya kandung berjenis kelamin laki-laki. Wah rasanya senang sekali Moms. Saya sebenarnya pasrah akan jenis kelamin bayi yang saya kandung karena yang terpenting anaknya sehat dan sayapun sehat, tapi mengetahui teori yang saya praktekkan bisa berhasil, rasanya luar biasa. Tentunya selain menerapkan teorinya, tangan Tuhan pun mengijinkan saya memiliki anak pertama laki-laki.

Apakah Moms sedang memiliki keinginan untuk mempunyai anak laki-laki?

1. Konsumsi makanan yang mengandung sodium, potassium, dan alkaline serta daging merah.

Mulailah dengan mengkonsumsi makanan mengandung sodium, potassium dan alkaline serta daging merah ya Moms. Contoh makanan yang mengandung sodium, potassium, dan alkaline yaitu strawberry, brokoli, pisang, pepaya, semangka dan sayuran kale. Tidak lupa untuk mengonsumsi daging merah dalam jumlah yang tepat ya Moms. Untuk hasil yang lebih maksimal, sebaiknya Moms dan pasangan sama-sama mengkonsumsi makanan tersebut ya Moms.

2. Posisi dalam berhubungan badan.

Saat sedang berhubungan badan, Moms bisa lakukan gaya doggy style atau gaya dari belakang yang memungkinkan penetrasi yang dalam. Penetrasi yang dalam membantu sperma dengan gen laki-laki dapat mencapai sel telur secara lebih cepat.

3. Orgasme.

Usahakan Moms lebih dulu mencapai orgasme ya Moms. Hal ini untuk menciptakan kondisi basa di dalam area rahim yang dapat mendukung hidupnya sel sperma dengan gen laki-laki.

4. Berhubungan di tanggal dekat ovulasi.

Untuk memiliki anak laki-laki, sebaiknya Moms melakukan hubungan badan di satu hari sebelum ovulasi dan satu hari sesudah ovulasi. Hal ini dikarenakan sperma dengan gen laki-laki lebih rapuh Moms, jadi berhubungan di tanggal dekat ovulasi membantu sel sperma berenang lebih cepat menuju sel telur

5. Berdoa.

Jika usaha sudah dilakukan, maka yang wajib dilakukan adalah berdoa ya Moms. Karena apa artinya usaha jika tidak didukung oleh doa kepada Tuhan untuk mengizinkan mengaruniai anak laki-laki. Berdoa meminta kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan yang terbaik ya Moms, karena anak adalah rejeki dan kuasa dari Tuhan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

153 Soraya Januaria

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?

Sounding ke Bayi, Mempermudah Persalinanku

Waktu 2 garis di test pack itu muncul, betapa bahagianya hati Saya dan Suami. Kami memang tidak menunda punya momongan dan diberikan kepercayaan [...]

My First Pregnancy Story (Part 1)

Saya menikah pada bulan Januari 2017 di usia 24 tahun. Sebelum menikah, saya tidak pernah melakukan Premarital Check-Up.