Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Infeksi Intrauterin Dalam Persalinan, Apakah Itu?

HEALTH TIPS  |  09 May '18

Infeksi intrauterin atau infeksi janin merupakan infeksi yang terjadi pada saat seorang wanita hamil sedang melakukan persalinan, yaitu infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput koriaomnion yang disebabkan oleh bakteri. Sekitar 25% Infeksi intrauterin ini disebabkan oleh pecahnya air ketuban diawal seubelum persalinan. Sebab semakin jauh jarak antara ketuban pecah dengan persalinan maka seakmakin tinggi risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Apabila terjadi korioamniontis, hal itu dikarenakan janin sudah terinfeksi akibat menelan air ketuban dan ini merupakan komplikasi yang sangat serius terutama pada janin.

Umumnya Infeksi intrauterin adalah infeksi yang menjalar ke atas setelah air ketuban pecah. Kemudian akan ada beberapa bakteri potensial pathogen yang masuk ke dalam air ketuban yaitu streptokoki golongan B, Streptokoki anaerob, Asetikia koli dan Spesies bakteroides.

Gejala Infeksi intrauterin

  • Nadi akan berdetak lebih cepat yaitu menjadi sekitar 110 kali/menit
  • Suhu badan akan naik menjadi diatar 38Celcius
  • Badan akan merasa kedinginan
  • Cairan yang keluar dari vagina akan menimbulkan bau busuk
  • Infeksi intrauterin disebabkan karena air ketuban pecah dan lamanya waktu persalinan, serta bisa juga karena usia ibu yang tergolong masih muda.

Adapun sumber seorang Mom dapat terkena infeksi intrauterin yaitu melalui :

  • Melalui transfer transplasenta dari infeksi sistemik maternal
  • Aliran retrograde infeksi dari rongga peritoneal melalui tuba fallopi
  • Ascending infection bakteri yang berasal dari vagina dan serviks
  • Terakhir, yaitu accindental introduction pada saat melakukan invasip seperti amniosentesis.

Apabila anda mengalami Infeksi intrauterin maka hal pertama yang harus dilakukan ialah baringkan tubuh anda dengan memiringkannya ke kiri, pasanglah infus dengan menggunakan jarum berukuran 16 atau 18 dengan diberikan RL atau NS 125 cc/jam, setelah itu berikan ampisilin 2gr atau amoksilin 2gr/oral, kemudian apabila di rumah sakit tersebut tidak memiliki alat-alat yang mendukung maka segeralah rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas kemampuan asuhan kegawatdaruratan obstetric.

Adapun penanganan umum agar terhindari dari Infeksi intrauterin

  • Lakukan observasi jalannya persalinan dengan baik sesuai dengan prosedur
  • Evaluasi apabila ibu mengalami demam ketika persalinan
  • Tangani segera ketika air ketuban pecah sebelum pada waktunya
  • Pemeriksaan dilakukan atas indikasi yang jelas serta diikuti jadwal evaluasi ulang menurut waktu yang telah ditentukan
  • Terapkan prinsip kewaspadaan universal
  • Lakukan pengobatan profilaksis apabila persalinan diperkirakan akan berlangsung sangat lama
  • Regiogenitalie dan sekitarnya merupakan area yang memiliki resiko tinggi terkena infeksi.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

384 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories