Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Indonesia Krisis Stunting, Cegah Sekarang!

GROWTH & DEVELOPMENT  |  OTHERS  |  23 Sep '18

Indonesia menduduki peringkat ke-5 penyumbang stunting anak terbesar di dunia. Ini berarti 1 di antara 3 anak Indonesia mengalami stunting. Hal ini dituturkan oleh Dr. dr Damayanti dan Dr. Andrew pada acara sosialisasi Stunting yang diadakan oleh Nutrisi Bangsa pada tanggal 13 September 2018 di The Westin Hotel kemarin. Mengapa stunting harus dicegah? Karena jika anak kita mengalami stunting, maka tidak ada obat atau perawatan yang dapat mengembalikan kondisi mereka ke normal.

Apa Itu Stunting? 

Stunting adalah kondisi anak pendek / kerdil karena kurang makan. Selain dari porsi, kurang makan di sini berarti kurang nutrisi. Ini berbicara nutrisi yang diperoleh anak dari ASI/Susu dan makanan (MPASI) mereka. Namun, jangan salah ya Moms, tidak semua anak pendek itu stunting. Cara mengindikasi stunting sendiri harus dengan pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak, di mana tinggi anak akan diukur dan dilihat pertumbuhannya per bulan. Jika dicurigai stunting, maka biasanya ada beberapa tindakan seperti rontgen bone structure, dll. 

Penyebab stunting sendiri terbagi 2, yaitu yang disebabkan oleh kelainan genetik dan kekurangan nutrisi. Yang pemerintah fokuskan sekarang adalah stunting yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, karena ini dapat kita cegah sejak dini agar angka stunting menurun. Stunting sendiri bukan hanya berdampak pada tinggi badan anak yang kerdil, namun juga akan mempengaruhi perkembangan otak / kognitif anak. Otak anak stunting jauh lebih kecil dari anak normal, ini menyebabkan anak stunting biasanya mengalami kemunduran kognitif dari anak seusianya. 

Jika kemunduran kognitif ini diderita oleh 1 di antara 3 anak Indonesia, terbayang ya Moms, generasi bangsa kita ke depan akan berisi anak-anak yang tidak bisa berkompetisi di arena studi dan pekerjaan. Indonesia terancam kehilangan sebuah generasi yang penuh calon pemimpin. Jangan sampai Indonesia harus mengisi jabatan pemimpin di perusahaan dengan bangsa luar, sementara anak bangsa sendiri menjadi staf biasa karena kemunduran yang diakibatkan oleh stunting ini. Karena sekali lagi, stunting tidak bisa dikembalikan! 

Fakta Stunting

Sebelum kita bisa mencegah stunting, ada beberapa fakta yang perlu kita ketahui:

  1. Stunting memiliki 3 tahapan dan kita sebagai orang tua perlu peka saat melihat anak sudah di tahap 1 dan cegah di sana.
  2. Tahap 1 stunting dinamakan Faltering Growth (gagal tumbuh), ditandai dengan berat badan dan tinggi badan anak stagnan pada pemeriksaan bulanan mereka. Jadi jika anak sudah mengalami stagnan tinggi badan dan berat badan pada satu waktu, maka segera lakukan tindakan pencegahan di bawah.
  3. Tahap 2 stunting dinamakan malnutrisi (gizi buruk), di mana saat tinggi badan dan berat badan anak yang stagnan didiamkan dan tidak ditambah nutrisi yang dibutuhkan, pada akhirnya akan membuat anak mengalami gizi buruk.
  4. Tahap 3 adalah di mana anak sudah mengalami stunting akibat asupan yang tidak diperbaiki. Pada tahap ini, kondisi anak sudah tidak dapat disembuhkan atau dikembalikan ke semula 100%. Anak akan tetap tumbuh kerdil dengan kemunduran kognitif hingga ia besar nanti. Beberapa tindakan yang dapat diambil secara medis hanyalah dapat mengasah kognitif mereka agar tidak terlalu jauh di bawah rata-rata.

Tindakan Pencegahan Stunting

  • Mulai mengonsumsi makanan bergizi sejak kehamilan, karena pertumbuhan anak paling krusial terjadi di 1000 hari pertama kehidupannya.
  • Memberikan ASI / susu pada anak. Jika Moms menyusui, maka konsumsilah makanan yang berprotein dan bukan hanya berupa sayuran atau buah.
  • Berikan menu makanan yang bervariasi pada MPASI anak dan bukan hanya satu macam makanan setiap hari. Anak butuh karbohidrat, protein dan lemak untuk bertumbuh. Tanpa protein, maka tinggi anak akan terhambat. Tanpa karbohidrat, maka tubuh anak akan mengambil protein yang digunakan untuk menumbuhkan tinggi menjadi energi. Akibatnya, tinggi anak juga terhambat.

Semoga bermanfaat.

By: Marlisa Tenggara

163 Marlisa Tenggara Send Message to Writer

Related Stories