Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Imunisasi Saat Pandemi, Perlu Ditunda atau Tidak ya?

BABY  |  HEALTH TIPS  |  19 May '20


Merebaknya wabah coronavirus atau Covid-19, masyarakat tidak hanya diminta untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah saja tapi juga disarankan tidak ke rumah sakit kecuali keadaan darurat. Himbauan untuk tidak datang ke rumah sakit ini datang dari perhimpunan dokter di Indonesia, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pandemi Corona menjadi kekhawatiran tersendiri untuk orangtua. Apalagi kalau Moms memiliki anak di bawah usia 2 tahun yang masih harus mendapatkan imunisasi, pasti sangat dilematis sekali ya. Pertanyaannya, haruskah anak imunisasi saat pandemi corona seperti saat ini? Apakah imunisasi perlu ditunda sampai pandemi mereda? Beruntung saya bisa mengikuti live Instagram IDAI beberapa hari lalu. Sebelum membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi, lakukanlah check list berikut ini yuk Moms!


1. Imunisasi sebaiknya dilakukan sesuai jadwal
Dalam sesi tayang langsung atau live melalui Instagram IDAI, Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Msc, PhD, Sp.A(K) menyarankan agar imunisasi idealnya dilakukan sesuai jadwal. Lebih lanjut Cissy menjelaskan, imunisasi pada saat pandemi tetap harus menyesuaikan dengan kondisi masing-masing, seperti apakah tempat tinggal termasuk dalam daftar zona merah Covid-19 atau tidak. Jika situasinya tidak memungkinkan, penundaan imunisasi bisa saja dilakukan. Dan maksimal penundaan imunisasi ialah 2 minggu.

2. Mengapa imunisasi seyogyanya dilakukan sesuai jadwal?
Pada anak di bawah 1,5 tahun masih harus mendapatkan beberapa vaksin dasar yang diberikan dalam beberapa kali suntikan. Pada suntikan pertama, secara teori Prof. Cissy menjelaskan, bekerja dengan cara menghasilkan memori dalam tubuh. Antibodi baru terbentuk ketika mendapat suntikan imunisasi lanjutan yang diberikan pada jeda waktu tertentu dari suntikan pertama. Prof. Cissy lalu memberi contoh, imunisasi DPT yang diberikan sebanyak 3 kali. Pada suntikan pertama, sel memori tubuh baru bekerja. Lalu di suntikan kedua dan ketiga, tubuh mulai memproduksi antibodi. “Kalau hanya diberi 1 kali, maka tubuh tidak terproteksi maksimal, karena hanya sampai membentuk sel memorinya saja, belum ada ‘pabrik’ antibodinya. Atau kalau hanya sampai 2 kali suntikan, sel memorinya sudah ada tapi ‘pabrik’ antibodinya baru sebagian dihasilkan jadinya tetap tidak optimal memproteksi.”

Jika ternyata fasilitas kesehatan yang biasa Moms pilih untuk mengimunisasi anak tutup, Prof. Cissy mengatakan sah-sah saja untuk pindah fasilitas kesehatan. “Selama catatan atau buku imunisasinya lengkap mencatat semua imunisasi yang sudah didapat anak, maka bisa dilakukan di fasilitas kesehatan mana saja, boleh di bidan, dokter, puskesmas, atau klinik khusus imunisasi.”

3. Check list sebelum dan sesudah imunisasi anak
Dan, untuk membekali Moms dengan rasa aman membawa anak imunisasi ke fasilitas kesehatan saat pandemi seperti sekarang, Prof. Cissy menyebutkan hal-hal apa saja yang perlu mendapat check list sebelum dan sesudah imunisasi.

  • Pastikan anak dalam keadaan sehat atau tidak mengalami demam atau gejala sakit lainnya.
  • Pastikan pendamping yang menemani anak untuk imunisasi dalam keadaan sehat. Sebaiknya saat pandemi seperti sekarang, anak hanya didampingi oleh 1 orang dewasa ketika imunisasi.
  • Tanyakan pada fasilitas kesehatan apakah mereka memisahkan ruangan antara anak yang  imunisasi dengan yang konsultasi ke dokter karena sakit.
  • Pastikan fasilitas kesehatan memiliki ruang yang cukup luas agar pada saat menunggu giliran imunisasi Anda tetap bisa menerapkan physical distancing atau jaga jarak aman minimal 1. Atau jika tempat fasilitas kesehatan penuh, sebaiknya Anda dan anak menunggu di mobil. Baru saat tiba giliran imunisasi, anak dibawa ke ruang tunggu.
  • Pastikan fasilitas kesehatan memiliki tempat cuci tangan lengkap dengan ketersediaan sabun bersih serta air mengalir. Pendamping wajib mencuci tangan saat masuk dan keluar dari fasilitas kesehatan.
  • Pendamping wajib menggunakan masker selama mengantar anak ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi.
  • Tunggulah sekitar 30 menit setelah imunisasi untuk melihat ada atau tidaknya reaksi alergi berat pada anak pasca imunisasi.
  • Begitu sampai di rumah, segera ganti baju anak. Sedangkan untuk pendamping harus langsung mandi dan mengganti baju baru aman untuk menggendong anak kembali.
  • Jangan lupa juga langsung merendam pakaian, gendongan, kaos kaki, sarung tangan anak dan pendamping yang dipakai saat ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi.

Untuk merespon pada kebutuhan ibu dan anak, beberapa fasilitas kesehatan khusus imunisasi bahkan menyediakan fasilitas imunisasi ke rumah. Ini bisa juga menjadi alternatif pilihan Moms untuk memastikan anak diimunisasi sesuai jadwal tanpa perlu membawanya keluar rumah. Seperti saya, selama pandemi ini selalu mendatangkan bidan saat jadwal anak vaksin.

Semoga membantu ya Moms, jadi gak perlu galau lagi ya!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

103 Atita Soenaring

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Belajar Dari Kekhawatiran Temanku Di Masa Pandemi Dengan 5 Tips Ini

Moms yang memiki newborn babies, yuk simak tips menjaga kesehatan si Kecil di masa pandemi berikut ini.

Tips Penggunaan AC di Kamar Bayi

Bagaimana sebaiknya mengatur AC di kamar bayi? Simak berikut ini.

Bayi Bisa Diare Kalau Busui Puasa, Mitos Atau Fakta?

Benarkah Ibu berpuasa bisa menyebabkan si Kecil diare? Simak berikut ini.

Imunisasi untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Apa saja vaksin yang diperlukan untuk bayi usia 0-12 bulan dan apa kegunaannya? Yuk simak cerita Mama Una berikut ini.

Kapan Sebaiknya Memperkenalkan Sikat Gigi pada si Kecil?

Kapan sih sebaiknya si Kecil diperkenalkan dengan sikat gigi? Yuk, simak cerita berikut ini.

Imunisasi Tambahan untuk Perlindungan Maksimal Si Kecil

Selain dari imunisasi wajib, ada beberapa imunisasi tambahan yang penting untuk kesehatan si Kecil. Yuk simak imunisasi tambahan tersebut!

Mengenal Dermatitis Atopik pada Bayi

Atopic Dermatitis (dermatitis atopik) adalah peradangan kronis penyakit kulit.

Alergi Susu Sapi pada Anak

Alergi susu sapi banyak terjadi di 1 tahun pertama kehidupan anak. Bagaimana solusinya?

Mengenal Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi sering ditemukan pada anak di bawah usia 1 tahun.

Jenis-Jenis Alergi pada si Kecil

Alergi adalah kondisi kronis yang melibatkan reaksi abnormal terhadap zat asing yang disebut sebagai alergen.

SLS pada Sabun si Kecil, Bahaya Gak sih?

Bayi baru lahir memiliki kulit yang masih sangat sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa. 

Apa itu Alergi dan Bagaimana Mencegahnya?

Alergi pada bayi dan anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan.

Segera Periksakan Mata si Kecil ke Dokter apabila Terdapat Gejala Berikut

Karena mata si Kecil memegang peranan penting, maka Moms perlu untuk melakukan beberapa hal terkait pertumbuhannya

Imunisasi Usia 18 Bulan: Efek Samping dan Manfaatnya

Memasuki usia 18 bulan, pemberian vaksin masih terus berlanjut. Imunisasi apakah yang si Kecil perlukan?

Sindrom Aspirasi Mekonium, Kelainan di Cairan Ketuban yang Membahayakan Bayi

Sindrom aspirasi mekonium (meconium aspiration syndrome) adalah gangguan pernapasan yang dialami bayi sesaat setelah lahir.

Seperti Apa Karakteristik Kotoran Bayi yang Minum ASI?

Karakteristik kotoran bayi yang minum ASI tergantung dari usia. Apa saja perbedaan karakteristiknya?

Night-Weaning Metode Jay Gordon

Menerapkan night weaning dpat membantu menstabilkan pola tidur anak loh Moms. Mari simak night weaning metode Jay Gordon

Bayi Batuk Hingga Muntah, Berbahayakah?

Apa yang terjadi jika si Kecil batuk hingga muntah? Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat si Kecil batuk.

2 Penyebab Bayi Sering Muntah Berkepanjangan

Bayi muntah adalah hal biasa, tapi Moms harus membedakan kondisi sering muntah yang wajar dengan yang abnormal.

Muncul Bintik Merah pada Bayi, Apakah Itu Berbahaya?

Apa saja masalah kulit yang sering muncul pada bayi? Yuk simak ulasannya berikut ini