Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Imunisasi Anjuran

OTHERS  |  14 Jun '18

Imunisasi dasar saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, bila Anda hanya memberikan imunisasi wajib yang telah direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia seperti (vaksin BCG, polio tetes minum (polio oral), DPT, hepatitis B dan campak), Anda juga harus tahu imunisasi tambahan selain itu. Pemberian vaksin ini disarankan agar anak Anda terhindar dari berbagai macam penyakit seperti radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), campak Jerman, Hepatitis A, dan kanker mulut rahim.

Jenis Vaksin Anjuran

Vaksin atau imunisasi yang dianjurkan itu tidak seperti imunisasi wajib yang memang telah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Jenis vaksin anjuran di antaranya adalah:

Hib

Manfaat: Mencegah virus Haemophilus influenza type B memasuki tubuh anak, virus ini dapat membawa penyakit seperti meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara). 

Waktu pemberian: Pada usia 2, 4, 6, dan 15 bulan.
Catatan: Dapat diberikan dengan cara terpisah ataupun secara kombinasi.

Pneumokokus (PCV) 

Manfaat: Mencegah masuknya bakteri pnemukokus ke dalam tubuh, bakteri ini bisa membawa penyakit seperti meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga. 


Waktu pemberian: pada usia 2, 4, 6 bulan, serta antara 12 - 15 bulan.
Catatan: Lakukanlah vaksin ini bila anda belum memberikannya ketika bayi di atas 1 tahun. Vaksin PCV hanya diberikan dua kali saja dengan interval 2 bulan. Jika usia anak sudah 2 - 5 tahun, PCV hanya diberikan 1 kali.

Influenza

Manfaat: Mencegah masuknya beberapa jenis virus influenza ke dalam tubuh. 


Waktu pemberian: Sekali dalam setahun sejak usia 6 bulan dan juga bisa terus diberikan hingga dewasa.

Catatan: Bagi anak yang sudah berusia di atas 2 tahun, vaksin dapat diberikan dalam bentuk semprotan melalui saluran pernapasan.

MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Manfaat: Mencegah masuknya virus campak, gondok, dan rubella (campak Jerman) ke dalam tubuh.

Waktu pemberian: Pada usia 15 bulan, dan kedua kalinya pada anak berusia 6 tahun.

Catatan: Jika belum menderita penyakit campak di usia 9 bulan, maka bisa diberikan pada umur 12 bulan.

Tifoid

Manfaat: Mencegah masuknya bakteri Salmonella typhi ke dalam tubuh, bakteri ini bisa membawa penyakit seperti demam tifoid (tifus).

Waktu pemberian: Pada usia di atas 2 tahun, dan berulang di setiap 3 tahunnya.

Catatan: Ada dua jenis cara vaksinasi, yaitu oral dan suntik. Tifoid oral diberikan pada anak di atas 6 tahun.

Hepatitis A

Manfaat: Mencegah masuknya virus Hepatitis A ke dalam tubuh yang bisa membawa penyakit hati.

Waktu pemberian: Pada usia di atas 2 tahun. Dilakukan dua kali dengan interval 6 - 12 bulan.

Varisela

Manfaat: memberikan proteksi pada tubuh dari cacar air

Waktu pemberian: Pada usia di atas 5 tahun.

HPV (Humanpapilloma Virus)

Manfaat: Mencegah masuknya virus Humanpapilloma. Virus ini dapat membawa penyakit kanker mulut rahim. 

Waktu pemberian: Dilakukan pada saat anak menginjak usia 10 tahun. Berikan sebanyak 3 kali. Pertama berikan pada bulan 1-2 bulan ke depannya, lalu di 6 bulan selanjutnya.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

714 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories