Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ibu Hamil Dilarang Stress

MY STORY  |  PREGNANCY  |  30 Oct '17

Pada dasarnya, saya memang kurang percaya diri, dan karena hal inilah, saya jadi stress berat ketika hamil. Disaat awal kehamilan, banyak sekali masukan-masukan bahkan larangan-larangan dari orang-orang yang sudah pernah melahirkan. Semua itu membuat saya semakin takut dan bingung harus mengikuti yang mana. Saya menjadi stress dan janin saya pun ikut stress sehingga dari minggu ke-32 hingga ke-38 saya bolak balik rumah sakit untuk infus.

Hal-hal yang membuat saya stress ketika hamil:

  • Ketika hamil, saya mempunyai masalah dengan ambeien. Ada pernyataan bahwa ambeien tidak bisa melahirkan normal, karena sesudahnya akan terasa sakit sekali. Tetapi ada pula yang menyatakan bisa karena dia pernah mengalaminya sendiri. Memang sakit, tapi ada obat/salep pengurang rasa sakitnya itu.
  • Dari awal dinyatakan hamil, dokter sudah mendiagnosis bahwa saya mempunyai kista. Ada beberapa orang yang bilang bisa melahirkan normal dan kistanya akan ikut keluar. Ada juga yang bilang tidak bisa keluar, sehingga harus CS.
  • Soal tidur pun dipermasalahkan. Mama saya berpesan pada saat hamil tidak boleh tidur terus karena anaknya nanti akan malas setidaknya harus bergerak melakukan aktivitas. Sebagian orang bilang harus banyak tidur dan tidak boleh banyak melakukan aktivitas.
  • Pantang makanan tertentu. Ada yang bilang tidak boleh makan durian, kepiting, cumi, nanas, dll. Ada yang bilang boleh.
  • Bersalin normal atau C-Section. Ada yang bilang saya melahirkan harus normal tidak boleh operasi. Sebagian bilang harus operasi karena ada ambeien dan kista.

Setiap orang memiliki cerita masing-masing tentang kehamilan mereka. Tetapi karena cerita dan pendapat mereka diulang-ulang terus, saya jadi kepikiran dan semakin takut. Stress yang saya rasakan mengakibatkan janin juga stress dan cairan ketuban berkurang. Akhirnya saya harus menjalani operasi Caesar. Ketika operasi selesai, suami bercerita bahwa cairan ketuban saya berwarna hijau muda. Karena janin stress, ia mengeluarkan feses di dalam dan termakan olehnya. Satu hal yang saya bisa syukuri, anak saya sehat meskipun dengan berat yang kecil (2,7 kg) dan cairan ketuban yang berwarna hijau.

So, mommies dan mom-to-be yakinlah pada dirimu sendiri. Jika merasa kurang pengetahuan, sebaiknya bertanya pada dokter kandungan pada saat check-up rutin. Tidak ada salahnya mendengar orang sekitar bercerita, tetapi kita harus berani menyatakan pendapat kita sehingga orang lain pun segan memaksa kita mengikuti keinginan mereka. Kita menikah untuk membangun satu keluarga baru sesuai keinginan kita dan suami, bukan membangun keluarga sesuai keinginan orang. 

By: Liana Lie

810 Liana Lie Send Message to Writer

Related Stories