Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ibu Menyusui Donor Darah, Bolehkah?

OTHERS  |  06 Dec '17

Sebelum hamil, saya adalah seorang pendonor darah rutin, karena selain dapat membantu orang lain yang sedang kesusahan, banyak manfaat baik yang dapat kita rasakan dengan mendonorkan darah loh, Moms. Namun, setelah hamil, tentu tidak dapat mendonorkan darah dulu ya. Soalnya tubuh kita harus menyuplai segala nutrisi untuk 2 organisme, yaitu kita sendiri dan bayi kita.

Lalu kapan moms boleh mendonorkan darah lagi? Apakah moms menyusui boleh mendonor? 

Pertanyaan ini muncul akibat ada kerabat yang mengabarkan memerlukan darah, dan kebetulan darah yang dibutuhkan bergolongan sama dengan golongan darah saya.

Menurut pendapat para medis ibu hamil tidak diperbolehkan untuk donor darah hal ini ditakutkan membuat ibu hamil terkena resiko anemia. Namun, menurut PMI ibu menyusui bisa mulai mendonasikan darahnya selama masih memenuhi syarat kembali paling cepat  setelah 6 bulan dari masa lahiran. Selain itu setelah melahirkan seorang ibu pasti kehilangan banyak darah, dan tubuh perlu waktu yang cukup untuk pulih dan memberi nutrisi yang cukup melalui ASI. Ada baiknya kita mengetahui lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk mendonorkan darah ya, Moms.

Apa saja persyaratan untuk donor darah?

  • Usia 17-60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orangtua)
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh normal 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah baik yaitu sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit
  • Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram
  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan
  • Calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan, seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter 
  • Tidak mengkonsumsi obat-obatan dan antibiotik
  • Dalam kondisi sehat dan fit

Apakah akibat donor darah bagi ibu menyusui?

ASI terdiri dari 87% air, dan dengan mendonorkan darah sejumlah 250-300ml otomatis jumlah darah (yang berarti juga jumlah cairan) dalam tubuh kita berkurang, maka mungkin akan terjadi penurunan produksi ASI sementara. Untuk Moms yang produksi ASInya kurang atau pas-pasan, mungkin jangan dulu melakukan donor darah bila tidak sangat terpaksa ya.

Setelah mendonor, mungkin dapat menimbulkan rasa lemas, pusing, atau hilang keseimbangan.

Tips penting untuk ibu menyusui yang ingin mendonorkan darah:

  • Minta ditemani oleh pasangan ataupun kerabat, baik untuk menjaga anak kita selama proses donor berlangsung, juga menjaga kita sendiri setelah selesai menjalani tahapan donor darah
  • Minum cukup cairan sebelum dan sesudah mendonor, jus buah dan sayur segar dapat menjadi pilihan yang baik
  • Makan berat sebelum donor, dan camilan setelah donor dapat mengurangi rasa pusing dan lemas yang mungkin timbul pasca donor
  • Hindari mengangkat benda berat, termasuk anak/ bayi dengan tangan sumber donor sementara waktu agar tidak terjadi pendarahan
  • Hindari juga menggendong anak atau bayi sesaat setelah donor, karena mungkin saja terjadi pusing atau hilang keseimbangan yang berbahaya bagi ibu dan anak
  • Istirahat yang cukup agar tubuh segera kembali bugar

Semoga bermanfaat!

By: Karina Agustina 

BACA JUGA: Ide Kado untuk Mom-To-Be

2379 Karina agustina Send Message to Writer

Related Stories