Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ibu Hamil, Hentikan Olahraga Jika Alami Hal Ini

HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  16 Nov '18

Terkadang, berolahraga selama kehamilan dilarang keras untuk melindungi kesehatan Moms dan si Kecil. Karena itu, sebaiknya tanyakan kepada dokter Moms sebelum memulai, melanjutkan, atau mengubah program latihan Moms.

Secara umum, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan untuk menghindari latihan aerobik selama kehamilan jika Moms memiliki salah satu dari kondisi berikut:

  • Penyakit paru-paru dan jantung jenis tertentu
  • Insufisiensi serviks atau cerclage (pelebaran prematur)
  • Kehamilan ganda (kembar, kembar tiga, atau lebih) jika Moms memiliki risiko persalinan prematur
  • Perdarahan persisten pada trimester kedua atau ketiga
  • Placenta previa setelah 26 minggu
  • Selaput yang pecah, artinya ketuban Moms telah rusak
  • Preeklampsia atau hipertensi gestational
  • Anemia berat

Beberapa wanita dengan kondisi ini mungkin masih dapat berolahraga di bawah pengawasan medis yang ketat. Konsultasikan dengan dokter spesialis langganan Moms untuk membuat rencana terbaik bagi Moms dan si Kecil.

Memiliki kondisi tertentu lainnya berarti Moms perlu berolahraga dengan hati-hati. Mintalah trainer untuk merekomendasikan rutinitas latihan yang aman jika Moms memiliki:

  • Anemia
  • Detak jantung abnormal
  • Bronkitis kronis
  • Diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Obesitas morbid atau kekurangan berat bada ekstrem
  • Riwayat gaya hidup yang sangat tidak aktif
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterin pada kehamilan Moms saat ini
  • Cedera tulang atau sendi, atau masalah ortopedi lainnya
  • Gangguan kejang yang tidak terkontrol
  • Hipertiroidisme yang tidak terkontrol dengan baik
  • Riwayat perokok berat

Meskipun dokter memberi Moms lampu hijau dan memperbolehkan aktivitas fisik secara teratur, perhatikan tanda-tanda yang mungkin menunjukkan masalah dengan kesehatan atau kehamilan Moms. Berhentilah berolahraga segera dan hubungi dokter atau petugas kesehatan jika Moms memiliki keluhan:

  • Gerakan janin menurun
  • Pusing atau perasaan mungkin pingsan
  • Sakit kepala
  • Palpitasi jantung
  • Betis nyeri atau bengkak (bisa mengindikasikan adanya pembekuan darah)
  • Pendarahan vagina
  • Sakit dada
  • Nyeri perut atau kontraksi berulang
  • Kebocoran cairan (atau tercurah) dari vagina
  • Sesak napas (ini biasa terjadi selama kehamilan, akan tetapi terkadang bisa menandakan masalah seperti asma atau cairan di paru-paru)

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Copyright by Babyologist

202 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories