Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

How to Manage Budget for Nursery Room

OTHERS  |  24 Apr '19

Dreamy nursery room atau kamar impian untuk si Kecil pastinya sesuatu yang diidamkan oleh para new moms. Wanita mana sih yang tidak menyukai suatu hal yang indah? Ketika menjadi new moms, mendesain kamar si Kecil sekarang menjadi sesuatu TO-DO-LIST yang paling penting dan menguras budget tentunya. Sebenernya, mengeluarkan budget besar untuk nursery room adalah sebuah pilihan. Karena, sebagai new moms kita harus super teliti dan cerdas dalam mengatur budget atau pengeluaran untuk menyambut anak pertama kita. Jangan sampai kita over budget untuk kamar anak dan justru menyampingkan hal–hal lainnya yang lebih penting untuk pertumbuhan anak.

Untuk mengatur budget nursery room anak, kita punya dua pilihan yang bisa dilakukan di antaranya:

1. Jasa Interior Design

Kelebihan: Menghemat waktu, menghemat tenaga, bisa dapat ide–ide baru diluar ide kita (dibantu oleh jasa interior)

Kekurangan: Over budget, kadang–kadang kita bisa menemukan barang yang sama dengan harga yang jauh lebih murah.

2. Design Nursery Room sendiri

Kelebihan: Budget hemat, setiap design dan barang yang dibeli selalu ada cerita (bisa jadi kenang-kenangan ketika sang bayi sudah lahir), Moms juga bisa explore lebih bebas sesuai dengan keinginkan.

Kekurangan: Memakan waktu dan tenaga lebih banyak, butuh kesabaran extra, harus rajin–rajin searching dan lihat inspirasi, membutuhkan effort lebih untuk mencari barang yang diinginkan.

Making Your Own Nursery Room

Berikut beberapa tips untuk membuat sendiri kamar impian untuk si Kecil:

1. Pilih Tema Warna

Pilih tema warna yang kalian suka dan matching sama gender ya! Pilih satu aja warna yang kalian suka, setelah itu baru kalian bisa google yang namanya “COLOR PALETTE” di internet. Color palette ini sangat membantu Moms yang sangat tidak paham dengan apapun yang berbau “design”. Color palette yang akan muncul tentunya macam-macam. Nanti kalian tinggal pilih, mana yang sekiranya mudah untuk didapetin warnanya, apakah warna itu lagi trend, dan yang paling penting “YOU LOVE IT!”.

Untuk tema bayiku, aku pilih ombre turquoise, karena pada dasarnya aku sangat suka warna pink, tapi anakku ternyata laki-laki, jadi tidak mungkin aku kasih kamarnya pink. Setelah aku google “ombre turquoise wallpaper”, ternyata ombrenya ada sedikit fuschia dan ungu. Jadi akhirnya aku design untuk kasih ombre turquoise mood. Selain itu, aku juga kasih sentuhan warna emas, untuk membuat kamarnya kelihatan elegant dan bukan warna pastel terus.

Untuk karakter, aku sama sekali tidak pakai karakter, karena menurutku si Kecil berhak untuk memilih karakter apa yang dia suka nantinya (ini aku juga terinspirasi dari Moms lainnya). Jadi aku sama sekali tidak kasi gambar binatang ataupun kartun kekinian di wall-nya dia.

2. Pilih Konsep/tema kamar

Contoh konsep yang dimaksud adalah elegant, fun, minimalist, cute, animal, forest, dreamy, dan lain lain. Ini menentukan juga warna dan tipe barang yang akan Moms beli nantinya. Nah, lagi-lagi untuk Moms yang buta design, Moms bisa cari referensi di Pinterest dengan keyword: Nursery room ideas, boy nursery room, girl nursery room, nursery room. Langsung keluar deh, inspirasi-inspirasi mulai dari yang simple sampai yang rumit pastinya!

Untuk konsep kamar bayiku, aku ingin kamarnya terlihat besar dan nyaman bagi anak atau orang-orang main di kamarnya. Kamarnya Grant ukuran kecil, bahkan sepertinya nanti jika sudah besar dan diisi kasur single akan kelihatan lebih kecil. Untuk temanya aku pilih Homy dan minimalist.

  • Homy: Pemilihan warna lantai, aku pilih coklat tua motif kayu dari granite. Kamar Grant ada jendelanya, berarti kalau siang pasti kena matahari karena aku tinggal di Surabaya yang super panas jadi aku maunya si Grant tetap kena matahari dan pakai cahaya alami, tapi mata tidak lelah juga karena dikombinasi sama lantainya yang gelap. Biar kesannya tetap adem.

  • Minimalist: Wallpaper yang rame, aku hanya pilih di satu bagian aja, supaya yang lihat bisa lega. Menurutku, kalau terlalu simple dan kaku, kasian anaknya juga. Aku berharap semuanya balance. Untuk pemilihan baby bedding, tafel, dan playmatt aku pilih putih, abu-abu atau warna earth color, yang kesannya adem.

3. Pilih Barang–barang dekorasi kamar anak

MUST–HAVE ITEM:

  • Baby taffel
  • Baby bed
  • Signage (Nama Bayi)
  • Playmatt
  • Frame Foto
  • Lampu Hias
  • Laundry Bag
  • Tempat Sampah
  • Sofa / kursi dewasa
  • Jam dinding
  • Hiasan hiasan meja (optional)
  • Hiasan dinding (optional)

4. Let’s Shopping!

Bagi Moms yang membuat nursery room anaknya sendiri, hal ini yang paling menarik! Tapi jangan lupa, tetap bijaksana saat membeli barang! Simpan foto-foto barangnya sebelum membeli dan tanya ke suami dulu untuk saran dan mungkin ide lainnya.

  • Untuk kamar Grant, kebanyakan aku cari di Informa, Ikea, H&M Home dan beberapa dibeli waktu lagi jalan-jalan.
  • Untuk papan nama aku pesan di tempat laser cut langganan.
  • Baby taffel juga pesan di orang interior langganan (karena seringkali yang sekarang lemarinya mdf (medium density fibreboard) semua, aku maunya yang kayu asli biar awet).
  • Baby bed dapat bekas saudaraku. Kalau buat Moms yang mau beli baru, lebih baik beli yang seukuran single bed langsung lalu di kasi pagar, supaya hemat kalau nantinya sudah balita sampai umur 7-8 tahunan.
  • Playmatt coby haus yang premium bubble. Karena aku ga mau boros beli playmatt terus. Katanya sih yang premium ini sangat tebal dan bahkan kalau kita yang jatuhpun tidak sakit. Kalau yang tipis, nanti saat anak kita mulai belajar jalan, kasian kan kalau jatuh terus kesakitan karena matrasnya kurang tebal.
  • Boneka–boneka aku hunting dari jaman honeymoon. Sebagian besar Disney original.
  • Buku–buku juga hunting saat event Big Bad Wolf.
  • Untuk hiasan dinding aku ada yang beli di Ikea, Informa, sama beberapa online shop lainnya. 

Semoga bermanfaat.

By: Meliana tumbelaka

Copyright by Babyologist

68 Meliana tumbelaka

Comments

Related Stories