Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hiperlaktasi: Pengertian, Tanda, Penyebab Dan Pengobatannya

FEEDING  |  29 Aug '19


Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan utama bagi bayi, bahkan sumber makanan satu-satunya bagi bayi berusia di bawah enam bulan. Karena kandungan ASI yang sangat bergizi, ASI eksklusif sangat diidam-idamkan oleh para ibu menyusui. Tidak jarang banyak ibu berusaha meningkatkan produksi ASI untuk memenuhi kebutuhan ASI anak mereka. Namun, apa yang terjadi jika ternyata Moms memiliki pasokan ASI berlebih? Kemungkinan besar Moms mengalami kondisi yang disebut hiperlaktasi. Simak serba-serbi hiperlaktasi berikut ini.

Pengertian hiperlaktasi

Hiperlaktasi adalah kondisi tubuh ibu menyusui yang menghasilkan ASI jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan bayinya. ASI mungkin keluar dengan cepat dan kuat sehingga sulit bagi bayi untuk menyusu dengan baik. Banyak wanita dengan kondisi ini melaporkan bahwa ASI mereka tampak seperti bocor atau menyembur.

Tanda-tanda hiperlaktasi

Tanda-tanda hiperlaktasi dapat dilihat dari ibu dan bayinya.

Berikut ini tanda-tanda hiperlaktasi yang dirasakan oleh ibu menyusui:

  • Payudara terasa penuh
  • Saluran susu tersumbat
  • Mastitis
  • Payudara terasa membesar sepanjang waktu
  • Terasa sakit selama let-down
  • ASI bocor di antara waktu menyusui
  • ASI bocor melalui bantalan payudara
  • ASI bocor banyak dari payudara yang berlawanan selama menyusui

Gejala-gejala tersebut dapat mulai dirasakan pada minggu pertama setelah kelahiran atau beberapa minggu setelahnya, sekitar dua hingga tiga minggu setelah kelahiran. Setelah sekitar tiga bulan setelah kelahiran, tubuh Moms biasanya sudah dapat mengatur sendiri persediaan ASI-nya meskipun tanpa perawatan biasanya ASI masih terlalu melimpah hingga 4-5 bulan setelah kelahiran.

Tanda-tanda hiperlaktasi yang ditunjukkan oleh bayi:

1. Si Kecil mungkin tidak bereaksi sama sekali. Akan tetapi, jika refleks let-down Moms terlalu cepat dan kuat, dia mungkin menarik diri dari posisi menyusu atau muntah setelah ASI mengalir saat awal menyusui. Tanda lainnya adalah dia mungkin menyusu hanya selama 5-10 menit dan mencoba menekan puting Moms. Tindakan si Kecil menekan puting Moms itu mungkin akan menyebabkan puting Moms terasa sakit.

2. Si Kecil juga mungkin ingin sering menyusu atau dia bisa menolak payudara, rewel, dan menahan diri dengan kaku saat menyusui. Dia juga mungkin sering muntah setelah makan. Gejala-gejala hiperlaktasi tersebut memang terkadang disalahartikan sebagai refluks pencernaan bayi.

3. Si Kecil mungkin sudah kenyang dan berhenti menyusui sebelum ASI Moms yang mengalir berjenis hind milk. Jenis susu hind milk lebih creamy dan mengandung lemak lebih tinggi. Susu jenis itu biasanya keluar di akhir menyusui karena diproduksi di payudara sebelah dalam. Karena si Kecil lebih banyak minum fore milk yang melimpah dan sudah merasa kenyang, dia mungkin terlalu banyak minum jenis ASI yang mengandung laktosa itu, menyebabkan perilaku seperti kolik. Tanda-tanda yang mungkin muncul adalah gas usus berlebihan, sering ganti popok, dan tinja berukuran besar yang terkadang berwarna hijau dan berbuih.

4. Si Kecil mungkin mengalami kenaikan berat badan yang sangat rendah atau sangat tinggi.

Penyebab hiperlaktasi

Pada awal kelahiran, beberapa ibu menghasilkan terlalu banyak ASI, sementara yang lain menghasilkan terlalu sedikit. Bagi sebagian besar dari mereka, ketidaksesuaian suplai dan permintaan ASI hanyalah masalah menyelaraskan produksi ASI dengan kebutuhan bayi mereka. Namun, kadang-kadang, seorang ibu akan terus memproduksi ASI yang meluap-luap bahkan setelah pasokan ASI-nya mapan.

Masalah hiperlaktasi tersebut sebagian besar disebabkan oleh banyaknya alveoli (kelenjar penghasil susu) di payudara ibu dengan hiperlaktasi. Jumlah rata-rata alveoli per payudara adalah 100.000 hingga 300.000 alveoli. Ibu dengan laktasi hiperaktif cenderung memiliki jumlah alveoli per payudara di puncak skala.

Kadang-kadang, seorang ibu akan menghasilkan terlalu banyak ASI karena dia secara tidak sengaja memberikan isyarat tubuhnya untuk menghasilkan sebanyak itu. Misalnya, dengan memompa lebih banyak ASI daripada yang dibutuhkan bayinya.

Penyebab lain yang memicu hiperlaktasi adalah ketidakseimbangan hormon tertentu, tumor hipofisis, dan obat-obatan tertentu.

Pengobatan hiperlaktasi

Moms dapat memeriksakan diri ke dokter serta berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk mengurangi persediaan ASI. Beberapa saran yang bisa dicoba adalah sebagai berikut:

1. Sebelum setiap menyusui, pompa atau ekspresikan dengan tangan secukupnya untuk memperlambat aliran ASI. Moms dapat menyimpan susu ini ke dalam botol untuk persediaan. Akan tetapi, jangan memompa terlalu banyak saat Moms mencoba mengatur persediaan susu Moms. Pompalah secukupnya saja untuk melewati refleks let-down pertama. Gunakan pengaturan serendah mungkin jika Moms menggunakan pompa payudara. Semakin Moms merangsang payudara Moms dan semakin banyak susu yang Moms pompa, semakin banyak tubuh Moms akan memproduksi untuk memenuhi permintaan (tubuh mengira Moms membutuhkan lebih banyak pasokan ASI daripada sebenarnya).

2. Cobalah menyusui si Kecil sebelum dia sangat lapar atau ketika dia pertama kali bangun. Ini adalah saat-saat dia cenderung menyusu dengan lebih lembut. Karena dia mengisap dengan lembut, rangsangan yang diterima payudara akan lebih sedikit dan dapat meringankan aliran ASI.

3. Posisi menyusui tertentu dapat membantu si Kecil mengatasi aliran susu yang lebih baik. Cobalah posisi si Kecil duduk menghadap Moms untuk menyusui. Moms mungkin perlu sedikit menundukkan kepalanya. Untuk membiarkan gravitasi memperlambat aliran ASI, bersandarlah atau berbaringlah dengan si Kecil menghadap payudara Moms secara langsung, perutnya ke arah perut Moms. Posisi menyusui lainnya yang bisa dicoba adalah menyusui sambil berbaring miring, membiarkan susu berlebih menetes ke selembar handuk.

4. Keluarkan mulut si Kecil dari payudara jika dia sepertinya menelan susu terlalu cepat atau berjuang untuk mengatasi alirannya. Buatlah dia bersendawa lalu kembalikan posisinya untuk menyusui.

5. Beberapa ibu menyusui menggunakan pelindung puting susu untuk membantu bayi mereka mengatasi arus. Konsultan laktasi dapat menunjukkan kepada Moms cara menggunakan pelindung puting susu dan memantau situasi.

6. Untuk membantu mengurangi suplai ASI Moms, mulailah dengan memompa kedua payudara sampai habis. Kemudian, susui si Kecil hanya dengan satu payudara selama dua hingga empat kali berturut-turut. Letakkan dia hanya di salah satu payudara sesering yang Moms inginkan. Moms dapat memompa payudara Moms lainnya, tetapi hanya sedikit, untuk mengurangi tekanan. Teknik ini seharusnya sudah mulai menampakkan hasilnya dalam waktu 24-48 jam.

7. Jika Moms telah memompa untuk persediaan susu, berhentilah memompa sampai pasokan ASI Moms lebih sesuai dengan kebutuhan si Kecil saat ini.

8. Waspadalah terhadap kemungkinan saluran susu tersumbat atau tanda-tanda mastitis. Jika Moms mengalami masalah seperti ini, Moms harus mengobatinya sebelum kembali mengambil langkah untuk mengurangi persediaan ASI.

Jika sudah melakukan kiat-kiat di atas namun tidak ada yang berhasil, temui dokter atau konsultan laktasi. Dalam beberapa kasus, pengobatan dapat membantu mengurangi kelebihan ASI. Sementara itu, perlu diingat bahwa ketidakmampuan si Kecil untuk menangani aliran ASI Moms bukanlah penolakan terhadap Moms.

Perlu Moms ingat bahwa Moms masih tetap dapat melanjutkan menyusui. Bahkan, menyusui adalah bagian dari solusi hiperlaktasi walaupun Moms perlu memperhatikan beberapa hal agar persediaan ASI sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Demikianlah serba-serbi hiperlaktasi yang perlu Moms ketahui. Selama masih dalam masa hiperlaktasi, Moms dapat mengenakan breastpads untuk mencegah merembesnya ASI ke pakaian Moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

231 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kunci Sukses Menyusui

Apa Moms tahu bangaimana kiat sukses menyusui bayi? Yuk simak tips-nya di sini!

Moms, Ketahui Masalah yang Timbul karena Hiperlaktasi Berikut Ini

Apa saja masalah yang ditimbulkan akibat hiperlaktasi?

11 Sumber Makanan Pelancar ASI

Kesulitan memenuhi kebutuhan makanan si Kecil? Coba konsumsi beberapa sumber makanan pelancar ASI ini.

Penyebab dan Cara Mengatasi Payudara Bocor pada Ibu Menyusui

Adalah normal ketika payudara Moms bocor atau ASI mengalir kencang selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

Sakit Saat Pertama Kali Menyusui? Ini Beberapa Tips Mengatasinya

Apabila Moms merasa sakit ketika si Kecil pertama kali menyusui, Moms tidaklah sendiri.

4 Masalah Serius Menyusui yang Perlu Penanganan Medis

Beberapa masalah menyusui berikut memerlukan penanganan medis. Apa sajakah itu?

Apakah Ibu dengan Puting Terbalik (Inverted Nipples) Masih Bisa Menyusui?

Inverted nipples adalah puting yang tertarik ke bawah permukaan kulit dan tidak memiliki tonjolan normal.

5 Masalah Umum dalam Menyusui dan Solusinya

Meskipun dikaruniai anggota & organ tubuh yang didesain untuk menyusui, bukan berarti hal itu mudah bagi Moms.

Apa itu Kualitas ASI?

Selain memerhatikan kuantitas ASI, Moms juga harus memerhatikan kualitasnya. Bagaimana caranya?

5 Gejala Awal Kanker Payudara

Apakah Moms memiliki beberapa gejala seperti gatal dan sakit serta kulit memerah pada area payudara? Waspada kanker!

Ibu Menyusui Ikut Puasa? Kenapa Tidak?

Sebagai ibu menyusui, saya ikut bersemangat ingin ikut berpuasa.

Ini Delapan Tanda Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor yang terasa seperti benjolan ketika sel-sel di dalam payudara tumbuh tidak normal dan tidak terkendali.

Segera Batalkan Puasa Ramadan Jika Mengalami Gejala Ini

Moms yang sedang menyusui sebenarnya tidak diwajibkan berpuasa.

Tips Menyusui Lancar Saat Sedang Berpuasa

Secara medis tetap menyusui di saat bulan puasa bukan hal yang dilarang. Nah berikut tips bagi busui saat puasa

Apakah Bayi Non-ASI Memerlukan Susu Lain? Begini Menurut WHO

Bagaimana jika anak terpaksa tidak dapat menerima ASI hingga usia 2 tahun? Apakah perlu susu lain?

5 Hal Penting dalam Menu Berbuka Ibu Menyusui

Ibu menyusui yang memutuskan untuk berpuasa harus mempersiapkan fisik, mental, dan spiritualnya secara memadai.

Membuat ASI Booster Untuk Busui yang Berpuasa

Moms harus memperhatikan asupan nutrisi Moms saat sahur dan buka puasa, yuk coba resep ala Mom Lisa berikut!

Induksi Laktasi, Apa Itu?

Induksi laktasi biasanya dilakukan untuk para ibu yang ingin atau sudah mengadopsi bayi.

Tips Melancarkan ASI setelah Melahirkan

Hi Moms, jumpa lagi nih tentunya sharing lagi kali ini soal ASI yang belum keluar setelah melahirkan.

7 Tips Memompa ASI Saat Berpuasa

Moms yang sedang menyusui tentu boleh menjalankan puasa. Namun, para ibu menyusui sering khawatir produksi ASI mereka terganggu lantaran mereka [...]