Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hiperbilirubinemia yang Tidak Memerlukan Terapi Sinar

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  14 Jun '19


Sejak bayi saya lahir, saya sudah memberikan ASI. Sebenarnya bayi saya mampu menyusu dengan cara direct breastfeeding. Setiap 2 jam saya tawarkan ASI. Namun yang menjadi masalah adalah intensitas menyusu bayi saya yang sangat singkat. Sekali menyusui, bayi saya hanya mengisap kurang lebih 5 menit saja.

Pada hari keempat (sehari setelah pulang dari rumah sakit), bayi saya tampak kuning di bagian mata. Memang belum jadwal kontrol, namun saya menemui dokter anak. Saya ceritakan masalahnya, terutama masalah menyusui yang sebentar. Kemudian dilakukan inspeksi. Dokter hanya bertanya, bagaimana BAB dan BAKnya? BAB bayi saya 2-3 hari sekali. BAK 5-7 kali sehari.

Kemudian dokter menyarankan untuk memberikan ASI lebih sering. Apabila bayi menyusunya sebentar, bisa ditawarkan ASI lebih sering atau semau bayi. Akan dievaluasi 3 hari lagi atau saat jadwal kontrol. Saya sempat cemas, karena memang tidak dilakukan pemeriksaan lab apa pun, jadi tidak mengetahui secara pasti kondisinya karena tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.

Namun setelah saya membaca artikel dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memang ada kondisi di mana neonatus atau bayi baru lahir dengan hiperbilirubin tidak memerlukan terapi sinar.

Tanda-tanda ikterus normal:

  1. Gejala kuning muncul pertama kali lebih dari 24 jam setelah lahir;
  2. Kenaikan kadar bilirubin < 5 mg/dL;
  3. Puncak dari kenaikan kadar bilirubin muncul di hari ke 3-5 dengan kadar bilirubin < 15 mg/dL;
  4. Gejala kuning yang muncul menghilang dalam waktu 1 minggu untuk bayi cukup bulan dan 2 minggu pada bayi yang prematur atau kurang bulan.

Pembagian Derajat Ikterus/Jaundice menurut kramer, derajat bilirubin pada bayi dibagi menjadi 5:

  1. Derajat I, meliputi kepala dan leher dengan perkiraan kadar Bilirubin 5,0% dan rata-rata serum Bilirubin Indirect 100 μmol/L
  2. Derajat II, meliputi badan bagian atas dengan perkiraan kadar Bilirubin 9,0% dan rata-rata serum Billirubin Indirect 150 μmol/L
  3. Derajat III, meliputi badan bawah hingga tungkai dengan perkiraan kadar Bilirubin 11,4% dan rata-rata serum Billirubin Indirect 200 μmol/L
  4. Derajat IV, meliputi lengan, kaki, lutut dengan perkiraan kadar Bilirubin 12,4% dan rata-rata serum Billirubin Indirect 250 μmol/L
  5. Derajat V, meliputi telapak tangan dan kaki dengan perkiraan kadar Bilirubin 16% dan rata-rata serum Billirubin Indirect >250 μmol/L

Setelah saya kontrol ulang, dokter melakukan pemeriksaan dan didapatkan hasil kuning pada mata bayi sudah mulai berkurang. Alasan dokter tidak melakukan pemeriksaan laboratorium adalah kondisi bayi saya normal sehingga tidak memerlukan pengobatan dan hanya dilakukan observasi saja. Pemberian ASI yang cukup dapat mengatasi masalah ini.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

467 Noviana Harya Anugraheni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda