Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hidung Bayi Mampet? Ini Tips Legakan Hidung si Kecil

HEALTH TIPS  |  07 Mar '19


Si Kecil yang sedang sakit flu mungkin mengalami kondisi hidung tersumbat. Dia bisa merasa tidak nyaman dan rewel karena sulit bernapas. Bahkan jika berlarut-larut, nafsu makannya bisa menurun. Kondisi hidung tersumbat biasanya akan hilang seiring dengan kembalinya kesehatan si Kecil. Namun jika dia tidak mau makan, tentu penyembuhannya akan terhambat. Oleh karena itu, simak tips berikut untuk melegakan hidung mampet si Kecil.

Tips Legakan Hidung si Kecil

  1. Bersihkan ingus dan lendir di area luar hidung dengan menggunakan tisu atau kapas. Sebelum membersihkan, basahi kapas atau tisu tersebut dengan sedikit air hangat. Ini akan membuat ingus yang mengeras menjadi lunak dan mudah dibersihkan.

  2. Atur posisi tidur dengan meninggikan posisi kepala. Posisi ini membuat si Kecil lebih mudah menghirup udara dan membuat ingusnya tidak menggumpal di dalam hidung.

  3. Buat si Kecil tengkurap lalu tepuk secara perlahan punggungnya. Ini membantu ingus yang menyumbat hidung untuk keluar.

  4. Gunakan saline (nasal spray) yang aman untuk bayi, balita dan anak-anak. Baringkan si Kecil, dongakkan kepalanya, dan semprotkan obat saline dua hingga tiga kali melalui lubang hidungnya.

  5. Gunakan penyedot ingus (bulb syringe) untuk mengeluarkan lendir yang bandel (tidak mau keluar setelah diberi obat tetes atau semprot). Cara ini cocok untuk bayi di bawah enam bulan. Untuk menggunakannya, pencet bagian penyedot ingus yang menggembung. Masukkan pipet ke dalam lubang hidung, lalu lepaskan bagian pipet yang menggembung. Ingus akan tersedot ke dalam pipet.

  6. Nyalakan mesin pelembap udara (humidifier) agar ruangan menjadi hangat dan lembap. Dengan demikian, lendir si Kecil tidak akan mengeras di dalam hidung. Jika hidungnya masih mampet, gunakan nebulizer.

  7. Pertimbangkan memberikan si Kecil yang sudah berumur dua hingga lima tahun madu sebelum tidur. Jangan berikan madu kepada anak di bawah satu tahun karena berisiko tinggi terkena botulisme bayi.

  8. Rawat panas atau demam yang menyertai hidung mampetnya. Si Kecil yang sedang demam berarti sedang melawan infeksi dalam tubuhnya. Jika demamnya turun, kemungkinan besar hidungnya tidak mampet lagi.

  9. Jaga agar tangan si Kecil tetap bersih. Ajari dia untuk mencuci tangan secara teratur, terutama setelah batuk-batuk atau bersin dan sebelum makan. Kebiasaan baik ini dapat mencegah penyakit. Bila perlu, gunakan hand sanitizers.

  10. Mandikan si Kecil dengan air hangat dan beruap. Ini akan membantunya membuka saluran udara. Lakukan selama lima menit, empat kali sehari.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

946 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.