Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hentikan Kebiasaan Membandingkan Perkembangan si Kecil

OTHERS  |  PARENTING  |  15 Nov '18


Kebanyakan dari para ibu, termasuk saya pun sering kali berpikir seperti ini: "Kok anakku sudah usia segini belum bisa tengkurap ya seperti anak si Ibu A atau kok belum bisa duduk ya seperti anak Ibu B. Anak aku kok lama sekali ya bisa berjalannya," dan sederet pikiran negatif lainnya. Namun, sebaiknya Moms menghentikan kebiasaan membandingkan anak sendiri dengan anak-anak lainnya. Mengapa? Berikut alasannya:

Kebiasaan membandingkan anak tidak akan membawa efek positif sama sekali bagi perkembangan anak kita. Malahan akan membawa banyak dampak negatif, antara lain:

  • Membuat Moms merasa menjadi seorang ibu yang gagal dalam merawat anak karena merasa perkembangan anak tidak sebaik anak lainnya.
  • Membuat mood menjadi negatif dan efeknya menjadi stres dan mudah marah kepada anak.
  • Akan terjadi overstimulasi terhadap anak yang tidak sesuai dengan milestone yang seharusnya. Dampaknya malah memperburuk tahap perkembangan buah hati.
  • Membuat Moms menjadi tidak percaya diri di lingkungan rumah, keluarga terutama bila sedang membicarakan perkembangan buah hati masing-masing.
  • Membuat hilangnya kebanggaan Moms terhadap si Kecil karena merasa ia tidak memenuhi harapan pribadi.

Sebaiknya apa yang bisa moms lakukan bila perkembangan anak kita tidak secepat yang lain?

Ingat ya Moms, kuncinya adalah kesabaran dan kasih sayang. Jangan pernah merasa kesal terhadap si Kecil atau melakukan stimulasi yang berlebihan. Jangan jadikan anak sebagai ajang kompetisi antar Moms ya. Biarkanlah anak berkembang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya masing-masing. Setiap anak berbeda-beda, ada yang cepat ada juga yang lambat perkembangannya.

Yang terpenting di sini para Moms tetap menyemangati si Kecil. Moms tidak perlu berkecil hati bila perkembangan si Kecil tidak secepat teman seumurannya. Tetap pantau perkembangan dan tentunya cukupi asupan gizinya untuk mendukung perkembangannya.

Sebaiknya Moms menghentikan kebiasaan membandingkan anak sendiri dengan anak-anak lainnya.

Perluas wawasan Moms juga, karena Moms perlu mengetahui bila memang si Kecil terlambat dalam perkembangannya. Misalnya: Tahap bayi duduk ada yang mulai dari 5 bulan sudah bisa duduk ada juga yang 9 bulan baru bisa duduk. Yang terpenting Moms tahu  sampai usia berapakah kita bisa menolerasi milestone/perkembangan tengkurap, duduk merangkak, berdiri, berjalan, dan berbicara si Kecil. Nah bila Moms sudah menstimulasi secara wajar, tapi si Kecil  sudah melewati batasan usia milestone ini, Moms bisa berkonsultasi ke dokter anak.

Ingat ya Moms tumbuh kembang setiap bayi itu berbeda. Mereka adalah individu yang unik dan berbeda.

Semoga bermanfaat.

By: Berkah Dwi Rahayu

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2412 Berkah Dwi Rahayu

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Metode Kontrasepsi IUD, Gimana sih Cara Kerjanya?

Moms sudah pernah mendengar tentang metode kontrasepsi IUD atau spiral? Sudah tahu cara kerjanya? Simak berikut ini yuk.

Buat Paspor untuk si Kecil? Mudah dan Cepat, kok!

Siapa bilang membuat paspor itu ribet? Sekarang ini prosesnya mudah dan cepat kok Moms and Dads! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengatasi Mommy Shaming

Apa yang harus dilakukan jika Moms menjadi korban Mommy shaming? Yuk simak tips berikut ini!

Apa Itu Co-Parenting?

Moms pernah mendengar istilah co-parenting? Yuk simak penjelasannya lebih dalam berikut ini

Merayakan Ultah Anak dengan Minimal Budget dan Hasil Maksimal

Merayakan ulang tahun anak dengan maksimal juga bisa dilakukan dengan budget terbatas lho Moms!

Tips agar si Kecil Mau Sikat Gigi

Apakah si Kecil termasuk anak yang susah untuk diajak sikat gigi? Yuk coba ikuti tips dari Mom Rae berikut ini.

Bagaimana Agar Tidak Merasa Bersalah Meninggalkan Anak Untuk Bekerja?

Untuk mengurangi rasa bersalah kepada anak ketika ditinggal bekerja ada tipsnya berikut ini

5 Mitos tentang Mutisme Selektif

Apa itu gangguan Mutisme Selektif? Adakah kaitannya dengan autisme? Simak penjelasannya berikut ini.

Lakukan Hal Ini Ketika si Kecil Tidak Ingin Ditinggal

Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda memasuki masa separation anxiety, coba atasi dengan melakukan hal ini.

Tips Hadapi Separation Anxiety pada Bayi

Si Kecil rewel Moms? Mungkin karena separation anxiety? Begini nih Moms cara atasinya

Tips Rumah Aman untuk si Kecil

Waspadai benda-benda di rumah yang dapat membahayakan si Kecil. Berikut tips rumah aman bagi si Kecil.

Bagaimana Jika Anak Dilabeli Nakal?

Bagaimana mengatasi anak yang dicap nakal oleh orang lain? Berikut cara mengatasinya ala Mom Fara

Tips Aman Meninggalkan Anak dengan Pengasuh

Meninggalkan anak dengan pengasuh membuat hati tidak tenang ya Moms. Berikut tips aman meninggalkan anak dengan pengasuh ala Mom Intan

Pengaruh Perilaku Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak

Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh berbagai macam hal, terutama oleh perilaku kita sebagai orang tua Moms.

Efek Psikologis Perceraian pada Anak

Tak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, ternyata perceraian juga memiliki dampak yang kuat terhadap anak.

Trik Agar si Kecil Mau Menggosok Gigi

Bagaimana caranya agar Si Kecil mau dan suka menggosok gigi? Yuk simak tips dari Mom Sarah berikut ini.

Normalkah Kalau Anak Tidak Bisa Diam?

Apa si Kecil susah diam? Bisa jadi hal tersebut menandakan bahwa ia adalah seorang anak yang hiperaktif.

Manfaat Membacakan Buku Sejak Bayi

Membaca buku sangat penting diperkenalkan pada si Kecil sejak usia dini. Apa saja manfaat dari membacakan buku untuknya?

Pentingnya Membiarkan Bayi Menjalani Fase Oral

Apa yang harus Moms lakukan saat si Kecil suka memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya? Mom Kristiani membagikan tipsnya berikut ini.

Aktivitas yang Membahayakan Kepala Balita

Di masa transisinya, si Kecil terlihat senang membenturkan kepalanya. Di masa transisinya, si Kecil terlihat senang membenturkan kepalanya. Apa [...]