Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Haruskah Bayi Di Imunisasi? Apa Yang Terjadi Jika Tidak?

HEALTH TIPS  |  PILLAR POST 1  |  12 May '18

Apakah bayi Anda sudah melakukan imunisasi? Imunisasi bayi adalah suatu hal yang sangat penting guna mendapatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit, dan dapat mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus terhadap anak-anak dan bayi yang baru lahir. Tetapi sangat disayangkan, sebagian orang tua merasa khawatir atau enggan untuk memberikan vaksin pada anaknya. Sehingga bayi tidak mendapatkan imunisasi. Hal ini tentu dapat membahayakan kesehatan Si Kecil.  

Mengapa imunisasi itu penting?

Imunisasi memang sangat penting, terutama pada bayi yang baru lahir karena mereka sangat rentan terkena penyakit. hal ini dikarenakan tubuh bayi belum membentuk kekebalan tubuh yang kuat. Saat orang tua melakukan imunisasi, berarti ia sudah melindungi bayi dari berbagai macam penyakit. vaksin ini akan membantu tubuh dalam meningkatkan kekebalan tubuh sehingga membentuk antibodi. Antibodi berperan dalam melawan virus terhadap tubuh.

Dahulu jumlah kasus kematian pada anak-anak sangatlah banyak, Hal ini akibat penyakit polio. Berbeda dengan zaman sekarang, dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi maka terciptalah vaksin guna memberantas berbagai macam penyakit.

Gejala yang ditimbulkan setelah mendapatkan imunisasi, diantaranya demam ringan dan pembengkakan pada bagian bekas suntikan. Tetapi gejala ini akan berlangsung selama 1-2 hari saja dan akan sembuh dengan sendirinya. Hal ini karena tubuh menerima zat baru yang telah masuk ke dalam tubuh.

Daftar imunisasi bayi yang wajib dilakukan

Haruskah bayi diimunisasi? Imunisasi harus diberikan pada bayi, bahkan diwajibkan oleh pemerintah. Karena manfaatnya sangat besar guna mencegah dan melindungi bayi dan anak-anak terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri/virus. Bayi dan anak-anak akan diberikan 5 jenis imunisasi dasar lengkap, vaksin ini diberikan sesuai umur bayi. Setiap vaksin diberikan lebih dari satu kali, tubuh akan merangsang dan membentuk sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Antibodi berfungsi dalam melawan berbagai penyakit berbahaya.

Berikut 5 jenis vaksin imunisasi dasar lengkap:

Imunisasi hepatitis B

Bekerja dalam mencegah kerusakan hati atau hepatitis B. biasanya vaksin ini diberikan pada bayi yang baru lahir kurang dari satu minggu dan diberikan sebanyak satu kali.

Imunisasi BCG

Berfungsi untuk mencegah penyakit TBC atau tuberculosis. Vaksin ini diberikan pada bayi usia          1 bulan dan dalam jumlah satu kali.

Imunisasi DPT -Hepatitis B

Bekerja dalam mencegah terhadap penyakit yang disebabkan oleh difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis B. vaksin ini diberikan pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.

Imunisasi polio

Berguna untuk mencegah penyakit polio. Penyakit polio akan menyebabkan kelumpuhan tungkai kaki dan lengan. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi berusia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

imunisasi campak

Berguna dalam mencegah penyakit campak. Penyakit campak akan menyebabkan komplikasi paru-paru, kebutaan dan kerusakan otak. Vaksin campak diberikan 1 kali ketika bayi berusia 9 bulan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

BACA JUGA: Mengabaikan Cradle Cap Bisa Menyebabkan Bayi Botak Permanen?

214 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories