Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hara and Her Hero

FEEDING  |  MY STORY  |  01 Aug '19


Setelah melahirkan, jujur banyak sekali ketakutan saya dalam berbagai hal. Ketika hamil, saya cukup rajin mencari ilmu mengenai kehamilan, namun melupakan bahwa the real war is after giving birth. Minim sekali ilmu yang saya pelajari mengenai merawat newborn bahkan tentang menyusui. Satu hal yang saya tahu kala itu hanya anjuran menyusui ASI eksklusif selama 6 bulan lalu diteruskan 2 tahun jika mampu. 

Sejak lahir, Hara termasuk bayi yang jarang begadang, refleks hausnya kecil sehingga jarang sekali ia menangis meminta susu. Teori yang saya baca, newborn perlu dibangunkan 2-3 jam sekali untuk dipaksa menyusu. Namun Hara termasuk bayi yang susah sekali dibangunkan, keluarga saya pun sering kali melarang saya mengganggu tidur Hara, karena pikir mereka, bayi akan menyusu jika ia mau. Saat itu saya pikir semua baik-baik saja, namun semua kemudian berubah ketika saya membawa Hara untuk kontrol 1 minggu setelah kelahiran.

Saat itu dilakukan pemeriksaan bilirubin dan TSH. Semua suster yang lewat selalu bilang "Bu, ini anaknya kuning sekali". Kemudian, saya biarkan karena toh saya pikir kulit saya pun kuning langsat. Namun ternyata suster lain bilang "Bu, ini kuningnya sudah sampai mata." Sontak saya terkejut, saya tidak merasa mata Hara menguning, namun saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter anak, ternyata Hara memiliki kadar bilirubin yang tinggi, hampir mencapai batas atas. Dokter pun kaget karena biasanya jaundice dengan nilai tinggi bisa menyebabkan kejang pada bayi.

Hati saya hancur, sedih sekali. Ketika ditanya, apa Hara sering disusui? Saya semakin sedih, karena Hara jarang sekali saya bangunkan 2/3 jam sekali untuk menyusu, padahal ASI saya terbilang cukup melimpah. Akhirnya Hara pun perlu difototerapi dengan double UV Lamp supaya cepat normal kembali kadar bilirubinnya. Masalah pun muncul, karena Hara harus menginap di RS, saya pun harus menjadi mamak eping untuk Hara.

Singkat cerita, Hara pulang dari RS dan saya mulai membiasakan diri untuk directbreastfeeding kembali. Namun ternyata, Hara menolak menyusui langsung dari PD saya. Saya bingung karena saat itu Hara pun menangis keras namun tidak mau menyusu langsung. Dia seperti bingung dan tidak nyaman saat disusui. Alih-alih memberi support, beberapa keluarga saya bilang itu karena ASI saya tidak enak, ASI saya kurang sehingga tidak kenyang, dan anak tidak mau menyusu langsung. Sedih sekali jika keluarga sendiri tidak mensupport ASI Eksklusif. Namun saat itu, saya tetap berusaha untuk menyusui langsung dan belum beralih ke susu formula, karena ASI saya cukup melimpah dan saya percaya bisa memberikan hak ASI kepada Hara minimal sampai 6 bulan.

Belum lagi karena Hara lahir dengan berat badan kecil, perbandingan pertumbuhan berat badan juga sering kali menjadi concern yang cukup mengganggu dalam proses mengASIhi saya. Keluarga saat itu sering membandingkan perawakan Hara yang kecil karena hanya diberi ASI dibandingkan dengan anak lain yang diberi sufor. Saya sempat konsul dengan dokter anak, namun dokter tetap menyarankan ASI karena kenaikan berat badan Hara masih normal.

Dibalik semua itu, ada suami yang selalu berjuang menenangkan keluh kesah selama menyusui Hara. Support dari suamilah yang sampai saat ini berhasil konsisten dapat memberikan hak ASI kepada Hara. Saat Hara bingung puting, saat saya hampir putus asa karena perawakan Hara yang kecil, saat PD saya mengeras karena Hara tidak mau DBF, suami sering kali menyarankan dan menyediakan hal ini kepada saya:

RelaktASI

Proses RelaktASI ini menurut saya bukan hal yang mudah. Semua dot dan botol saya hentikan penggunaannya dan saya coba susui Hara secara DBF. Sedih sekali melihat anak kita menangis dan memalingkan wajahnya dari kita, dan saat RelaktASI ini, Hara sering tertidur karena lelah menangis. Namun konsisten untuk melakukan proses ini akan berbuah hasil yang manis di kemudian hari.

Memperbanyak Skin to Skin

Moms tidak perlu ragu untuk sering-sering skin to skin bersama si Kecil. Sentuhan-sentuhan ini ternyata ajaib karena akan meningkatkan bonding antara ibu dan anak. Hal ini akan merangsang hormon produksi ASI untuk berproduksi dan mengenalkan bau kita kepada si Kecil.

Mulai DBF sebelum bayi merasa lapar

Karena bingung puting, maka Hara menolak DBF, sehingga saya konsisten "memaksakan" DBF. Namun, "pemaksaan" itu harus dimulai sebelum bayi merasa lapar, karena jika saat bayi lapar dan dia tidak diberi ASI, bayi akan mengamuk dan merasa keinginannya tidak dipenuhi, hal ini khawatirnya akan mempengaruhi perkembangan emosi si Kecil kelak.

Pillowtalk bersama suami dan si Kecil

Menikah dan memiliki anak adalah keputusan bersama, maka sangatlah baik jika selalu berbagi dalam setiap hal. Terkadang kita tidak memerlukan ucapan siapa pun kecuali ucapan dari pasangan. Jadi, teruslah berkomunikasi dengan suami walau hanya sekadar share apa yang dilakukan hari ini. Support suami nyata sekali buat saya bisa melewati momen-momen awal menjadi ibu.

Tidak terlalu menanggapi perkataan keluarga yang tidak sesuai family value kita

Satu hal yang saya kagumi dari suami saya adalah, dia selalu mensupport saya dengan cara apa pun. Saat itu mungkin saya sudah tidak mau mendengar cerita apa pun dari keluarga terkait cara mengurus bayi. Alih-alih berkata atau memberikan saran, suami saya membelikan buku "The Subtle Art of Not Giving a F*ck" karya Mark Manson. Ternyata itu salah satu hadiah untuk me time saya karena saya suka sekali membaca. Dan pas sekali kalau dalam buku itu, kita tidak perlu memedulikan semua hal yang tidak sesuai dengan family value kita, cukup pedulikan hal yang harus dipedulikan.

Jadi Moms, intinya berbagilah. Karena ternyata kita tidak spesial, semua orang mengalami hal yang sama. Salah satu cara berbagi adalah dengan menulis di Babyologist ini. Untuk pada Moms yang sedang berjuang mengASIhi di luar sana, semangat terus ya Moms!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

128 Okky Sri

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

10 Fitur yang Harus Dimiliki Pompa ASI Dual Motor

Tahukah, Moms, tentang keunggulan pompa ASI elektrik dual motor? Inilah 10 fitur penting dari pompa ASI jenis tersebut.

Pastikan Memilih Pompa ASI dengan Dual Motor, ya, Moms!

Pompa ASI saat ini juga hadir dengan dua pilihan, elektrik atau manual, dual pump atau single pump. Memilih pompa ASI yang nyaman memang [...]

Mengenal Manfaat Dual Motor pada Pompa ASI

Saat ini, sudah banyak inovasi-inovasi baru pada alat pompa ASI. Moms dapat mencari pompa ASI terbaik dengan fitur-fitur berikut.

Manfaat Pompa ASI Dual Motor untuk Moms dan Si Kecil

Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meningkatnya kesadaran busui tentang berbagai manfaat pumping, semua kalangan ibu menyusui kini [...]

Kelebihan Pompa ASI Dual Motor: Nyaman dan Efisien

Berbagai jenis pompa ASI saat ini sangat mudah ditemukan di pasaran dari mulai model manual hingga elektrik dengan berbagai merk dan varian [...]

Pompa ASI Dual Motor Pilihan Buat Working Moms

Dalam memilih pompa ASI, ada hal lain yang perlu Moms perhatikan selain membeli yang sesuai kebutuhan Moms. Sebelumnya, tahukah Moms ada pompa [...]

Keunggulan dari Pompa ASI Dual Motor

Pompa ASI memang sudah menjadi barang yang harus dimiliki para ibu menyusui. Dengan adanya pompa ASI, Moms akan sangat terbantu saat melakukan [...]

Manfaat Pompa ASI Dual Motor untuk Kelancaran Menyusui

Banyaknya jenis pompa ASI sering membuat busui bingung. Aku menyarankan Moms untuk menggunakan pompa ASI Dual Motor.

Kenalan, Yuk, dengan Pompa ASI Dual Motor!

Moms pejuang ASI sudah seharusnya mendapatkan yang terbaik untuk mendukung produksi ASI mereka. Selain makan makanan bergizi, Moms juga perlu [...]

Pompa Asi Dual Pump, Membantuku Pasca Melahirkan

Memerah susu sangat disarankan terutama untuk ibu yang bekerja di luar dan mempunyai mobilitas tinggi. Bagiku, alat yang cukup membantu dalam [...]

Moms, Inilah 6 Kelebihan Dual Motor Breast Pump!

Nah, bagi Moms yang lebih menyukai pompa ASI elektrik, sekarang ada, loh, pompa ASI elektrik dual motor. Yuk, simak lebih lanjut agar tahu [...]

ASI-ku Semakin Lancar Berkat Pompa ASI yang Tepat

Satu hal penting yang harus Moms ketahui tentang menyusui adalah Let Down Reflex (LDR). Aku mau sharing nih tentang pengalaman aku menggunakan [...]

Mengenal Lebih Jauh Kelebihan Pompa ASI Elektrik Dual Motor

Pompa ASI menurutku adalah investasi yang sangat penting bagi ibu menyusui. Bukan hanya untuk working Moms, stay at home Moms pun disarankan [...]

Moms, Inilah 5 Kelebihan Fitur Breast Pump Dual Motor

Menggunakan pompa ASI terbaik sangat dapat memengaruhi semangat saat pumping. Oleh karena itu, memilih breast pump tidak boleh sembarangan.

Nyaman Pumping Mengunakan Pompa ASI Dual Motor

Pompa ASI sudah merupakan barang yang wajib dimiliki Millenial Moms sebagai alat bantu dalam proses menyusui. Pompa ASI tak hanya dibutuhkan [...]

Pengalamanku Sukses Mengasihi Eksklusif dengan ASI Booster

Demi tingkatkan kualitas dan kuantitas ASI aku memutuskan untuk mengonsumsi ASI booster

ASI Booster, Bantu Sukseskan ASI Eksklusif

Bukan hanya untuk melancarkan produksi ASI, namun ASI booster juga mencukupi kebutuhan nutrisiku

Ingin Sukses Menyusui? Yuk Konsumsi ASI Booster Alami Ini Moms

ASI seret? Keluar cuma setetes2 aja? Yup saya pun pernah mengalaminya moms. Apa solusinya?

ASI Booster Bantu Sukses ASI Eksklusif

Sebagai ibu kita berusaha memberikan yang terbaik untuk anak. Salah satunya memberikan ASI eksklusif

Sukses Menyusui Kembali dengan Bantuan ASI Booster

Sebulan tidak menyusui tapi dapat kembali menyusui dengan lancar berkat bantuan ASI booster